
Suri yang mendengar itu tentu kaget dan langsung tersenyum, dalam hatinya dia mengatakan, apaan sih? Jadi dia kembali memalingkan wajahnya ke arah aqurium raksasa di depannya, tingginya saja 3 meter, Suri jadi ragu, apakah ikan-ikan itu yang ada di aquarium, ataukah mereka yang sebenarnya ada di aquarium.
Hening meyelimuti keduanya cukup lama, mereka menikmati waktu sepi, seolah dunia itu milik mereka masing-masing, Suri merasa sangat betah menatap ikan-ikan itu berenang kesana kemari.
"Kau tahu melihat hal ini aku ingat sebuah cerita film kartun pendek berjudul ‘Lava’, tentang sebuah gunung berapi pria yang senang bernyanyi tentang harapannya bertemu dengan pasangan pujaannya, dia bernyanyi terus menerus hingga dia tergerus air laut, tapi ternyata di dalam laut sebuah gunung berapi yang canti selalu mendengarkan lagunya, gunung berapi yang cantik itu tak bisa bernyanyi karena dia ada di dalam laut, namun ia terus pecaya suatu hari dia akan bertemu dengan gunung berapi pria yang menyanyi lagu cinta itu, dia yakin gunung berapi di atas itu menyanyi untuknya, dan saat gunung berapi cantik yang ada di laut itu meletus dan keluar dari dari laut, dia tidak bisa menemukan gunung berapi yang menyanyikannya lagu cinta karena ternyata karena letusannya, gunung berapi pria sudah tertutup oleh air laut dan tidak bisa bernyanyi lagi, tapi gunung berapi wanita itu tidak menyerah, dia menyanyikan lagu yang sering dinyanyikan gunung berapi pria, karena mendengarkan nyanyian itu, gunung pria itu senang hingga kembali meledak dan akhirnya mereka bisa bersama dan sangat bahagia," Suri bercerita dengan sengat semangat dan panjang lebar, mengingat tentang cerita pendek itu.
"Lalu? intinya apa yang kau dapat dari cerita itu?" tanya Jared dengan suara lembut yang terdengar bagai alunan ombak, matanya yang tajam itu menatap lurus ke arah mata Suri yang kebetulan sedang melihatnya, membuat Suri terperangkap seketika.
"Bahwa bagaimana pun, jika kita percaya kita akan mendapatkan orang yang memang akan menjadi pasangan hidup kita, sesusah dan setidak mungkin apapun, akhirnya akan tetap bersama," kata Suri keluar begitu saja tanpa bisa keluar dari perangkap pandangan Jared.
"Lalu apa lagi yang kau takutkan dan khawatirkan?" tanya Jared dengan suara yang halus, kelembutan yang menusuk hingga sanubari, membuat perasaan Suri bergejolak seketika, menyadarkannya tentang semuanya, entah? Apa yang dia takutkan, seharusnya tidak ada.
Pantulan warna air yang ada di sekeliling membuat wajah mereka tampak begitu sendu, suasana begitu membuai, suara air yang terdengar membuat keadaan makin khitmat, membuat siapapun akan larut di dalamnya, sejenak serasa dunia ini hanya memang ada mereka berdua, saling berpandangan tanpa bisa berpaling dari mata masing-masing, perlahan entah karena terlalu menikmati dan terbawa suasana, mereka saling mendekatkan tubuh mereka, membuat wajah mereka semakin mendekat, napas Suri sedikit tercekat, apalagu saat napas hangat Jared menerpa wajahnya, jantungnya berdegup sangat kencang, menderu hingga membuatnya sedikit sesak.
__ADS_1
Dengan alunan sunyi yang begitu menghayutkan, terbawa perasaan hingga keduanya saling menerima bibir mereka bersatu dalam ciuman yang benar-benar syahdu, penuh perasaan yang dalam tanpa nafsu yang menggebu, hanya merasakan kehangatan dari bibir keduanya, tak menekan, tak saling memaksakan, hanya ciuman diam yang penuh penghayatan, mata kedua tertutup menikmati segalanya yang menjalar jatuh ke dalam hati keduanya.
Jared yang pertama kali melepaskan bibirnya, menatap wajah cantik Suri yang tampak sendu dan matanya yang masih tertutup, merasakan sisa-sisa perasan yang menyesakkan namun juga memabukkan, bagaimana bisa dia merasakan perasaan sehebat ini, tak pernah dia merasakannya, perasaan tulus yang memenuhi seluruh sukmanya, sesak namun tenang, tak nyaman namun membuat ketagihan.
Suri membuka matanya, menatap wajah Jared yang membuatnya kaget, apa yang baru saja mereka lakukan, wajah Suri memerah menahan malu, bagaimana dia tergoda bahkan dengan tidak digoda, dan perasaan ini, tak bisa dilukiskan oleh Suri, begitu lembut namun kuat, ah … apa yang terjadi padanya, Suri bingung dan tak bisa menutupinya.
Jared tersenyum tipis namun begitu manis, menggetarkan jiwa Suri yang sudah luluh lantak karenannya, dia menggengam tangan Suri, manariknya berdiri sedikit memaksa, dia lalu meletakkan kedua tangan Suri di bahunya, Suri tidak mengerti apa maunya Jared, Jared lalu memberikan isyarat seperti menyuruh Suri mendengarkan, Suri tak mendengar apa-apa kecuali suara ombak buatan, Jared melihat wajah bingung Suri sekali lagi menyuruh Suri mendengarkan, namun kali ini tubuh Jared mulai mengikuti suara demburan ombak dan suara air yang sayup-sayup terdengar, tangannya di letakkan di pinggang kecil Suri, dan perlahan berdansa dengan suara sunyi yang indah, perlahan namun pasti, Suri pun dapat menemukannya, sebuat ritme yang tak bisa di dengarkan namun hanya bisa di rasakan, terkadang alunan lagu yang paling indah adalah seyap dan kesunyian, membuai hingga membuat Suri menyandarkan kepalanya ke dada bidang Jared, begitu saja hingga waktu mereka berdua habis di sana.
Suri seolah enggan meninggalkan semua ketenangan dan ketentraman yang dia rasakan, terlalu jatuh dalam di antara kesunyian, mengangkat kepalanya dengan enggan, menatap wajah jared yang terpulas senyuman.
Jared menggenggam tangan Suri, menyelimutinya dengan kehangatan, lalu membawa Suri keluar dan baru mereka sadar, bahwa begitu banyak orang yang mengantri ingin masuk ke dalam.
"Itu Yang Mulia Putri, bukan?" ucap seseorang terdengar.
__ADS_1
"Oh, ya, benar," kata orang-orang di sana.
Suri kaget, dia lupa menggunakan masker dan topinya lagi, dia segera menutupi wajahnya agar tak terfoto, bisa gawat jika sampai ke ayahnya. Dia bersembunyi di balik tubuh Jared yang untungnya bidang. Jared memutar tubuhnya, lalu memakaikan topi dan menyerahkan maskernya pada Suri yang langsung memakainya.
"Maaf, bisakah kalian tidak memfotonya, dia juga manusia biasa apa pun statusnya, tak akan ada untungnya bagi kalian memfotonya dan menyebarkannya, tolong hargai privasinya, kami juga hanya ingin seperti kalian," suara berat Jared terdengar sedikit menggema, membuat orang-orang yang ingin mengabadikan Suri terdiam, mereka segera menurunkan ponselnya, bahkan hanya mendengar suara Jared orang-orang yang ada di sana terhipnotis semua.
"Terima kasih, jika ada yang sudah mendapatkan fotonya, aku minta dengan penuh kerendahan hati untuk menghapusnya," ujar Jared seraya memberikan penghormatan setengah badan pada mereka, Suri yang melihat itu tampak terharu, Jared begitu menjaganya.
Mereka yang melihat itu juga kaget, pria ini kalau bukan dari kerajaan, dia juga pasti adalah orang yang hebat karena bisa keluar dengan seorang Putri, namun sikapnya begitu rendah hati, bahkan menunduk di depan mereka, melihat itu mereka tak sampai hati dan segera menghapus apa pun yang ada di ponsel mereka.
"Terima kasih, kami permisi," ucap Jared tegas membuat kharismanya keluar, semua pria terkesima, apalagi wanita.
Jared menarik Suri keluar, dan segera menuju ke arah mobil mereka dan pergi, meninggalkan perasaan senang di hati mereka masing-masing.
__ADS_1