
Suri mengulung tubuhnya dalam selimut yang menutupi seluruh tubuhnya menyisakan bagian kepala yang tak terutupi. Dia memandang nanar pada pemandangan laut yang disuguhkan oleh dinding kaca yang ada di kamarnya, sangat indah memanjakan mata, tapi Suri tak punya minat untuk keluar dari ranjangnya segera.
Sudah beberapa hari mereka di sana, dan tidak ada yang dilakukan oleh mereka, bahkan untuk berjalan-jalan pun Jared benar-benar membatasinya, entah kenapa Jared benar-benar berubah, menjadi sangat protektif pada dirinya, dan sekarang dia benar-benar enggan untuk melakukan sesuatu.
"Sudah bangun?" tanya Jared melihat Suri yang sudah membuka matanya namun tetap ada di dalam pelukan selimutnya, Suri melirik ke arah Jared sejenak, Jared tampak sedikit basah oleh keringat karena dia baru saja berolahraga.
"Ya," kata Suri singkat, bahkan menjawab pertanyaan Jared pun dia sudah malas.
Jared sedikit tersenyum melihat istrinya, terlihat sekali bahwa dia sedang merajuk padanya, Jared memang tidak menanggapi kemauan Suri sudah beberapa hari ini, mungkin karena itulah dia terlihat marah pada Jared.
"Aku akan mandi dulu," kata Jared.
"Ya," kata Suri yang masih terdengar malas, bahkan tidak melihat suaminya itu masuk ke dalam kamar mandinya, Jared hanya menaikkan sudut bibirnya saja, berjalan masuk ke dalam kamar mandinya dan membersihkan diri.
Saat Jared keluar, dia melihat Suri masih saja menggulung dirinya di dalam selimut, namun dia sudah melihat bajunya yang sudah di sediakan oleh Suri di sisi ranjang tempat tidurnya, Jared segera mengenakan baju itu, melihat terus ke arah istrinya yang tak bergeming, seperti kepompong yang mengemaskan.
"Kau lapar? aku akan ambilkan sarapan untukmu sekarang," kata Jared lagi pada Suri.
"Tidak perlu, aku akan mengambilnya sendiri jika aku lapar, lagi pula kau suamiku, bukan pelayanku," kata Suri melirik sedikit ke arah Jared, tampak wajah ngambeknya kental sekali.
"Baiklah, apa yang ingin kau lakukan sekarang?" tanya Jared.
__ADS_1
"Aku tidak ingin melakukan apapun," kata Suri kembali menggulung tubuhnya dengan selimut, kali ini dia menutup semua wajahnya.
Jared yang melihat tingkah laku istrinya itu hanya tertawa kecil, berjalan ke sisi ranjang yang Suri tiduri lalu duduk di pinggirnya.
"Kenapa tidak ingin melakukan apapun?" kata Jared dengan suara lembut nan sabar, mencoba merayu istrinya yang sedang kesal dengannya.
"Karena aku tidak ingin jadi lelah," kata Suri yang menjawabnya di bawah selimutnya, Jared kembali tersenyum tipis, istrinya sedang menyingungnya.
"Jadi?" tanya Jared lagi.
"Jadi apa?" kata Suri membuka selimutnya, segera duduk untuk melihat wajah suaminya yang sekarang sedikit menyebalkan baginya, dia tetap memasang wajah ngambeknya, "Aku tidak mau melakukan apapun karena kau akan terus mengatakan aku akan lelah, aku akan kecapekan, ini bulan madu kita, tapi kenapa kau memperlakukan aku seperti anak kecil, bahkan kau tak ingin menyentuhku, jadi untuk apa kita di sini?" kata Suri sudah tak tahan untuk memendam kesalnya pada Jared, pria ini apakah memang benar-benar sangat tidak peka?
"Lalu? Kau ingin melakukan hal dewasa?" tanya Jared memandang istrinya, dia semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Suri, membuat Suri yang tadinya merajuk langsung terperangkap pada sorot mata Jared yang indah, jantung Suri seketika berdetak kencang.
"Kalau begitu, ayo bermain sesuatu yang dewasa sekarang denganku," kata Jared segera mencium bibir mungil dan tipis Suri, ******* bibir itu dengan cukup ganas bahkan hingga membuat Suri sedikit kesulitan mengimbangi permainan Jared.
Jared pun sebenarnya sudah berusaha keras menahan dirinya, sebagai pria yang sudah sah memiliki wanitanya, dia tentu ingin sekali bisa bercengkramah dengan Suri, tapi dia masih memikirkan keadaan Suri, namun jika terus diminta dan dipancing apalagi sekarang dia melihat Suri begitu menggairahkan dengan wajah bangun tidur yang manja, dan baju minim dan tipis, tentu saja perasaannya sebagai pria normal langsung bergejolak, lagipula sampai kapan dia akan membuat alasan untuk tidak menyentuh Suri.
Jared meletakkan tangannya di belakang kepala Suri, menahan wanita itu agar dapat diciumnya dengan ganas, tangannya yang lain mulai menyusupi pakaian Suri, menyisir jengkal demi jengkal kulit yang terasa sehalus sutra, membuat sengatan-sengatan kecil terasa menjalar ditubuh Suri.
Jared membantu Suri untuk berbaring, mencium telinga Suri hingga jatuh ke leher Suri yang putih, Suri mengigit bibirnya, merasakan sentuhan kulit mereka yang sekarang tak terhalang sehelai benang pun, wangi segar dari tubuh Jared tercium memabukkan untuk Suri, begitu juga Jared yang semakin menggila merasakan aroma lembut dari tubuh Suri, Jared menatap wajah Suri yang sudah merah dengan tatapan sendunya.
__ADS_1
Jared tersenyum sedikit, menyisipkan tangannya di bawah tubuh Suri, dan mengangkat sedikitĀ tubuh kecil istrinya agar leluasa mencium kembali bibir Suri, Suri melingkarkan tanganya pada tubuh bidang suaminya, merasakan gairah yang mereka ciptakan bersama, juga rasa yang tak akan pernah terlupa.
Suri menekan jari jemarinya pada tubuh Jared, membuat goresan yang sedikit memerah pada tubuh Jared, namun hal itu tak menjadi penghalang bagi Jared malah membuatnya semakin terkuasai gairah, Jared segera mencium Suri agar bisa menenangkannya sejenak, melihat sedikit air mata di sudut matanya.
"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Jared yang berhenti melakukannya. Suri membuka matanya, menggeleng sejenak pada suaminya.
"Tidak, aku tidak apa-apa," kata Suri lemah.
"Kau yakin?" kata Jared lagi.
"Ya, kita bisa lanjutkannya," kata Suri yang berinsiatif mencium Jared sekarang yang tentu langsung memicu Jared untuk bertindak lebih.
Napas mereka bersatu, lenguhan dan desahan terdengar menggambarkan kenikmatan, menyalurkan cinta dalam setiap sentuhan dan gerakan, bergumul dalam balutan kemesaraan, menciptakan momen begitu dekat dan intim, hingga akhirnya mencapai surga duniawi bersama-sama.
Jared merebahkan tubuhnya sambil memeluk Suri yang masih tampak mengatur napasnya, dia memandang Suri dengan tatapan lembutnya, Suri menatap suaminya juga dengan penuh cinta, akhrinya mereka bersatu juga.
"Jangan tanya aku lelah atau tidak," kata Suri yang sudah cukup anti dengan kata-kata itu, Jared langsung tersenyum.
"Baiklah, aku tidak akan menanyakannya," kata Jared lagi.
"Kau bertanya aku ingin apa hari ini kan? Aku tidak ingin melakukan apa-apa, aku hanya ingin begini denganmu seharian ini, boleh ya? " tanya Suri manja pada suaminya, Jared tambah tersenyum lebar.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menemanimu seharian di sini," kata Jared lagi mencium bibir istrinya kembali sambil memeluk erat tubuh Suri, menyatuhkan tubuh polos mereka untuk sekedar membagi kehagatan bersama kembali.