
Mobil mereka terus melaju, tak lama memasuki perumahan East Park yang megah, Ceyasa baru sadar bahwa di perumahan ini rumah Archie adalah rumah paling megah dan tempatnya juga paling strategis.
Mobil mereka berhenti, Gerald segera membukakan pintu untuk Archie, dan Archie membukakan pintu untuk Ceyasa. Ceyasa langsung tersenyum melihat suaminya membukakan pintu untuknya.
"Yasa!" teriak Nadia langsung, dia tampak berlari kecil ke arah Ceyasa, dan tanpa aba-aba langsung memeluk Ceyasa, terasa sangat merindukan sahabatnya ini, Nadia kira dia tidak akan lagi bisa bertemu dengan sahabatnya ini, karena itu dia sangat terharu juga senang ketika mendengar bahwa Archie berhasil menyelamatkan Ceyasa dari si Hujan yang kejam itu.
"Au," kata Ceyasa yang merasa sedikit nyeri ketika Nadia mulai menekan tubuhnya. Archie yang melihat itu langsung memisahkan Nadia dari Ceyasa. Melihat Archie memisahkan mereka, Nadia jadi menatapnya dengan wajah kesal, dia kan masih sangat merindukan Ceyasa.
"Jangan terlalu erat, Ceyasa masih terluka," kata Archie memperingatkan Nadia, mendengar suara Archie yang sedikit dingin namun perhatian membuat Nadia langsung baper, dia merasa Archie sangat perhatian pada Ceyasa.
"Uhhh, suamimu perhatian sekali, aku jadi iri," kata Nadia menatap Archie lalu melihat ke arah Ceyasa, Nadia merasa Ceyasa sedikit berbeda, tampak lebih anggun menggunakan gaun, seumur hidupnya baru kali ini dia melihat Ceyasa menggunakan gaun, "kau berbeda sekali, memang beda ya kalau orang sudah punya uang, bahkan dirimu saja bisa terlihat sangat cantik," kata Nadia lagi mengamati Ceyasa dari atas hingga bawah, Archie yang melihat kedua sahabat ini kembali berkumpul hanya geleng-geleng kepala saja, tidak punya minat untuk mendengarkannya, jadi Archie melanjutkan jalannya menuju pintu utama, William berdiri menyambut kakaknya.
"Kau ini, bukannya bertanya kabarku, malah sibuk memperhatikan penampilanku," kata Ceyasa yang kesal melihat temannya menatapnya dari atas hingga bawah.
"Belikan aku gaun seperti ini satu pasti aku juga akan secantik dirimu," ujar Nadia menggoda Ceyasa. Nadia segera mengandeng lengan Ceyasa, Ceyasa hanya memandang temannya kesal, tahu benar bagaimana sifat Nadia ini.
"Tidak mau, bagaimana kabarmu, maaf aku baru bisa datang sekarang," kata Ceyasa lagi mulai melangkah.
"Wah, baru beberapa bulan saja tak bertemu kau sudah sangat berbeda, mana Ceyasa yang asal bicara itu tidak pernah dijaga sama sekali? aku sampai kaget kau bisa bilang maaf," kata Nadia lagi dengan mengebu-gebu.
"Jangan membuatku kesal, aku sudah baik-baik berbicara denganmu, bagaimana caranya kau bisa bertemu dengan Archie, apa kau mencarinya ke sini?" tanya Ceyasa yang penasaran, mereka mulai memasuki rumah mewah itu, dia berjalan menuju ke ruang tengah, tempat Archie dan William tampak berbincang.
"Eh, itu, aku sebenarnya ingin sekali mencarinya, tapi aku malah dianggap orang gila karena mengatakan bahwa kau di culik oleh hujan, dan kebetulan aku dirawat oleh adik iparmu yang imut itu, jadi aku bisa bertemu dengan Pangeran lalu aku menceritakan semuanya," kata Nadia menjelaskan, wajah Nadia tampak sangat sumringah.
__ADS_1
"Katakan padaku, kau tidak menggoda adik iparku kan?" kata Ceyasa yang tahu sifat Nadia, dia langsung curiga, dia berhenti sejenak agar tidak didengar oleh Archie ataupun William.
"Sudah ku lakukan, dia sangat imut, dia menjagaku di sini," kata Nadia melihat William yang sedang tertawa bersama Archie, entah apa yang mereka bicarakan.
"Kau ini, tak bisakah kau menjaga sikap, aku akan meminta Archie mengirimmu pulang," kata Ceyasa sedikit kesal, temannya ini memang tidak tahu malu sama sekali.
"Jangan dong, aku suka di sini, selama aku di sini, belum ada pria yang aku lihat jelek, semuanya sangat tampan dan imut, bahkan Asistennya saja begitu hot," kata Nadia dengan wajah genitnya menatap Gerald yang ada di belakang Archie.
"Kau ya! kalau kau ingin di sini, jangan pernah menggoda siapapun, terutama adik iparku," kata Ceyasa kesal, suaranya bahkan sampai membesar.
Mendengar itu Archie mengerutkan dahinya, bukannya Ceyasa ke sini untuk mengucapkan terima kasih, tapi kenapa malah tampak kesal, dia jadi memperhatikan saja.
"Kenapa? itu bagus loh, jika aku bersama adik iparmu, kita bisa jadi saudara," kata Nadia lagi dengan wajah merajuk dibuat-buat.
"Ih, kau jahat sekali, tidak ingin bagi-bagi ya, aku kan juga ingin punya suami tampan, kaya, perhatian, pangeran lagi," kata Nadia memayunkan bibirnya.
"Kau tidak tahu bagaimana lingkungan kerajaan, bisa-bisa kau gila nanti di sana, lagi pula, aku tidak mau bersaudara denganmu, jadi sahabatmu saja aku sudah pusing," ucap Ceyasa lagi.
"Ada apa ini?" tanya Archie langsung memeluk pundak Ceyasa, mengelusnya kembali mencoba untuk meredam kekesalan Ceyasa yang tampak sangat nyata di wajahnya. William berdiri di samping Nadia untuk melihat apa yang terjadi, Nadia yang melihat William datang dan berdiri di sampingnya langsung berwajah sedih.
"Ceyasa, kau jahat sekali," ujar Nadia yang langsung berputar ke arah William, bersandar di dada William seolah dia menangis.
Ceyasa melihat tingkah temannya itu langsung membelalakkan matanya, Archie yang melihat itu pun terkejut melihat hal itu, dia langsung melihat adiknya, William yang sekarang dilihat oleh kakaknya dengan tajam, juga kakak iparnya langsung salah tingkah, dia saja bingung kenapa Nadia tiba-tiba begini padanya.
__ADS_1
"Tidak, tidak, aku," kata William bingung, mau menolak tapi Nadia sudah menempel menangis, dia jadi tak enak mendoronya, akan terlihat sangat kasar.
Ceyasa yang melihat sikap sungkan dan bingung William langsung merasa tak enak, kelakuan temannya benar-benar di luar batas.
"Nadia, jangan bersandiwara, ayo," kata Ceyasa yang menarik Nadia menjauh dari kedua anggota kerajaan ini.
Archie terus melihat ke arah William yang langsung salah tingkah, dia sampai menggeluarkan gestur menyatakan tidak ada apa-apa dengannya dan Nadia.
"Kau juga menggoda gadis seperti itu?" tanya Archie.
"Tidak, bener deh, aku hanya menemaninya, bukannya Kakak yang meminta untuk menjaganya, aku tidak melakukan apapun, tapi dia memang seperti itu," kata William lagi mencoba membuat percaya kakaknya, Archie mulai melembutkan padangannya, dia ingat bagaimana respon pertama Nadia saat bertemu dengannya, jadi dia bisa percaya bahwa Nadia yang melakukan hal itu.
"Berhati-hatilah, kau tahu kau bisa membuat Nenek serangan jantung jika tahu kau juga membawa wanita seperti itu ke kerajaan, sudah cukup aku saja yang membuat kejutan," kata Archie.
"Hehe, baiklah, Kak," kata William yang tersenyum canggung, dia bahkan sampai menggaruk sisi kepalanya.
"Kau ini, memalukan aku saja," kata Ceyasa begitu kesal dengan Nadia, bisa - bisanya dia berdrama begitu pada William.
"Hanya sedikit menggoda, Ceyasa jangan marah ya," kata Nadia lagi dengan wajah memelas.
"Awas kau melakukan hal itu lagi seperti itu lagi, jika aku melihatnya, aku akan menyuruh Gerald memulangkanmu malam ini juga," ancam Ceyasa.
"Baik, baik, aku tidak akan melakukannya lagi," kata Nadia dengan wajah tak rela.
__ADS_1