Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
106 - Maafkan Aku Tapi Itulah Aku.


__ADS_3

Suri yang melihat Archie sama sekali tidak membalas semua pertanyaannya, merasa sangat frustasi, dia langsung berdiri dan memeluk pinggang Archie dari belakang, memeluknya dengan begitu erat, membuat Archie kaget dan segera menghentikan langkahnya, hangat tubuh Suri yang menempel padanya begitu dia rindukan, Archie terus mencoba manahan dirinya sebisa mungkin, dia menggertakkan giginya, menggenggam tangannya dengan erat, dia terus bertahan, tak ingin meledak dihadapan Suri, matanya basah karenanya.


"Suri, lepaskan aku," pinta Archie lagi, sekuat tenaga mencoba untuk tetap tenang.


"Tolong jangan suruh aku pergi menjauh dari mu, aku hanya ingin bersamamu, aku sudah berusaha untuk bersama yang lain, tapi aku rasa aku begitu mencintaimu," ujar Suri pada Archie, suaranya sangat lirih.


"Suri, lepakan aku!" suara Archie lebih meninggi sekarang, dia merasa dia tak akan bisa menahan dirinya lagi setelah ini.


"Aku tidak akan melepasakanmu! Aku ingin bersamamu!" ujar Suri lagi.


Archie menarik paksa tangan Suri yang ada di pinggangnya, mencoba membuka pelukan Suri, dan tentu itu adalah hal yang mudah buat Archie, sekarang dia membalikkan tubuhnya, memegang tangan Suri dengan sangat erat, dia sudah berusaha untuk menahan dirinya, tapi Suri sudah membuat batas kesabarannya terusik.

__ADS_1


"Suri, apa kau tidak tahu bukan hanya kau yang tersiksa di sini! Aku juga, kau pikir kenapa aku harus pergi! Karena aku tidak ingin melihatmu seperti ini! kau pikir hanya kau saja yang tersiksa karena harus berpisah seperti ini, aku juga! Tapi aku tidak bisa mengambil sedikit pun resiko untuk mencelakaimu! Kau pikir aku tak sakit sepertimu!" Amarah Archie akhirnya tak bisa dibendung, dia meluapkan semua perasaan yang selama ini dirasakannya, karena semua orang bertindak seolah-olah dia tak merasakan apapun dengan perpisahan ini, memandang Suri yang tampak cukup kaget dengan kemarahan Archie padanya.


Namun melihat wajah Suri yang tampak sedikit ketakutan itu membuat Archie kembali ingat, wajahnya langsung melembut dan dia melepaskan tangan Suri.


"Aku akan sangat berbahaya untukmu, jika kita bersama, aku akan membunuhmu," lirih Archie pada Suri, suaranya yang tadi meninggi kini penuh kesedihan, matanya yang basah terlihat jelas oleh Suri, membuat Suri merasa sedih dan kasihan, tak menyangka melihat Archie menangis di depannya, ternyata pria yang dia cintai itu pun juga sama menderitanya.


"Bahkan sekarang aku sudah setengah mati tanpamu, aku hanya ingin bersamamu," kata Suri lagi dengan lembut, mencoba menenangkan Archie, tangan lentiknya mencoba untuk menyentuh wajah Archie.


"Ingat tentang bunga yang selalu ada di depan kamarmu, atau tentang anak yang menolongmu saat kecelakaan ski dan kau pingsan, itu bukan aku, aku hanya berbohong tentang hal itu," kata Archie sedikit tersenyum lemah.


Suri mengerutkan dahinya, bukannya itu yang membuat dirinya jadi begitu jatuh cinta pada sosok Archie yang sudah bertaruh nyawa untuk mencarinya saat kecalakan ski, bukannya bunga-bunga itu yang ada itu lah yang membuat Suri begitu menyukai sosok Archie yang sangat romantis.

__ADS_1


"Jared … dia yang melakukan semua itu, dia yang setiap pagi meletakkan bunga lili kesukaanmu di depan pintu kamarmu, dan dialah yang mencarimu semalaman dan menemukanmu meringkuk di tumpukan salju, seharusnya dialah pria yang kau cintai, bukan aku, aku hanya berbohong, aku dan dia membuat sebuah perjanjian, jika kau memilih aku, Jared harus meninggalkanmu, jika kau memilih dia, aku yang akan menjauh, aku tahu jika aku berkata jujur, kau akan bersamanya, karena pria yang kau suka adalah pria yang menolongmu dan memberimu bunga, tanpa sepengetahuan dia, aku mengaku menjadi pria itu, dan benar kau dekat denganku, karena itu dia pergi menjauh darimu selama ini, padahal dia sangat mencintaimu, semenjak pertama kali dia melihatmu, pria yang ada di dalam ingatanmu, bukan aku Suri, dia Jared, dan aku hanya pembohong yang demi mendapatkanmu, mengakui semua itu sebagai aku!" ujar Archie dengan suara gementar menahan diri, dia terus mengenggam tangannya, hingga urat-urat tangannya keluar, menahan sakit yang amat sangat, agar tak terlihat dari raut wajahnya.


Suri terdiam mendengar kata-kata itu, tanpa sadar dia malah menampar wajah Archie, tak menyangka selama ini dia dibohongi dengan begitu keji, hanya karna sebuah perjanjian, dia harus merasakan ini, selama ini dia begitu jatuh cinta dengan pengorbanan Archie, jatuh cinta dengan semua hal yang sudah di buatnya dulu pada dirinya, tapi ternyata Archie hanya pembohong yang demi tujuannya, Archie rela memanipulasi segalanya.


"Aku tidak percaya kau melakukan hal itu," ujar Suri.


"Maafkan aku, tapi itulah aku, aku melakukan hal itu," kata Archie tersenyum tipis.


Suri masih tak percaya, namun dia cukup marah kalau benar Archie melakukan hal itu, dia merasa perasaannya sungguh dipermainkan hanya kerena sebuah perjanjian, yang mana yang benar dia tak tahu sekarang, mana pria yang benar-benar menolongnya, sekarang dia juga tak tahu, Suri memandang mata Archie dengan kemarahan, dan dengan cepat dia meninggalkan Archie, tak percaya pria itu telah berbohong padanya.


Archie menarik napasnya panjang, hal ini memang seharusnya dilakukannya sejak dulu, Suri dan dia tak akan pernah bersatu.

__ADS_1


__ADS_2