Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
35 - Beri Aku Waktu.


__ADS_3

"Ya, baiklah, bagaimana kalian bisa bertemu kembali? apakah semalam kau pergi untuk ini?apakah dia sudah tahu tentang aku?" tanya Aurora terdengar lebih cerewet dari biasanya hanya untuk menutupi perasaannya dan Jofan tahu itu, Aurora selalu melakukannya jika dia sedih atau gugup.


Jofan hanya menggeleng pelan sambil melirik ke arah Aurora.


"Tadi malam ajudan Jendral Indra memanggilku untuk datang ke rumah sakit karena Jendral Indra dalam keadaan kritis, dia lalu memberiku sebuah dokumen tentang Sania dan tadi malam aku segera menemuinya, dia tidak tahu tentang dirimu," kata Jofan sebisa mungkin menjawab pertanyaan Aurora yang cukup bertubi-tubi.


Aurora mendengarkannya secara seksama, jadi benar, Jofan bersama Sania tadi malam dan bodohnya, tadi malam Aurora merasa begitu senang menanti Jofan pulang, bahkan memeluk bantalnya, padahal Pria yang ditunggunya itu sedang bersama wanita lain. Tapi apa yang diharapkan oleh Aurora, Jofan memang mencintai Sania, dan dalam hubungan yang rumit ini, dia hanya pelengkap sementara.


Aurora mengulas senyum manisnya.


"Dia pasti bisa salah sangka dengan hal ini, bisakah kau membawanya ke sini dan bertemu denganku, aku akan menjelaskannya dengan sebaik mungkin agar dia tidak salah paham," kata Aurora lagi.


Jofan kembali menggelengkan kepalanya pelan, membuat Aurora sedikit terdiam, apakah Jofan tak ingin Sania bertemu dengan dirinya?.


"Aku tidak bisa membawanya kemari karena dia tidak sadar," kata Jofan sedikit mengulas senyum  kecut.


Aurora yang mendengar itu sedikit terkejut, tidak sadar?.

__ADS_1


"Tidak sadar? Maksudmu?" tanya Aurora lagi dengan wajah kagetnya yang cantik, bahkan kaget saja dia terlihat sangat anggun.


"Dia sedang dalam koma, ayah dan ibuku yang selama ini menahannya, dia dipenjarakan oleh ayahku dan saat dia melahirkan anakku, dia jatuh dalam koma, Aurora aku dan Sania, kami memiliki seorang Anak," jelas Jofan pada Aurora, menatap wajah Aurora yang tampak tak percaya.


Aurora yang mendengarkan itu tampak sangat terkejut, semua kata-kata Jofan membuatnya terkejut, jadi selama ini Sania disekap oleh mertuanya? Dan Jofan sudah memiliki anak? Sania koma?. Semuanya membuat Aurora tidak bisa berkata-kata.


"Jadi bagaimana dengan anakmu jika Sania koma sejak dia melahirkan? Di mana dia? aku tak pernah melihatnya disekitar keluargamu," tanya Aurora.


"Aku tidak tahu, Ayahku memberikannya pada orang lain sesaat setelah dia dilahirkan, aku tak tahu di mana dia," kata Jofan dengan wajah yang tampak kembali sedih, setiap dia memikirkan nasib anaknya dia merasa benar-benar bersalah dan sangat sedih, bagaimana keadaan anaknya sekarang? apakah dia tumbuh dengan baik tanpa ayah dan ibunya? Apakah ada yang menjaganya dengan kasih sayang? Ataukah hidupnya menderita?, jika memang anaknya hidup menderita selama ini, dia pasti tak akan memaafkan dirinya sendiri, dia akan memastikan sisa hidup anaknya dipenuhi kebahagiaan, akan Jofan berikan apa pun untuk anaknya nanti.


"Benarkah paman setega itu? apakah tidak ada petunjuk sama sekali di mana anakmu?" tanya Aurora yang sekarang merasa miris, Aurora adalah penyuka anak-anak, mendengar nasib anak dari pria yang dicintainya ini malah jadi begini, hatinya yang sangat lunak itu tersentuh.


"Aku berharap anakmu akan secepatnya ditemukan dan dia dalam keadaan yang baik-baik saja, apa anakmu perempuan atau laki-laki?" tanya Aurora lagi, dia ingin menyiapkan sikap jikalau nantinya bertemu dengan anak Jofan, anak perempuan dan laki-laki harus dihadapi dengan cara yang berbeda.


"Entahlah, aku tidak tahu, bahkan ayahku tak mengizinkan ibuku mengetahui apa jenis kelamin anakku, dia langsung menyerahkannya, " kata Jofan muram, Aurora melihat itu merass tak enak, dia tak ingin melanjutkannya.


"Jika butuh bantuan, aku siap untuk membantumu, mungkin aku bisa meminta tolong pada sepupuku untuk mencarinya, dia Pedana Menteri sekarang, hal itu akan lebih mudah baginya," kata Aurora pada Jofan dengan lembut dan penuh perhatian.

__ADS_1


Jofan sedikit menaikkan sudut bibirnya, memperlihatkan sedikit senyuman manisnya, Aurora melihat itu, dia pun tersenyum.


"Aurora tentang kita …. " kata Jofan menatap Aurora, Aurora kembali tegang, akhirnya tetap saja harus masuk ke dalam pembicaraan ini.


"Ya?" kata Aurora siap mendengarkan apapun keputusan Jofan.


"Aku sudah menceritakan semuanya, namun semua hal ini akan aku serahkan padamu, aku tidak ingin kau terus seperti ini seumur hidupmu, aku tahu selama ini aku tidak memperlakukanmu dengan baik, aku bukan suami yang baik, tapi sekali lagi seperti awal sebelum kau memutuskan untuk menikah denganku, aku akan menyerahkannya padamu, jadi aku akan mengatakannya, aku akan memilih Sania saat dia bangun nanti, sampai saat itu …. " kata Jofan langsung pada Aurora yang sudah menahan dirinya untuk tetap tegar di depan Jofan, dia mengenggam tangannya sendiri di bawah meja.


"Sampai saat itu bolehkah aku tetap berasama kalian, aku janji setelah Sania sadar aku akan pergi dari kalian, aku tidak akan menganggu kalian, aku janji," Aurora tampak mengebu mengatakannya, dia menarik napasnya panjang sejenak.


"Dan bolehkah aku membantumu untuk menjaganya? Percayalah padaku, aku tidak akan melakukan apapun yang membahayakannya, selain itu seperti kataku, mungkin aku bisa sedikit membantu dalam mencari anakmu, aku hanya ingin melakukan sesuatu untuk kalian sebelum aku pergi, aku ingin meninggalkan kenangan yang indah untuk kalian dan sedikit mendapatkan waktu untuk bisa lebih lama bersama anak-anak, boleh kah? " mata Aurora memancarkan pengharapan yang begitu dalam, membuat Jofan tak bisa menolaknya, itu hal yang kejam jika dia tidak mengabulkan hal ini dan langsung memutuskan hubungan dirinya dan Aurora, lebih kejam lagi dia akan memutuskan hubungan Aurora dengan keponakannya yang sudah di anggap Aurora anaknya sendiri.


Jofan menganggukkan kepalanya, mungkin hanya ini yang bisa dia berikan untuk Aurora terakhir kalinya, dia tidak ingin menjadi orang yang kejam, setidaknya untuk akhir hubungannya dengan Aurora, dia sudah mengabulkan permintaannya.


"Terima kasih," kata Aurora tersenyum manis walau pun hatinya hancur, akhirnya memang tak ada tempat dia di samping Jofan, namun setidaknya dia masih punya sedikit untuk bersama dikeluarga ini waktu hingga Sania sadar.


__________________________________________

__ADS_1


Aurora



__ADS_2