Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
90 - Dia Akan Menggunakannya Untuk Melawanku!


__ADS_3

Ceyasa langsung berlari ketika dia sudah keluar dari rumah Rain, seperti orang yang baru saja keluar dari penjara, Ceyasa terus saja berlari, tidak ingin sampai pria aneh itu memanggilnya atau berubah pikiran dan menahannya kembali.


Para penjaga yang mendapatkan perintah untuk membukakan pintu, tampak buru ketika melihat Ceyasa yang berlari ke arah mereka, dengan celah yang cukup kecil, Ceyasa menyelinap keluar, tidak ingin menunggu sedetik pun di sana lagi, dia segera melihat motornya yang terparkir, memakai helmnya dan segera buru-buru membawa motornya keluar dari sana, dia benar-benar cukup panik ada di sana, bagaimana bisa orang-orang kaya tahunya hanya menindas yang kecil saja?


Ceyasa memutar gas motornya dengan kecepatan tinggi, ingin segera keluar dari area rumah ini, sayangnya untuk sampai ke jalan raya saja butuh waktu yang cukup lama, Ceyasa bahkan tidak punya waktu untuk menikmati betapa indahnya pemandangan dari atas sana yang memperlihatkan dengan jelas pemandangan kota mereka.


Awalnya Ceyasa berpikir Nathan lah yang menolongnya, pria itu pria yang baik awalnya, sangat perhatian, namun menjadi begitu brengsek dan ternyata bukan dia juga yang menolong Ceyasa, Ceyasa memang ingin tahu siapa yang sudah  menolongnya, tapi setelah tahu pria seperti Rain itu yang menolongnya, Ceyasa malah berharap dulu dia tidak ditolong, dan sekarang, dia harus berurusan dengan pria itu.


Pikiran Ceyasa yang sedikit melayang membuat dia kaget ketika melihat jalan yang menghubungankan jalan khusus dengan jalan raya itu sekarang malah ditutupi oleh sebuah mobil hitam yang terparkir tepat diperbatasan jalan raya dan jalan khusus.


Ceyasa yang melihat itu langsung kaget dan menarik rem tangannya dengan cepat mengakibatkan Ceyasa hampir saja jatuh, siapa lagi ini? pikirnya.


"Nona Ceyasa?" kata pria-pria dengan setalan jas hitam dan kaca mata hitam khas penjaga berdiri di depan Ceyasa yang menatap mereka malas, baru saja keluar masa di suruh balik lagi, pikir Ceyasa.


"Aku tidak ingin kembali ke sana," ujar Ceyasa ketus, menatap seluruh tempat, ke mana dia bisa melarikan diri.


"Kami tidak ingin mengajak Anda ke sana, Tuan Gerald ingin bertemu dengan Anda," ujar pejanga itu.


"Gerald?" kata Ceyasa tak percaya.


"Motor Anda akan kami amankan, masuklah ke dalam mobil, Tuan Gerald sudah menunggu Anda di dalam," ujar penjaga itu.


"Oh, benarkah? kau tidak membohongiku?" ujar Ceyasa tak percaya, dia baru saja masuk ke dalam kandang singa, tidak ingin kembali masuk ke kandang buaya dengan mudah.


"Masuklah," ujar Gerald yang menurunkan sedikit kaca mobilnya, mengintip Ceyasa. Ceyasa yang melihat itu segera mengenali Gerald, dia lalu mengangguk.


Pintu dibukakan oleh salah satu penjaga, Ceyasa segera masuk ke dalam mobil yang suasanannya sangat berbeda dari luar sana, Ceyasa merasa minder, sepertinya bau mataharinya langsung menyeruak di dalam mobil.


Begitu pintu tertutup, mobil itu dengan cepat pergi, Ceyasa memperhatikan seorang penjaga yang mengamankan motornya, setidaknya dia harus tahu motornya aman, dari pada dia harus menggantinya.


"Apa yang kau lakukan di sana?" tanya Gerald menatap wajah Ceyasa yang tampak merah kepanasan.


Ceyasa menatap Gerald, apa dia harus mengatakan sesungguhnya bahwa di dalam sana tadi dia habis diancam? Hal itu akan sampai ke Archie dan membuat Archie khawatir.


"Oh, aku hanya mengantarkan pesanan ke sana," ujar Ceyasa dengan senyuman dibuat-buat yang terpaksa, Gerald mengerutkan dahi, seolah tak percaya. Dia mengambil sebuah tablet, lalu menekan beberapa hal, lalu menunjukkan pada Ceyasa.


"Pangeran ingin berbicara padamu," ujar Gerald lagi dengan sikapnya.

__ADS_1


"Baiklah," ujar Ceyasa lagi, melihat layar tablet itu yang masih memanggil, entah kenapa melihat itu jantung Ceyasa menjadi berdebar, tak lama panggilan itu tersambung.


Ceyasa langsung tersenyum melihat wajah yang tampak di sana, Archie sedang ada di kantornya, tampak begitu tampan dan rapi  dari pada yang Ceyasa ingat, beberapa hari tak melihat pria ini, dia sangat berubah.


"Dari mana saja kau ini?" tanya Archie langsung, terdengar sedikit kesal, lebih banyak khawatirnya.


"Eh, aku?" tanya Ceyasa yang kaget tibat-tiba dimarahi oleh Archie, Pria menyebalkan ini, baru juga bertemu lagi, langsung memarahinya, dasar, umpat Ceyasa dalam hati.


"Ya, siapa lagi? kata para penjaga kau menghilang ke suatu tempat dan mereka tidak boleh masuk daerah itu," kata Archie langsung, tak bisa menutupi perasaannya yang cukup khawatir mendengar hal itu.


Ceyasa yang mendengarkan itu langsung mengerutkan dahi, bukannya kata Archie dia tidak ingin lagi berhungan dengannya, mereka harus pura-pura tak kenal dan seolah tidak pernah bertemu, tapi kenapa sekarang dia malah menelepon dirinya dan sekarang marah-marah, tunggu … apa selama ini?


"Kau memata-matai ku ya?" ujar Ceyasa langsung.


Mendengarkan hal itu Archie langsung terdiam, kan seharusnya Ceyasa tak tahu bahwa selama ini dia memang memantau Ceyasa, dia tidak boleh tahu selama ini Archie mengirim orang untuk menjaganya.


"Aku hanya ingin menyerahkan surat cerai padamu, kalau kau hilang, kan aku repot, seumur hidup harus terikat denganmu," ujar Archie mencari alasan yang tepat.


"Oh, benarkah? apakah suratnya sudah keluar? " ujar Ceyasa kaget, wajahnya tampak sumringah, membuat Archie menyipitkan matanya, kenapa wanita ini malah senang sekali bercerai dengannya, padahal banyak wanita yang ingin menikah dengannya.


"Belum, masih mengantri, memangnnya hanya surat ceraimu saja yang penting, " ujar Archie lagi.


"Jawab dulu, kemana kau pergi?" tanya Archie lagi, merasa tidak direspon oleh Ceyasa.


"Aku pergi mengantarkan buah-buahan ke salah satu pelanggan, kenapa sih? Eh, ngomong-ngomgon aku sudah kerja loh, kau bilang kerja di sini susah, ternyata begitu gampang," pamer Ceyasa pada Archie, Archie mengulas senyum mengejek, dalam hatinya berkata, kalau saja tanpa dia, mungkin saat ini Ceyasa masih hanya terkurung di rumah tuanya itu.


"Baguslah, sudah lah, kau mengganggu jadwalku, lain kali jangan mengantar barang, merepotkan," gerutu Archie lagi, dia langsung mematikan panggilan video itu, membuat Ceyasa mengerutkan dahi, loh, kok Archie yang marah? kan yang tiba-tiba menghubungi dan juga menganggunya dia, terkadang memang pria-pria ini susah sekali ditebak.


"Ini," ujar Ceyasa memberikan tabletnya pada Gerald, Gerald langsung mengambilnya, "Sudah kan? Aku harus kembali ketempatku bekerja, " ujar Ceyasa lagi menatap Gerald.


"Ya, ingin di antar hingga ke sana?" tanya Gerald lagi melirik ke arah Ceyasa.


"Tidak perlu, turunkan saja aku di sini, akan menjadi pertanyaan orang-orang jika aku di antar dengan mobil mewah seperti ini, " kata Ceyasa sedikit tersenyum, menunjukkan betapa manisnya dia tersenyum, Gerald yang melihat itu baru menyadarinya.


"Oh, baiklah, berhenti di sini," ujar Gerald sedikit terpana tadinya.


"Baiklah, terima kasih Gerald," ujar Ceyasa sambil membuka pintu mobil itu.

__ADS_1


"Ikuti dia seperti biasa," ujar Gerald lagi.


Gerald melihat ke arah Ceyasa, dia berjalan ke belakang, memasang helmnya kembali lalu pergi dengan motornya, Gerald masih melihat kepergian Ceyasa saat tiba-tiba ponselnya berdering, Archie meneleponnya.


"Halo? " tanya Gerald


"Dia masih ada di situ?" tanya Archie serius.


"Dia minta turun dan pergi dengan motornya, " kata Gerald menjelaskan, belum lepas melihat ke arah Ceyasa yang menghilang di belokan, setelah itu dia baru melihat ke arah depan.


"Sudah tahu kemana dia tadi?" tanya Archie lagi, dari suaranya dia benar-benar serius.


"Menurut data yang aku dapatkan," Gerald berhenti sebentar membaca sesuatu yang ada di tabletnya, wajahnya sedikit kaget.


"Ada apa?"


"Aku tidak percaya membacanya, tapi aku rasa kau tidak akan suka mengetahui dari rumah siapa tadi Ceyasa berada," ujar Gerald


"Siapa?" tanya Archie makin penasaran.


"Rain. "


"Rain? Maksudmu? Rain Arthur?" tanya Archie tak percaya, bagaimana Ceyasa bisa diikuti oleh orang-orang Rain, apa Rain tahu hubungan Ceyasa dengan Archie? apakah ini akan menjadi masalah bisnis? Kepala Archie seketika pusing, dia memegangi kepalanya, kenapa bisa begini?


"Ya, sepertinya ada sesuatu yang Rain rencanakan, kita harus hati-hati dengannya, aku dengar dua hari lagi, mereka akan menempati tempat di gedung Hexan Corp," kata Gerald lagi.


"Ya, aku juga mendengarnya, apapun itu terus beri penjagaan untuk Ceyasa, jika ada yang mencurigakan, bawa dia ke East Park, " ujar Archie


"Kau yakin? Bukannya kau ingin tidak berurusan lagi dengannya, kalau berurusan dengannya akan semakin runyam masalahnya, "


"Bukannya sekarang sudah semakin runyam, jika Rain menggunakan dia untuk menjatuhkanku, itu akan lebih parah," ujar Archie lagi-lagi mencubit pangkal hidungnya, terasa sangat pusing sekarang.


"Baiklah, aku akan ikuti kata-katamu," ujar Gerald yang merasa apa yang dikatakan oleh Archie itu benar adanya.


"Terus selidiki apa maksud dari Rain, aku ingin tahu apa maksud sebenarnya," perintah Archie.


"Baik," kata Gerald.

__ADS_1


Archie menutup panggilan teleponnya, berusaha untuk menenangkan kembali pikirannya, si Rain itu, bagaimana bisa kenal dengan Ceyasa?


__ADS_2