
"Yasa, aku dengar kau akan menikahi Sebastian," ujar Nadia dengan suara lemah, merasa kasihan dengan temannya, sejak kecil Ceyasa selalu menjadi sasaran kemarahan, dia selalu di siksa oleh bibi dan pamannya, benar-benar bagaikan anak tiri, setelah dewasa malah akan di jual pada pria yang lebih tua dan menjijikan seperti Sebastian itu.
"Aku tidak apa-apa, cepat serahkan itu padanya, dia pasti sangat menunggu," kata Ceyasa menghapus air matanya yang mulai turun lagi, Nadia tampak tak tega tapi yang dikatakan oleh Ceyasa benar dan siapa yang tahu mungkin pria itu bisa membantu Ceyasa. Namun baru saja dia ingin berjalan, Ceyasa langsung mencegatnya, "Jangan bicara apa pun tentang diriku, biar dia pulang saja, aku tidak ingin dia terlibat masalah lagi karena aku, " Ceyasa tampak memperingatkan Nadia, Nadia terdiam sebentar, dia lalu mengangguk.
Nadia segera bergegas pergi dari sana, dia tampak buru-buru, menggenggam ponsel Archie dengan sangat erat, dia segera berlari menuju ke kantor polisi satu-satunya yang ada di sana. Setelah dia masuk ke dalam kantor polisi itu, semua orang kaget melihat keadaan Nadia yang terengah-engah karena habis berlari.
"Aku … aku ingin bertemu dengan pria yang baru ditahan tadi," kata Nadia menatap salah satu polisi di sana, untung saja ayahnya adalah Kepala Polisi, jadi para Polis di sana kenal dengan Nadia dan dia dibebaskan untuk keluar masuk ke area itu.
"Dia ada di sel sementara di belakang," kata polisi itu memberitahu Nadia.
"Baiklah, terima kasih, " kata Nadia segera masuk ke dalam kantor polisi itu sudah seperti rumahnya sendiri.
Nadia segera masuk dan melihat sel-sel kecil yang memang diperuntukan untuk menahan para kriminal sementara sebelum diserahkan pada rumah tahanan yang ada di luar pulau, mata Nadia langsung menangkap sosok Archie yang sangat mencolok di sana, dia sedang duduk di lantai tampak pasrah.
Archie sudah tak tahu harus apa, dia awalnya berontak saat ingin dimasukkan ke dalam sel, Archie sudah mengatakan siapa dia sebenarnya, tapi mereka hanya menertawakannya, tentu saja, siapa sih yang percaya Archie ini seorang pangeran? untuk apa seorang pangeran ada di desa kecil antah berantah ini, bahkan tempat ini tak ada di peta sama sekali. Kenapa nasibnya malah seperti ini?
"Tuan!" kata Nadia langsung, Archie yang tadinya pikirannya entah terbang kemana langsung kaget melihat Nadia yang tiba-tiba saja muncul dan mengejutkannya. Untunglah dia masih ingat wanita ini adalah teman dari Ceyasa.
"Ada apa?" kata Archie antusias, kenapa wanita ini boleh masuk ke dalam sini?
"Ceyasa menyuruhku untuk menyerahkan ini untukmu, dia tidak tahu cara menggunakannya, aku tahu itu ponsel, tapi ponselmu terlalu canggih, aku tidak mengerti juga, jadi dia menyuruhku untuk memberikannya padamu, " kata Nadia sambil mengamati sekitarnya, dia menyodorkan ponsel itu.
Archie yang hanya mendengarkannya sedikit terkejut, benar-benar, zaman sekarang siapa sih yang tidak bisa mengunakan ponsel?
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih," kata Archie yang segera melihat ponselnya yang retak, mencoba untuk menghidupkannya, mudah-mudahan ponsel itu tidak rusak, Archie langsung terlonjak berdiri melihat ponselnya yang ternyata masih bisa digunakan.
Nadia yang melihat tingkah Archie itu hanya bisa terdiam, Archie segera mencari kontak Gerald, dia langsung menghubunginya, Archie tampak panik dan cemas, dia bahkan berputar-putar sambil menunggu panggilan itu diangkat.
"Angkat! Angkat, ayo angkat," gumam Archie pada dirinya sendiri sambil terus berputar-putar di sel itu, membuat Nadia kebingungan, pria ini sedang apa? pikirnya, tak lama panggilannya langsung terhubung.
"Selamat pagi menjelang siang Pangeran," jawab Gerald enteng.
"Aku butuh bantuanmu! " kata Archie.
"Sudah ingin pulang sekarang? apa kau sudah menikmati semuanya di sana?" kata Gerald lagi.
"Ya! aku bahkan sudah menikmati penjaranya!" teriak Archie pada Gerald, Gerald yang sedang minum di sana terdengar tersedak hingga terbatuk.
"Kau serius!" kata Gerald tidak percaya, bisa mati dia jika ada yang tahu dia mengirim seorang pangeran ke suatu tempat hingga dia di penjara.
"Baik Pangeran, kami akan tiba secepatnya," kata Gerald langsung serius.
Archie tak mengatakan apapun, dia segera mematikan panggilan teleponnya. Melihat Nadia yang terbengong melihat kelakuan Archie, pria tampan yang terlihat kalem ini ternyata jika marah mengerikan, tapi bertambah seksi, pikir Nadia menatap Archie.
"Terima kasih," kata Archie pada Nadia yang masih diam memandang dirinya.
"Sama-sama, oh, ya Tuan, Ceyasa meminta maaf padamu, karena dia kau harus seperti ini," kata Nadia lagi lembut, dia menarik sebuah kursi yang ada di sana, duduk di depan sel Archie, seolah ingin menemani pria itu di sana.
__ADS_1
Archie mendekat ke arah Nadia, dia kembali duduk di lantai dan bersandar di tembok.
"Tidak apa-apa," kata Archie masih pusing memikirkan dirinya, hari ini kacau sekali.
"Tuan, jika kau bebas, maukah kau menolong Ceyasa sekali lagi?" tanya Nadia.
"Kenapa dengan dirinya?" tanya Archie dengan kerutan di dahinya.
"Sebenarnya Ceyasa tidak mengizinkanku untuk mengatakannya padamu, dia takut kau terlibat masalah lagi dengannya, tapi aku rasa kau harus tahu, aku kasihan pada Ceyasa, dari kecil dia itu sangat menderita, dia selalu jadi sasaran penyiksaan paman dan bibinya, awalnya bibi dan pamannya meninggalkannya sendiri berharap Ceyasa mati kelaparan, tapi ternyata dia bisa bertahan, dan sekarang dia akan di jual pada seorang pria, pria itu sangat tua dan menjijikkan," kata Nadia menjelaskan pada Archie, Archie yang mendengar itu awalnya hanya bereaksi biasa saja, tapi mendengar Ceyasa akan di jual, matanya membesar.
"Itu kejahatan, bagaimana mereka bisa melakukan hal itu? " kata Archie tak habis pikir, bagaimana bisa seperti itu?
"Karena kalian ditangkap basah berduaan di dalam kamar, bibinya beralasan tidak akan ada yang ingin menikahi Ceyasa, karena itu lebih baik dia dinikahkan dengan pria itu, bibinya akan mendapatkan imbalan yang besar jika dia masih perawan," kata Nadia tampak suram.
"Tapi kami tidak melakukan apa pun?"
"Tapi disini jika sudah seperti itu, gadis itu tidak akan diterima oleh siapa pun, ini salahku menyuruhnya menjagamu sendirian," kata Nadia merasa sangat bersalah, bodoh sekali dia kenapa tak berpikir hal ini akan terjadi.
"Kapan dia akan menikah?”
"Aku dengar mereka sudah mengaturnya malam ini."
"Malam? bagaimana bisa?"
__ADS_1
"Bibi itu pasti menyogok orang-orang di catatan sipil."
Archie mengertakkan giginya, dia melihat ponselnya, Gerald! Kau harus secepatnya datang, pikir Archie yang sekarang sangat kelut.