Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
224 - Jangan Pergi Suri.


__ADS_3

Ceyasa terbangun di tengah tidurnya, dia lalu menatap ke arah sekelilingnya, saat melihat ke arah jam, jam masih menunjukkan pukul 1 pagi, Archie masih tidur dengan tenang seperti seorang malaikat dengan wajah tampan nan sempurnnya, berbeda sekali jika dia sudah bangun, serasa wajah jahil selalu ada di wajahnya itu.


Ceyasa lalu mencoba untuk kembali menutup matanya, namun merasakan sedikit rasa kering di tenggorokkannya, karena itu dia memutuskan untuk turun dari ranjangnya dan segera berjalan keluar dari kamar mereka.


Dia membuka  pintu kamarnya, merasa ruangan itu sudah mulai temaram, hanya ada sedikit cahaya di dekat ranjang Suri, Ceyasa melihat ke arah itu, melihat Jared masih saja duduk dengan setia di samping Suri diterangi remangnya cahaya lampu baca, melihat itu membuat Ceyasa terdiam, bisa ikut merasa betapa dalam perasaan Jared pada Suri.


"Hei, kau ingin aku seharian ini bersamamu bukan? Aku sudah melakukannya, aku memang menyuruhmu untuk istirahat hari ini, tapi bukan berarti kau harus tidur seharian, Suri, bangun lah, besok aku berjanji akan menemanimu lagi seharian, tapi berjanjilah untuk bangun, aku sangat merindukanmu," Suara Jared terdengar serak dan pelan, namun karena di sana sangat sepi, bahkan Ceyasa bisa mendengarkannya, sayup-sayup menyayat hati.


Pria itu tampak tegar di depan semua orang, dia tampak begitu bisa di andalkan, dia memastikan selalu ada di samping Suri bahkan saat semua orang tampak tak tega, menemani wanitanya, mungkin ini yang dikatakan cinta sejati, tak peduli senang ataupun sakit, dia selalu ada di sampingnya, Ceyasa yang melihat itu hanya merasa Suri sangat beruntung memiliki seseorang pria seperti Jared.


Ceyasa tanpa sadarnya berjalan mendekati Jared, lirih suaranya menyentuh Ceyasa, bukan terpukau, hanya saja sebagai wanita dia bisa merasakan sedihnya yang menyentuh hati siapa pun.


Jared yang melihat kedatangan Ceyasa langsung mengusap matanya yang tampak basah, tangannya itu tidak pernah terputus memegang tangan Suri, seolah tak akan pernah meninggalkan wanita itu walaupun hanya sedetik.


"Suri tidak akan apa-apa, dia wanita yang kuat, aku yakin esok dia sudah sadar, benarkan Suri? Besok pagi ketika dia sudah sadar, dia pasti akan sangat senang, dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya, Suri, sadarlah, mereka sangat menunggumu," kata Ceyasa memandang Suri yang wajahnya tak sepucat pertama kali dia melihatnya.

__ADS_1


Jared yang mendengar kata-kata Ceyasa hanya sedikit menaikkan sudut bibirnya, melihat ke arah Suri sekali lagi, ibu jarinya mengelus lembut tangan Suri, Ceyasa hanya memperhatikan pria itu, dingin namun sekarang terlihat sangat rapuh, seolah semangatnya hilang dibawa pergi oleh Suri.


"Terima kasih, kau belum tidur?" tanya Jared yang melihat Ceyasa masih di sana.


"Aku hanya ingin mengambil minum, aku rasa kau juga butuh istirahat, jika Suri melihatmu dengan keadaan seperti itu, dia pasti sangat sedih, tidak tahu kau percaya padaku atau tidak, aku bisa menggantikan mu sejenak, tidurlah, 2 atau 3 jam itu sudah cukup membuat matamu tidak cekung seperti itu," kata Ceyasa dengan senyuman lembut, Jared melihat ke arah Ceyasa.


"Tidak apa-apa, aku akan menunggu di sini," kata Jared.


"Lalu saat besok Suri bangun, kau yang akan kelelahan, padahal kau berjanji padanya untuk menemaninya seharian besok, Suri pasti sangat khawatir melihatmu begitu, tidurlah di sofa itu, jarak kalian hanya 1 meter, jika ada apa-apa, aku pasti akan membangunkanmu," kata Ceyasa lagi karena di ranjang di dekat Suri, Bella sudah tidur karena kelelahan.


"Ya, pasti, tenang saja," kata Ceyasa lagi.


Jared segera berdiri, bahkan berdiri saja dia sudah mulai merasa agak kesusuhan karena entah sudah berapa lama dia duduk di sana, Ceyasa segera menggantikan posisi Jared, duduk di samping Suri, Jared lalu segera merebahkan tubuhnya di sofa yang tak jauh dari ranjang Suri, perlahan melihat ke arah Suri. Melihat Ceyasa yang tampak mulai berbicara dengan Suri.


"Ehm, Suri, ini pertama kalinya kita berbicara, dan sayangnya kita harus berbicara dengan keadaan seperti ini, tapi aku pernah baca, jika seseorang tak sadar, indra pendengarannya lah yang paling aktif, jadi jika kau di sana sedang berjuang, berjuanglah terus, kau tak tahu berapa banyak orang di sini yang begitu mencintaimu, mereka mencurahkan waktu dan juga tenaganya hanya untukmu, jadi jangan pernah menyerah di sana," kata Ceyasa mengelus tangan Suri yang terasa hangat, hangat karena genggaman Jared sebelumnya.

__ADS_1


Ceyasa melirik ke arah Jared, tampak pria itu sudah mulai menutup matanya, tak menyadari betapa lelahnya dia, padahal dia juga sangat membutuhkan istirahat, karena itu walaupun baru beberapa menit dia membaringkan tubuhnya, dia sudah tak bisa lagi menahan kantuknya.


Hening sejenak, Ceyasa membiarkan agar Jared bisa masuk ke alam mimpinya dengan tenang, saat memastikan pria itu sudah tampak tertidur, Ceyasa lalu melihat ke arah Bella yang juga masih tertidur pulas, begitu banyak yang mencintainya, Ceyasa jadi sedikit berandai, jika saja dia yang di posisi Suri, akankah ada orang-orang yang menunggunya seperti ini?


"Suri, jangan pergi, jangan menyerah, kau akan sangat menyesal jika kau menyerah sekarang, meninggalkan seseorang seperti Jared dan menyerahkannya pada orang lain, kau tidak akan mendapatkan pria seperti itu lagi bahkan dalam satu kehidupan, kau hanya akan menemukan pria sepertinya sekali dalam seumur hidupmu," kata Ceyasa lagi sedikit mendekatkan dirinya, seolah berbisik di telinga Suri.


Suri tiba-tiba mengenggam tangan Ceyasa dengan erat, Ceyasa melihat itu kaget, dia melihat ke arah Suri, namun Suri tetap saja keadaannya seperti itu, namun genggaman tangan itu sangat terasa pada Ceyasa, Ceyasa tersenyum, dia merasa Suri mengerti dan tahu apa yang dia katakan.


"Semangatlah, kami menunggumu sadar Suri," bisik Ceyasa lagi, Ceyasa menunggu Suri untuk menggenggam tangan Ceyasa lagi, namun sayangnya hingga Ceyasa tertidur, genggaman tangan itu tidak lagi terasa.


Ceyasa sedikit mengeliat merasakan tubuhnya terselimuti oleh kehangatan, merasa ada yang seperti memberikan sesuatu pada tubuhnya, Ceyasa perlahan membuka matanya, dia memang sangat mudah terusik tidurnya.


"Oh, maafkan Bibi, Bibi tak bermaksud untuk membangunkanmu," kata Bella melihat Ceyasa yang terbangun, Ceyasa lalu segera menegakkan tubuhnya, dia tak sengaja tertidur di samping ranjang Suri, ternyata Bella menyelimuti tubuh Ceyasa dengan selimut yang tadi digunakannya.


"Tidak Bibi," kata Ceyasa tersenyum sungkan, melihat kesekeliling, masih sepi sekali, bahkan Jared masih tidur di sofanya.

__ADS_1


"Tidurlah ke kamarmu biar Bibi yang gantian menjaganya, Bibi tidak menyangka kau ada di sini, Bibi kira Jared yang menunggu tadi malam," kata Bella perlahan, tak ingin membuat gaduh dan membangunkan semua orang yang sedang tampak begitu lelah.


__ADS_2