Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
112 - Let Me Be Your Hero!


__ADS_3

Jared berjalan dilorong istana, setelah selesai dari pemakaman dia meminta izin untuk kembali ke istana sejenak untuk mengambil beberapa barang dan keperluannya karena bagaimana pun dia belum bisa sepenuhnya pindah ke tempat pamannya.


Dia berjalan dengan sangat gagah dan tak lama dia melihat Suri keluar dari kamarnya, Suri tampak sedikit kacau, matanya sembab seperti habis menangis semalaman, Jared menghentikan langkahnya sebentar, Suri yang baru keluar pun sedikit terkejut menatap sosok yang ada di depannya.


Tak ada senyuman, tak ada pula sapa dan salam, hanya saling menatap mengamati keadaan masing-masing.


Perkataan Archie langsung terngiang di kepala Suri, tentang siapa sebenarnya yang menolong dirinya dan meletakkan bunga-bunga itu di depan kamarnya, apakah benar pria ini yang melakukannya? Ataukah itu hanya alasan Archie agar menjauh darinya?


Jared yang akhirnya memberikan sedikit senyum ramah, namun tak melakukan apapun, dia hanya kembali berjalan melewati Suri yang tak putus pandangannya menatap  Jared, hingga beberapa langkah setelah Jared melewati Suri.


"Jared," ujar Suri dengan suara seraknya.


Jared yang mendengar namanya dipanggil langsung berhenti, lalu memutuskan untuk membalik badannya


"Ada apa?" ujarnya dengan sedikit nada ramah.


"Apakah kau yang menolongku saat kecelakaan ski itu?" kata Suri dengan tatapan nanar penuh kesedihan. Jared mendengar itu hanya diam sejenak, mengamati wajah cantik Suri yang penuh dengan kemuraman.


"Apakah itu masih penting? Baik aku dan Archie sama-sama menolongmu," kata Jared pada Suri.


"Tolong beri aku jawaban yang sebenarnya?" kata Suri menutut jawaban.


"Jika aku katakan iya, apakah hatimu akan berubah?  apakah detik ini kau langsung bisa menyukaiku seperti kau menyukai Archie? tidak bukan? walaupun aku mengatakan iya, pria yang kau cintai tetap saja Archie, tidak mungkin cinta yang ada selama belasan tahun, akan langsung berubah hanya dengan aku mengatakan ya," ujar Jared dengan sedikit senyuman putus asa, melihat Jared yang mengatakan hal itu, Suri semakin merasa tak enak, memang apa yang dikatakan oleh Jared benar, walaupun tahu siapa sebanarnya yang menolongnya, hal itu hanya awal dari dia menyukai Archie, waktu dan kebersamaan mereka lah yang membuat Suri jatuh cinta.


"Baiklah, aku harus mengambil beberapa barangku," ujar Jared langsung membalikkan tubuhnya.


Air mata Suri jatuh ketika Jared membalikkan tubuhnya, dia merasa sendiri, Archie mendorongnya pergi, sedang pada Jared dia tak tahu harus apa, dia tak ingin Jared merasa dirinya hanya sebagai pelarian, namun sejujurnya dia butuh seseorang disampingnya sekarang.


Jared yang mendengar isakan tangis Suri, kembali menghentikan langkahnya, walaupun dia tahu bukan dirinya dan dia tak bisa mengantikan posisi Archie di dalam hati Suri namun Jared tak bisa mendengar suara tangisan dari Suri, dia segera berbalik, dengan langkah cukup cepat dia segera menangkap tangangan Suri dan menariknya pergi dari sana.


Suri yang awalnya hanya bisa menangis, langsung kaget saat tangannya yang di tarik oleh Jared, apalagi Jared tidak mengatakan apapun dan hanya menariknya, tak mengizinkan Suri hanya untuk mengusap air matanya, apalagi untuk bertanya.


Jared menarik Suri hingga keluar dari istana dan segera menuju mobilnya, Jared langsung membuka kunci mobil dan membuka pintu mobilnya, saat itu dia baru melepaskan tangan Suri, Suri yang matanya masih basah menatap ke arah Jared.


"Masuklah, jangan menatapku seperti itu, "ujar Jared yang tak suka melihat air mata di kedua mata indah Suri, dia langsung menghapusnya dengan kedua ibu jarinya, membuat Suri merasakan hangatnya kedua tangan Jared yang sempat menyentuh pipinya, Jared tersenyum dan Suri langsung mengikuti perintah Jared.


Setelah menutup pintu mobil, Jared sedikit menarik napas, sepertinya memang hatinya sangat lemah saat melihat wanita yang menangis, dia langsung masuk ke dalam mobilnya,dan dengan cepat langsung keluar dari lingkungan istana itu.


Perjalanan hening, Jared seperti biasa tampak fokus, jika dia hanya diam seperti ini semua orang akan berpikir pria ini sangat tidak bersahabat, tatapan matanya yang tajam itu tampak seperti dia tidak bisa diganggu sama sekali, namun jika sudah tahu bagaimana sebenarnya pria ini, siapapun wanita akan semakin jatuh cinta padanya.


Suri memandang Jared dengan sedikit senyuman, setiap dia sedih, pria ini sekarang selalu ada disampingnya untuk menemaninya, Suri memandang sendu pada wajahnya yang tampan.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Jared tanpa melirik ke arah Suri, menatap lurus ke depan, cukup takut terjebak perasaan dengan tatapan sendu Suri.


"Kenapa selalu ada dirimu saat aku sedih?" tanya Suri dengan suara seraknya.


"Entahlah, mungkin memang itulah alasanku ada disini, menjadi orang yang selalu ada saat kau sedih," ujar Jared sedikit melirik ke arah Suri yang terus memandangnya dengan mata sembabnya itu.


"Kali ini kemana kau akan membawaku?"tanya Suri lagi.


"Aku tidak punya ide, aku hanya tak sanggup mendengarmu menangis seperti tadi, kali ini aku hanya akan membawamu berjalan, kau hanya butuh seseorang untuk ada bersamamu, " suara Jared sekarang mulai melembut, dia menyalakan lagu agar Suri lebih merasa nyaman di sana, sepertinya memang dia menghabiskan malam dengan menangis sendirian.


‘Let me be your hero ( izinkan aku menjadi pahlawanmu)’ sebuah lirik dari lagu yang terputar dari radio mobil Jared selanjutnya dilanjutkan oleh  alunan gitar terdengar lembut,


‘Would you dance If I asked you to dance?'


(Maukah kamu menari jika aku memintamu untuk menari?)


Would you run and never look back?


(Maukah kamu lari dan tidak akan pernah melihat kebelakang lagi?)


Would you cry if you saw me crying?


Would you save my soul tonight?


(Maukah kau menyelamatkan jiwaku malam ini?)


Would you tremble If I touches your lips?


(Apakah kau akan gemetar jika aku menyentuh bibirmu?)


Would you Laugh? Oh, please tell me this.


(Akankah kau tertawa? Oh, tolong katakan (ya)  tentang ini padaku)


Now, would you die for the one you love?


(Sekarang, maukah kau mati hanya untuk orang yang kau cintai?)


Hold me In your arms, tonight.


(Tahan aku dalam pelukanmu, malam ini)

__ADS_1


I can be your hero baby


( aku bisa jadi pahlawanmu, sayang)


I can kiss away the pain


(aku bisa menghilangkan rasa sakitmu)


I will stand by you forever.


(aku bisa berada di sampingmu selamanya)


You can take my breath away.


(Hanya kau  yang bisa mencabut napasku)


Suri terpana dengan lirik lagu yang menyentuh hatinya, suara penyanyinya yang merdu menambah sendu suasana itu,  Jared yang mendengarkan lagu itu merasa lagu itu tidak cocok untuk saat ini, dia tak ingin Suri menganggapnya sengaja memasang lagu itu untuk memaksakannya, Jared langsung menjeda lagu itu, menghentikannya sesaat, namun tangannya langsung dicegah oleh Suri.


"Jangan, aku ingin  dengar lagi," ujar Suri dengan lembut.


"Baiklah," ujar Jared lagi, kembali memutar lagu itu.


‘Would you swear, that you’ll aways be mine?’


(Maukah kau bersumpah, bahwa kau akan selamanya menjadi milikku?)


‘Would you lie, Would you run and hide?


(apakah kau akan berbohong, apakah kau akan lari dan bersembunyi (dariku)?)


Am I too deep, Have I lost my mind?


(Apakah aku terlalu dalam (mencintaimu), apakah aku sudah kehilangan pikiranku?)


I don’t care, You’re here tonight.


(Aku tidak peduli, (Selama) kau sekarang ada di sini malam ini)


(HERO-Enreque Iglesias)


Suri tersenyum, merasa tersentuh dengan lagu itu, dia menatap Jared ketika lagu itu memutarkan kata Hero, seorang penyelamat, seandainya dulu Archie tidak mengakui bahwa dialah yang menolong Suri, pasti saat ini yang dia cintai adalah pria di sampingnya ini dan mungkin keadaannya tak akan semengenaskan ini.

__ADS_1


__ADS_2