Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
141 - (C-A) Wanita Aneh Ini Kenapa Tidur Di sini?


__ADS_3

"Aku hanya minta tolong padamu, tolong bantu Archie kali ini, dia benar-benar hanya sendirian bahkan di dalam lingkungan keluargannya, satu-satunya orang yang bisa mendukungnya hanya neneknya, dan Ibunda Ratu juga sudah sering sakit-sakitan, jika bisnis ini hancur di tangannya, maka tak akan ada yang percaya padanya, ini benar- benar satu-satunya kesempatannya untuk bisa dipercaya, bahwa dia tidak seperti ayahnya," kata Gerald dengan sangat serius, menatap dalam pada mata Ceyasa yang hanya bisa mengatupkan bibirnya, entah kenapa merasa bersalah.


"Apakah jika pernikahan ku dengannya terkuak, ini juga akan menjadi masalah?" kata Ceyasa lagi, merasa benar dia bisa membuat Archie hancur, padahal Archie sudah menolong hidupnya.


"Aku tidak tahu, sejauh ini tak ada peraturan pangeran tidak boleh menikahi wanita yang bagaimana, pangeran hanya tidak boleh untuk menikah dengan sesama bangsawan," kata Gerald.


"Memangnya kenapa dia tidak boleh menikah sesama bangsawan, bukannya yang pernah aku dengar, biasanya pangeran akan menikah dengan putri atau sesama bangsawan?" kata Ceyasa sambil mengerutkan dahi.


"Entahlah, aku juga tidak tahu tentang alasannya, mungkin itu juga alasan kenapa Archie sangat ditentang berhubungan dengan Suri, padahal mereka saling mencintai, Archie benar-benar mencintai Suri, aku tahu itu," kata Gerald sambil menatap wajah Ceyasa yang sedikit berubah karena mendengar hal itu, membuat Gerald merasa salah bicara, bagaimana bisa dia mengatakan ini pada Ceyasa, walaupun dia hanya istri palsu Archie, namun membicarakan siapa wanita yang dicintai suaminya siapa pun akan merasa tak nyaman bukan?


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud …. " kata Gerald lagi melihat wajah Ceyasa yang tampak berubah, padahal Ceyasa hanya sedang berpikir, bagaimana caranya agar dia tidak merusak hidup Archie dan menolongnnya.


"Oh, bukan, itu tidak masalah, lagi pula aku hanya menganggapnya pria yang menyebalkan, pria seperti dia, bagaimana aku bisa jatuh cinta?" kata Ceyasa dengan senyum cerianya, membuat Gerald sedikit menaikkan sudut bibirnya.


"Hati-hati dengan perkataan, mungkin saja hanya tak sadar tentang hal itu," kata Gerald dengan senyuman tipis.


"Apa maksudmu?" kata Ceyasa mengerutkan dahi.


"Tidak ada, hanya jangan bertanya padaku, coba tanya dirimu sendiri, kira-kira adakah sesuatu yang tanpa sadar kau rasakan?" kata Gerald lagi membuat Ceyasa semakin mengerutkan dahinya. Gerald hanya tersenyum lalu berdiri. "Pikirkanlah, sudah pagi Tuan Putri, aku harus bersiap sebelum Archie datang ke sini," kata Gerald lagi memberikan salam dan segera meninggalkan Ceyasa yang masih mencoba mencerna kata-kata Gerald.

__ADS_1


Matahari menyingsing cepat, menyebarkan cahaya menerobos jendela kaca, memberikan kehangatan yang cukup untuk pagi yang cerah itu. Para pelayan membukakan pintu mobil untuk mobil Archie yang sudah terparkir di depan, dengan cepat dia segera turun dan mulai memasuki rumah yang pintu utamanya sudah terbuka dengan lebar untuk menyambutnya, di depan pintu itu Gerald berdiri dengan sikap formal, bahkan tak terlihat bahwa dia tidak tidur semalaman.


"Bagaimana kabar singa betina itu?" tanya Archie pada Gerald yang memberikannya salam, Archie tak menghentikan langkahnya, dia segera masuk ke dalam rumahnya, dan menuju ruang tengah.


"E… dia tidak bisa tidur dan sekarang dia ...." kata Gerald bingung menjelaskannya, hanya mengikuti langkah cepat Archie yang hampir sampai ke ruang tengah.


"Sekarang dia apa?" kata Archie menoleh sedikit ke arah Gerald namun langkahnya sama sekali tidak terhenti, dan Gerald langsung menunjukkan gestur bingung, hanya menggaruk dahinya dengan jari telunjukknya, melihat itu Archie segera melihat ke arah ruang tengahnya, dan langsung menemukan apa yang dimaksud oleh Gerald.


Wajah Archie segera mengerut, tak habis pikir apa yang sudah dilihatnya pagi-pagi begini, bagaimana bisa gadis aneh ini tidur di sofa di ruang tengah ini? bagaimana jika ada orang yang melihat dia tidur dengan gayanya yang seperti ini, apa lagi dia hanya menggunakan daster.


Saat Archie mengamatinya dengan kesal, Ceyasa sedikit menggeliat, memutar tubuhnya dari sisi luar ke sisi dalam sofa itu, dan karena itu pakaian tidurnya sedikit tersingkap, menunjukkan pahanya yang mulus dan putih, membuat Archie membelalakkan matanya, dia dengan sigap membuka jasnya dan segera menutupi tubuh Ceyasa yang tersingkap.


Gadis aneh ini, benar-benar, apa yang ada dipikirannya tidur di sini dengan pakaian seperti ini, pikir Archie yang tak habis pikir.


Gerald dan Lusy hanya menunduk, sesekali mencoba melihat apa yang di lakukan oleh Archie, Archie mendekatkan dirinya, sedikit membungkuk ke arah Ceyasa, tangannya mulai terjulur ke arah tubuh Ceyasa, wajahnya mulai mendekat ke arah wajah Ceyasa yang masih dengan lelapnya tertidur, Gerald dan Lusy  pikir mungkin Archie akan mengendong istrinya ke kamar seperti adegan-adegan romantis di film atau drama. Namun apa yang dilakukan Archie selanjutnya membuat Gerald dan Lusy terbelalak kaget.


"Wanita Aneh Bangun!" Teriak Archie begitu keras tepat di telinga Ceyasa, membuat Ceyasa langsung terduduk dan kaget,jantungnya hampir meloncat keluar dari tubuhnya, Ceyasa bahkan tampak kesulitan mengatur napasnya, matanya terbelalak melihat ke arah sekitar, benar-benar kaget hingga dia terdiam sesaat untuk mencerna apa yang sudah terjadi.


Lalu dia segera melihat ke arah Archie yang tampak puas melihat Ceyasa begitu kaget karena ulahnya, tentu saja itu langsung memancing emosinya.

__ADS_1


"Apaan sih kau ini! tidak bisa ya melihat orang tidur dengan tenang!" kata Ceyasa kesal, dia langsung berdiri dan segera berhadapan dengan Archie yang masih tersenyum puas.


"Kau yang apa-apaan? Kenapa tidur di sini?" kata Archie dengan nada ketusnya.


"Rumah ini luas, terserah aku mau tidur dimana, lagi pula kau seharusnya berterima kasih aku sudah mau menurut untuk tidur di sini!" kata Ceyasa lagi tak mau kalah.


"Tapi kalau tidur kau harusnya tahu diri, kau tahu bagaimana gayamu tidur tadi? Ingin mencoba menggodaku ya? tidak akan mempan!" kata Archie lagi pada Ceyasa.


Membuat Ceyasa terdiam, dia mengedipkan matanya beberapa kali, mencoba untuk mengingat, apakah benar dia sudah tidur dengan gaya yang memalukan?


"Aku tidak percaya padamu," kata Ceyasa yang tak ingin percaya pada Archie, bagaimana dia mau bersimpati pada pria ini, pagi-pagi saja dia sudah dibuat kesal olehnya.


"Kalau kau tidak percaya, tanya saja Lusy, Gerald saja sampai melihat pahamu yang sebesar batang pohon kelapa itu," kata Archie asal saja bicara.


Gerald yang ada di belakang Archie langsung salah tingkah, menunduk mencoba menutupi wajahnya, Ceyasa langsung melihat Lusy yang ada di samping sofa tempat dia tidur lagi, Lusy langsung menangguk kecil, tak mungkin membantah apa kata pangerannya.


Melihat itu Ceyasa hanya bisa bermuka masam, masa dia di salahkan dengan ketidaksadarannya, bukannya membangunkannya dengan lembut, pria ini malah membangunkannya seperti ini, jantungnya saja masih sangat kencang berdetak.


"Masih di sini? sudah jam segini, pergi ke kamarmu dan mandi, napasmu bau sekali, " kata Archie mengejek Ceyasa lagi, dia mengibas-ngibaskan tangannya di depan hidungnya, membuat Ceyasa makin melotot melihat Archie.

__ADS_1


__ADS_2