
"Sudah," kata Jared yang menyelesaikan kepangan sederhanannya pada rambut Suri, Suri melirik ke arah suaminya yang segera berpindah ke depannya, Jared tersenyum, bahkan dengan tatanan rambut sederhana, tanpa riasan sama sekali, istrinya begitu cantik.
"Kau sempurna sekali," rayu Jared, baru kali ini dia bisa mengutarakan apa yang ada di kepalanya, lagi-lagi membuat Suri tak bisa berkata apa pun.
Pintu ruangan itu terbuka, dokter mendorong sebuah kursi roda, Jared tersenyum dulu sebelum turun dari ranjang, dengan perlahan dia menyisipkan tangannya di bawah lutut Suri, dan dengan sangat hati-hati menggendong Suri, mata Suri hanya bisa memperhatikan wajah Jared yang menyuguhkan senyuman tipis itu, dan dengan sangat lembut memposisikan Suri di kursi roda.
"Kita akan keluar sekarang," bisik Jared sebelum dia mendorong kursi roda itu.
Rintik hujan tampak begitu lebat membasahi seluruh permukaan taman di rumah sakit itu, daun-daun tampak hijau mengkilat, pintu menuju taman itu sengaja dibukakan lebar, lampu taman yang berwarna kuning menambah syahdu suasana malam itu, semerbak bau hujan dan juga angin dingin yang menyegarkan itu menerpa Suri, dia menghirupnya dengan sangat dalam, rasanya begitu segar karena dia sudah mulai bosan dengan wangi obat-obatan dan alkohol khas rumah sakit itu.
Jared mendorong Suri sedikit lebih maju, Suri menjulurkan tangannya menampung air hujan yang terasa dingin, dia memainkan sejenak tangannya di sana, rasanya begitu senang bisa merasakan ini semua lagi.
Jared berjongkok di sisi Suri, Suri melirik ke arah Jared, memberikan senyuman senang yang tersungging indah, Jared terdiam, melihat senyuman senang itu, akhirnya kembali lagi menghiasi wajah Suri, betapa dia merindukannya.
"Ada yang sebuah lagu yang aku ingin kau dengarkan, ketika aku menemukan lagu ini, aku merasa lagu ini khusus diciptakan untukku, bagaimana perasaanku padamu," kata Jared memasukkan salah satu airpod di telinga Suri, airpod yang lain sudah terpasang di telinganya, Jared lalu memainkan sebuah lagu.
Jared memegang tangan Suri yang basah karena bermain dengan air hujan, Suri hanya mengerutkan dahingya, Jared melingkarkan tangannya pada pinggang kecil Suri, dengan tenaganya menarik Suri, membuatnya berdiri dengan menahan pinggannya, Suri tentu kaget, Jared menopang tubuh Suri agar tetap bisa berdiri, kaki kiri Suri yang masih kuat menapak di lantai itu, namun wajahnya tampak cemas.
"Tak apa-apa, aku memegangi mu," kata Jared yang tahu Suri khawatir dia akan jatuh. Jared menyisipkan jemari-jemarinya ke tangan Suri, sebuah lagu terdengar, mengalun bersama dengan gerakan pelan yang dilakukan Jared.
Everyday I wake up next to an Angel
__ADS_1
(Setiap hari aku bangun di sebelah seorang malaikat)
More Beautiful than words could say
(Lebih cantik dari kata-kata yang bisa terucap)
They said it wouldn’t work, but what do they know?
(Mereka mengatakan bahwa semua ini tidak akan berhasil, namun apa yang mereka tahu?)
Cause years have passed and we’re still here today
(Karena setelah bertahun-tahun dan kita masih tetap di sini sekarang)
(Tidak pernah bahkan dalam mimpiku, bahwa hal ini akan terjadi padaku)
As I stand here before my woman, I Can’t fight back the tears in my eyes
(Saat ini aku berdiri disamping wanitaku, aku tidak bisa menahan air mataku)
Oh, how could I be so lucky, I must’ve done something right
__ADS_1
(Oh, bagaimana aku bisa begitu beruntung, aku pasti sudah melakukan sesuatu yang tepat)
And I promise, to love her, for the rest of my life
(dan aku berjanji, untuk mencintainya, sepanjang hidupku)
Seem like yersterday, when she first said hello
(serasa masih seperti kemarin, ketika dia mengucapkan halo untuk pertama kalinya padaku)
Funny how time flies when you’re in love
(rasanya lucu bagaimana waktu bergulir ketika kita sedang jatuh cinta)
It took us a life time to find each other
(Perlu seumur hidup untuk kita saling menemukan satu sama lain)
It was worth the wait cause I finally found the one
(tapi penantian itu tidaklah sia-sia karena akhirnya aku menemukan kau seorang) (for the rest of my life – Bruno Mars).
__ADS_1
Jared memandu Suri untuk berdansa perlahan di bawah naungan hujan dengan lagu yang begitu menyentuh untuk Suri, Suri tak bisa menahan tangisnya, tangis bahagia dengan penuh haru, apa lagi yang harus dia sedihkan dengan keadaannya? dia tak pernah kehilangan apapun, tapi dengan ini malah dia menemukan, bahwa sebenarnya dia sangat dicintai.
Jared memandang wajah Suri yang tersenyum haru sekaligus bahagia, air matanya yang jatuh pun hanya membuatnya tambah indah untuk di pandang, Jared perlahan mendekatkan wajahnya, mencium mesra bibir Suri, hampir saja kehilangan wanita yang sangat dia cintai ini, dikesempatannya kedua ini, dia tak akan pernah menyia-nyiakan waktu selama yang dia bisa bersama wanita ini.