Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
20 - Tangisan Yang Menyakitkan.


__ADS_3

Suri membuka matanya melihat langit-langit kamar yang berukir indah dengan lukisan-lukisan yang tergambar sempurna di sana, kepalanya masih sakit, sepertinya dia bermimpi buruk, dia mendapat kabar bahwa Archie pergi.


Saat dia melihat ke arah sekelilingnya dia mengerutkan dahinya, dia tidak ada di kamarnya dan ini lebih seperti kamar neneknya.


Suri memegangi kepalanya yang terasa cukup berat, kenapa dia malah tidur di kamar neneknya?


Saat dia ingin turun dari ranjang, Bella masuk  ke dalam ruangan tidur Ibunda Ratu, Bella tampak terkejut melihat anaknya sudah sadar.


"Suri, kau sudah sadar? bagaimana keadaanmu, Nak?" tanya Bella tersenyum haru melihat anaknya, Suri menatap ibunya yang terlihat sangat senang dan segera mendekatinya dengan buru-buru.


"Ma, dimana Kak Archie?" tanya Suri, itu hal yang sangat ingin ditanyakannya karena mimpi sedih itu terasa sangat nyata baginya.


Bella terdiam, dia menggigit bibirnya sebentar  lalu menatap mata Suri yang tampak sembab namun juga kosong, seolah Suri tidak ada di dalamnya.


"Mereka sudah menemukan Mobil Archie, mobl itu ada di bandara," ujar Bella duduk di samping anaknya, memandang wajah Suri yang bertekuk, dia tampak sangat sendu sangat berbeda dengan yang biasa dilihat Bella, biasanya senyuman manis selalu tersunging di wajahnya yang cantik.


Suri baru menyadari bahwa itu bukan mimpi, itu semua kenyataan, wajahnya masih menatap nanar pada ibunya, air mata yang bening mengalir dari ujung matanya yang indah, mengalir begitu saja menghilang di sudut bibirnya.


Suri menarik napasnya lalu membuang wajahnya ke depan, memalingkan wajahnya dari ibunya, dia mengusap air mata kesedihan itu dengan telapak tangannya, dia tampak lebih tenang, tak sehisteris seperti  tadi, namun itu malah membuat Bella makin khawatir dengan anaknya, ini tanda anaknya menahan perasaannya.

__ADS_1


Suri menarik napasnya hingga berbunyi karena hidungnya mulai berair, dia lalu melihat ibunya dengan matanya indah yang membengkak.


"Ma, Suri sangat lelah, Suri ingin pulang," kata Suri dengan suara serak dan gemetar, seolah sebisa mungkin menahan air mata dan rasa sakit yang ada di hatinya, tubuhnya semua terasa pegal, benar-benar merasa rontok hingga ke dalamnya.


Bella melihat anaknya, dia tahu walau pun tampak membaik, namun Suri sebenarnya masih begitu sakit, Bella benar-benar khawatir melihat anaknya, semenjak dia dilahirkan, Bella tidak pernah melihat Suri sesedih ini.


"Baiklah, ayo kita pulang," kata  Bella tersenyum pada putrinya, Suri dengan wajahnya yang sendu mencoba membalas senyum ibunya, namun dia tidak sanggup, hanya tipis dengan kerutan wajah sedih yang masih jelas terlihat.


Suri bangun dari ranjangnya perlahan, Bella mencoba membantuny, Bella takut anaknya akan jatuh dan tiba-tiba pingsan lagi, karena Bella tahu pasti kepala Suri sangat sakit sekarang, jangankan Suri bahkan Bella  pun merasa sangat pusing sekarang.


Saat mereka membuka pintu dan keluar dari kamar tidur Ibunda Ratu, mereka melihat Daihan, Ibunda Ratu Ayana dan Nakesha sedang duduk di ruang tengah, tampak sedang berbicara serius, mungkin membicarakan ke mana mereka akan pergi mencari Archie? ketika melihat Bella dan Suri perhatian mereka segera mendatangi mereka.


"Suri ingin pulang, mungkin ingin beristirahat di kamarnya," kata Bella pada Ayana, Daihan dan Nakesha.


"Baiklah, kau harus banyak istirahat," kata Nakesha lembut, Suri yang baru saja mengusap air matanya, kembali mengangguk pada bibinya, matanya memerah dan berair, terlihat sangat kacau, tak ada yang pernah melihat Suri seperti ini.


"Tenanglah, Paman akan mencarinya, jangan khawatir, Archie mungkin hanya kabur sebentar untuk berwisata, kau tahu dia bagaimana kan? istirahatlah, saat dia pulang kau harus terlihat secantik biasanya," ujar Daihan menghapus air mata Suri dengan lembut, Suri menarik napas panjang, dia sekali lagi mengangguk pada pamannya, masih tak sanggup untuk mengeluarkan kata-kata, bagaimana mengeluarkan kata-kata, bahkan bernapas saja begitu sesak.


"Bella, bawalah dia," kata Ibunda Ratu Ayana melihat Bella dengan tatapan sendu, Bella hanya memberikan salam lalu membawa Suri yang mulai terlihat gemetar menahan rasa sakit di hatinya.

__ADS_1


Saat mereka sampai ke istana utama dan memasuki ruang tengah istana utama, mereka melihat Angga dan Jofan yang tampak sedang berbicara, begitu melihat Bella dan Suri, Angga langsung berdiri, melihat anaknya yang terlihat lemah, matanya merah dan masih meninggalkan jejak basah.


Bella yang melihat Angga langsung menggelengkan kepalanya, seolah mengatakan jangan mengganggu Suri dulu, Angga mengerti kode yang diberikan istrinya, dia lalu segera mengurungkan niatnya untuk berbicara pada Suri, Bella segera mengantar Suri ke kamarnya.


Bella membantu membukakan pintu kamar Suri, Suri segera masuk dan segera merapatkan pintunya, seolah tidak mengizinkan ibunya untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Ma, maafkan aku, tapi aku ingin istirahat sekarang, aku hanya ingin sendiri sekarang, boleh ya, Ma?" suara Suri terdengar lirih, menatap ibunya dengan tatapan sendu nan menyedihkan itu.


"Apa kau ingin makan? kau belum sarapan," kata Bella tambah cemas.


"Tidak Ma, aku hanya ingin tidur, aku lelah sekali," kata Suri lagi sedikit tersenyum manis, Bella menggulung kedua bibirnya ke dalam, Bella lalu mengangguk, Suri segera menutup pintunya.


Saat pintu tertutup, Suri membalikkan tubuhnya dan  menyenderkan tubuhnya pada pintu kamarnya, tangisnya kembali pecah, pecah dengan sangat lirih tanpa suara, karena dia yakin ibunya masih berdiri di depan itu, dan ibunya akan sangat khawatir jika mendengar Suri menangis.


Suri membekap mulutnya sendiri, menahan suaranya agar tak terdengar, namun air matanya tetap mengalir begitu derasnya, menyesup di antara jari-jarinya, menumpahkan semua rasa yang ada di hatinya, benar-benar terasa sangat  nyeri, serasa hatinya terampas begitu saja, meninggalkan luka yang dalam, Suri bahkan tak sanggup lagi berdiri, hingga dia terduduk di lantai bersandarkan pintunya, terus menerus menangis hingga matanya terasa sangat perih.


Bella yang melihat pintu anaknya di tutup hanya bisa menatap ke arah pintu itu, Bella tertegun sejenak, lalu dia ingin mengetuk menanyakan kabar anaknya, namun segera diurungkannya, dia rasa memang Suri butuh waktu sendiri, namun sebagai ibu, dia tak tega dan benar-benar tak bisa tidak khawatir dengan putri satu-satunya itu, jadi situasi ini cukup menyiksanya, ingin tahu keadaan anaknya, namun di sisi lain tak ingin mengganggunya.


Namun akhirnya Bella memutuskan meninggalkan anaknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2