Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
205 - Gugup hingga ingin pingsan.


__ADS_3

Lusy membantu Ceyasa untuk bangkit dari duduknya, membuat Archie kali ini benar-benar hanya bisa terpaku, dia mendekati Ceyasa perlahan, berhenti di depan Ceyasa yang sangat menawan, Ceyasa yang ada di depannya ini tampak begitu cantik dan anggun, berbeda sekali dengan Ceyasa yang tomboy yang sering mengikat rambutnya menjadi ikatan cepol, kali ini rambutnya terurai indah, wajahnya yang diberikan sentuhan riasan tipis dan bibir merah membuatnya wajahnya sangat berbeda, gaun berwarna choco yang disediakan oleh Archie itu benar-benar pas untuknya, membuat lekuk tubuhnya terlihat sempurna.


"Kenapa? apa aku terlihat aneh? " tanya Ceyasa yang merasa Archie hanya melihatnya, Ceyasa tak pernah menggunakan gaun sebelumnya, apalagi gaun seindah ini, bahkan terasa berat karena begitu banyak permata yang bertaburan di sana, membuat pantulan indah pada permukaannya.


"Eh, tidak, aku hanya, aku sangat, ehm, kau cocok memakainya," kata Archie gelagapan, bingung mencari kata yang tepat, padahal dia hanya ingin mengatakan bahwa Ceyasa begitu cantik terlihat malam ini.


"Apa kita sudah harus ke sana?" tanya Ceyasa.


"Ya, Ayo kita ke sana," kata Archie memberikan tangannya untuk di pengang oleh Ceyasa, Ceyasa menyerahkan tangannya yang masih berhiaskan plaster bekas infus yang memang sengaja dibuka oleh dokter kerajaan, hanya untuk acara ini dan juga observasi apakah Ceyasa sudah cukup kuat untuk bertahan tanpa infus malam ini?


 


 


Archie berjalan perlahan, mengimbangi langkah Ceyasa yang juga masih perlahan, walaupun lukanya sudah tidak bergitu sakit, namun tubuhnya masih belum bisa selincah biasanya, hal itu lumayan membantu Ceyasa untuk terlihat lebih anggun. Archie tidak bisa sedetik pun memalingkan wajah dari wanita cantik yang ada di sampingnya, setiap kali dia mencoba untuk melihat ke arah lain, tapi dia ingin terus melihat Ceyasa, Ceyasa yang diperlakukan seperti itu langsung gugup.


 


"Jangan memandangiku terus, kau membuat aku menjadi tambah gugup," kata Ceyasa yang merasa tatapan Archie itu membuatnya semakin salah tingkah.


"Ya, baiklah," kata Archie, namun dia tetap memandang Ceyasa, harus bagaimana? dia tidak bisa mengotrol dirinya.


 


Tak lama mereka sampai juga di tempat pertemuan yang sudah tertutup, Archie melarang penjaga untuk memberitahukan kehadiran mereka.


 


"Aku akan melihat keadaan di dalam, aku akan menjemputmu sebentar lagi," kata Archie pada Ceyasa, dia lalu melihat Lusy dan Gerald yang mengikuti mereka, seakan tatapannya mengatakan untuk menjaga Ceyasa. Lusy dan Gerald mengangguk serempak.


 


 


Archie segera masuk ke dalam ruangan yang sudah menenang, melihat Archie masuk semua mata langsung menghadap ke arah mereka, Raja, Ratu dan Ibunda Ratu pun sudah duduk di singgasana mereka kembali. Archie segera memberikan salam hormat.

__ADS_1


 


"Bangkitlah," kata Angga lagi.


"Izinkan aku untuk membawa istriku masuk ke dalam ruang pertemuan ini," kata Archie meminta izin pada Angga. Jared yang mendengar itu kaget , dia lalu melihat ke arah Suri, Suri langsung menggeleng tanda tak mengerti, selain itu Jenny dan Aurora juga kaget, kapan Archie menikah? Dengan siapa? Semua cukup kaget mendengarnya.


"Baiklah, bawa dia masuk," kata Angga lagi.


Archie segera berbalik, Ibunda Ratu Ayana tampak gusar, akankah wanita itu bisa bersikap di depan Bella dan Angga? apalagi saat ini masih ada keluarga Jared di sini, entah kenapa dia menyesal meminta pertemuan keluarga ini.


 


Pintu ruangan itu terbuka perlahan, kali ini memunculkan sosok Ceyasa yang berdiri dengan wajah yang sedikit gugup, semua orang di ruangan itu langsung ingin melihat wajah calon ratu mereka, Archie segera menyerahkan tangannya untuk di gandeng oleh Ceyasa, untunglah Ceyasa mengerti dan segera menggandeng tangan Archie, Archie bisa merasakan kegugupan Ceyasa.


 


 


"Tenanglah aku di sini," bisik Archie pada Ceyasa, mendengar itu perasaan gugup Ceyasa lumayan berkurang, namun tak lama dia malah semakin gugup melihatt orang-orang yang benar-benar berbeda dengan lingkungannya, sangat berkelas dengan segala tata krama mereka, bahkan melihat mereka saja auranya sudah sangat kaku dan menegangkan.


 


 


 


 


Archie berhenti di bawah singgasana itu, membawa Ceyasa menghadap ke keluarga inti kerajaan, Angga menatap ke arah Ceyasa tampak diam dengan wajah datar dan dinginnya,  Ceyasa hanya menunduk tak tahu harus apa, yang penting dia harus diam, itu saja yang dia ingat, Bella juga ingin mengamati wajah Ceyasa, namun wanita itu hanya tertunduk.


"Ayo, berikan salam," kata Archie berbisik kecil memberitahukan.


 


Archie lalu membungkuk di depan semua orang di sana, Ceyasa mencoba untuk memberikan salam formalnya, namun karena punggungnya sakit, gerakannya tentu terlihat sangat kaku, dia bahkan hampir jatuh, untunglah Archie segera memeganginya, wajah Ceyasa memucat.

__ADS_1


 


Ibunda Ratu Ayana yang melihat itu menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa kelakuan itu memalukan, bagaimana memberikan salam saja tak bisa?


 


"Apakah dia sedang sakit?" suara lembut Bella terdengar, dia melihat perban yang masih menempel di tangan Ceyasa.


"Benar Yang Mulia Ratu, maafkan dia tidak bisa berdiri terlalu lama," kata Archie membela istrinya segera, Ceyasa yang mendengar itu langsung menatap Archie.


"Benarkah? maka biarkan dia duduk, jangan biarkan dia untuk berdiri, Penjaga, bawakan kursi untuk putri duduk," kata Bella dengan segala tata krama yang dia punya, penjaga di sana segera mengambilkan satu kursi dan meletakkannya di belakang Ceyasa, Archie tampak perlahan membantu Ceyasa untuk duduk.


"Duduklah, tidak apa-apa," kata Archie yang melihat wajah gugup Ceyasa, wajahnya sudah memucat dari tadi, tangan Archie segera mengenggam tangan Ceyasa yang terasa sangat dingin. Ceyasa hanya berusaha untuk tetap sadar, jangan sampai memalukan Archie gara-gara dia pingsan di sini.


 


Nakesha yang ada di belakang melihat perhatian Archie itu tampak sangat bahagia, Bella pun melihat wajah khawatir itu pun sedikit lega, apa yang dia pikirkan ternyata salah.


 


"Putri kecil, siapa namamu?" tanya Bella lembut, Ceyasa yang mendengar itu langsung sedikit gugup, Archie mengetatakan tangannya, mencoba menenangkan Ceyasa.


"Nama Saya Ceyasa Yang Mulia Ratu," kata Ceyasa dengan suara yang bergetar.


 


Angga tampak langsung kaget, Ceyasa? wanita ini yang menjadi masalah Archie dengan Rain, mendengar itu Angga langsung mengamati wajah wanita itu dengan sangat seksama, wajah kagetnya bahkan tidak bisa ditutupi olehnya.


 


Jared yang mendengar itu langsung menatap ke arah Ceyasa, Suri juga kaget, dia baru ingat wanita itu adalah wanita yang ada di rumah sakit.


 


"Apakah dia wanita yang ada di rumah sakit? " bisik Suri.

__ADS_1


 


 


__ADS_2