Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
328 - kapan kalian datang meminangnya?


__ADS_3

Archie hanya terdiam, namun tak sedetik pun ingin menundukkan wajah dan matanya karena sekarang Jofan sedang duduk di depannya sambil terus memandangnya dengan tajam. Daihan yang duduk di samping Archie tampak juga terdiam, dia di sana untuk bertanggung jawab atas perbuatan anaknya, walaupun dia merasa tak ada yang salah dengan perbuatan Archie, toh Ceyasa dan Archie sebenarnya sudah menikah, walaupun Archie menggunakan nama samarannya.


"Jofan," kata Daihan ingin menyelesaikan masalah ini, karena dari tadi Jofan hanya memandang Archie saja. kata-kata Daihan terhenti ketika Jofan mengeluarkan gestur untuk Daihan diam, Daihan langsung menutup mulutnya.


"Apa yang kau lakukan pada anakku?" tanya Jofan pada Archie dengan suara berat, suara, wajah dan seluruh gesturnya menunjukkan betapa serius Jofan saat ini, namun kali ini Archie mencoba untuk tidak gentar melihat ayah mertuanya ini.


"Aku tidak melakukan apa-apa," kata Archie yang memang merasa tak melakukan apapun.


"Bagaimana kau bisa menghamili anakku sebelum kalian menikah ulang?" tanya Jofan lagi, wajahnya begitu kesal.


"Kami sudah menikah sebelumnya, bahkan sebelum tahu bahwa Ceyasa adalah anakmu, Paman, itu bukan kejahatan atau pun dosa jika aku sudah tidur dengannya, dia adalah istriku, jadi jika dia mengandung anakku sekarang, itu juga bukan sebuah kesalahan, Kami saling mencintai, kami sepasang suami istri, Ceyasa mengandung merupakan impian kami bersama sebelumnya, jadi bagaimana pun anakku yang dia kandung adalah Anugrah dan kebahagian kami," kata Archie tegas, membuat Jofan semakin mengeraskan wajahnya.


 


"Apa maksud perkataanmu itu?" suara Jofan terdengar lantang, kenapa malah Archie mengatakan hal seperti itu padanya


 


"Maafkan aku paman, Aku hanya  benar-benar tidak suka jika paman berbicara seolah-olah dia hadir sekarang  adalah sebuah kesalahan, anakku bukan suatu kesalahan, dia bukan dosa, dia tercipta dari pernikahan kami, cinta aku dan Ceyasa," kata Archie menjelaskan dengan serius.


 


Mendengar hal itu Jofan mengerutkan dahinya, yang dikatakan oleh Archie tentu semuanya benar, dia hanya ingin tahu bagaimana sikap Archie melihat dirinya seperti ini, tapi sepertinya Archie benar-benar serius dan juga bertanggung jawab akan hal ini, melihat keseriusan Archie, Jofan menjadi tenang, dia menaikkan sedikit sudut bibirnya, membuat Archie dan Daihan hanya melihatnya mengerutkan dahinya.


 


"Kau harus segera menikahinya, kapan kalian bisa datang untuk meminangnya secara resmi?" tanya Jofan lagi, suaranya melunak kali ini.


 


Melihat perubahan suara Jofan membuat Archie dan Daihan makin bingung, namun karena itu pula mereka sepertinya merasa lega, sebuah kata-kata yang cukup senang terdengar oleh Archie, ini tandanya Jofan sudah menerimanya.

__ADS_1


"Keluarga kami akan datang meminangnya secara resmi secepatnya," giliran Daihan sebagai ayah dari Archie yang buka suara.


"Baiklah, aku akan menunggu kabar dari kalian, aku sudah membeli sebuah rumah di kawasan Royal Palace, aku harap kalian datang saat kami sudah pindah ke sana," kata Jofan tersenyum, dia berdiri lalu menjulurkan tangannya pada Daihan, tak menyangka ke dua sahabat masa kecilnya sekarang menjadi besannya.


"Pasti, kami akan mengambarinya secepatnya," kata Daihan mengapai tangan Jofan, senyum mengembang di wajah keduanya, suasana tegang mencair seketika.


"Walau seharusnya aku mengatakannya nanti, tapi mulai detik ini, aku serahkan dia padamu, tolong jaga dia baik-baik," kata Jofan yang tahu bagaimanapun dia tak akan bisa memisahkan Archie dengan Ceyasa, tidak, dia tak ingin keadaannya dulu dirasakan oleh anaknya.


"Aku pasti akan menjaganya, terima kasih, Paman," kata Archie memberikannya salam hormat sempurna.


"Bangkitlah, Ceyasa sedang tidur, sepertinya dia sangat lelah, aku tidak akan melarangmu untuk bertemu dengannya lagi, tapi biarkan dia istirahat sekarang, apalagi keadaannya sedang seperti itu, aku tidak ahli mengatasi wanita yang sedang mengandung, karena itu aku akan sangat butuh dirimu untuk menjaga dia dan cucuku," kata Jofan lembut, baru kali ini Archie mendapatkan nada begitu lembut dari Jofan, entah kenapa merasa sedikit terharu karenanya.


"Baik paman," kata Archie lagi.


"Oh, ya, bagaimana kabar Suri?" tanya Jofan, bagaimanapun Suri adalah menantunya juga.


"Keadaannya …. " kata Archie segera menjelaskan semua tentang keadaan Suri, Jofan mendengarkannya dengan serius dan juga dengan wajah yang tak menyangka, Suri ternyata harus mengalami hal seperti itu, benar-benar hari yang campur aduk, satu kabar bahagia, namun yang lain harus menerima kenyataan yang cukup berat.


"Kalau begitu nanti siang aku akan menjenguknya," kata Jofan melirik ke arah Daihan.


"Ya, aku rasa lebih baik Ceyasa untuk tidak terlalu banyak ke rumah sakit, jadi lebih baik kau ada di sini menjaganya saja," katanya pada Archie.


"Siap, ayah mertua," kata Archie kembali dengan sifat aslinya.


"Aku serius, aku tidak suka dengan kata-kata itu, lebih baik kau memanggilku ayah saja, " kata Jofan yang awalnya serius namun diikuti dengan tawanya, membuat semua orang tersenyum karenanya.


 


"Baik Ayah," kata Archie lagi.


"Ternyata masih cukup aneh mendengarkan kata itu dari bibirmu, sudah lah, kita harus kembali ke menemui Aurora dan Nakesha, aku takut mereka berpikir kita sedang berperang di sini, mereka akan khawatir," kata Jofan menepuk pundak Daihan, sahabatnya itu hanya tersenyum, tahu bagaimana sifat asli Jofan walaupun sudah berbalut dengan kewibawaannya.

__ADS_1


 


"Ya, baiklah," kata Daihan lagi.


"Aku akan menunggu di kamar Ceyasa, takut jika dia terbangun nantinya," kata Archie meminta izin pada kedua ayahnya ini.


"Ya, baiklah," Kata Jofan memberikan izin, membuat Archie sumringah, akhirnya tidak ada embel-embel 'Jangan macam-macam' keluar dari bibir ayah mertuanya ini.


Jofan dan Daihan segera berjalan menuju ruang tengah istana pangeran, merasa akan melihat wajah khawatir kedua istri mereka, namun tak sesuai dengan ekspektasi mereka, kedua wanita itu malah bercengkramah dengan wajah bahagia, bahkan tertawa-tawa riang.


"Jofan, kita akan punya cucu," kata Aurora sumringah mengatakan pada Jofan, lupa bahwa tadi wajah suaminya ini begitu ketat.


"Iya, aku sudah dengar, karena itu kita akan menyiapkan pesta pernikahan Archie dan Ceyasa secepatnya, tentu menunggu pinangan dari pihak pria," liirk jofan pada Daihan.


"Kita akan melakukan pinangan Archie secepatnya," kata Daihan pada Nakesha.


"Ya, ah, senangnya, Aku tidak sabar menggendong cucuku," kata Nakesha dengan segera tingkahnya.


"Haha, Ceyasa baru positif hamil, kau harus menunggu 9 bulan lagi untuk menggendongnya," tawa Jofan akhirnya terdengar, setelah sekian lama dia bisa begitu santai mengeluarkan tawanya itu.


"9 bulan tidak akan lama," kata Nakesha menatap Jofan yang mertawakannya.


"Ah, masih saja sama seperti dulu, terlalu blak-blakan," kata Jofan melirik ke arah Nakesha namun dia merangkul Aurora masuk ke dalam pelukannya.


"Dan kau masih sama menyebalkannya dengan yang dulu," kata Nakesha malas melihat Jofan.


"Percayalah Aurora, mereka sejak dulu seperti ini," kata Daihan yang melihat Aurora hanya ikut-ikut tertawa melihat Jofan bercanda dengan Nakesha, tak tahu suaminya punya selera humor seperti ini, karena dulu baginya Jofan adalah orang yang sangat kaku.


"Ya, dan percayalah mereka butuh waktu lama untuk bisa bersama, bahkan Daihan harus dibuat cemburu dulu agar tahu perasaannya, dan tolong jangan paksa aku bicara tentang Angga dan Bella," kata Jofan masih menahan tawanya.


"Sudahlah, jangan seperti itu, sudah terlalu tua untuk membahas masalah yang dulu, aku rasa kita sudah bisa pergi untuk menjengguk Suri, Angga dan Bella pasti sangat kelelahan, kita bisa membantunya untuk menjaga Suri," kata Aurora pada Jofan, Nakesha dan Daihan yang seperti sedang mengenang masa lalu, mendengar hal itu mereka mengangguk lalu bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


 


 


__ADS_2