Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
249 - Bagaimana Bisa?


__ADS_3

Archie membantu Ceyasa untuk berdiri, Ibunda Ratu ayana dan kedua orang tuanya berjalan duluan, Archie dan Ceyasa berjalan di belakang mereka.


"Ada apa ini?" tanya Ceyasa yang sepertinya melihat semua orang berwajah heran.


"Aku juga tidak tahu ada apa, tapi sepertinya ini sangat mendesak, paman tidak pernah memanggil kami pada saat makan seperti ini, karena dia sendiri yang memberikan peraturan tidak ada yang boleh menganggu acara makan bersama keluarganya," kata Archie yang menebak-nembak apa yang menjadi masalah sangat mendadak seperti ini bahkan seluruh keluarga harus datang ke istana utama.


"Anggota Kerajaan Dari Istana Pangeran tiba," kata para penjaga pintu, membukakan pintu utama kerajaan itu untuk mereka selebar mungkin, semua langsung menuju ke ruang pertemuan formal yang hanya digunakan pada acara penting saja, pintu ruangan itu segera dibukakan, Archie segera memegang pingang Ceyasa agar dia berjalan bersamanya, saat mereka masuk ke dalam ruangan itu, dia langsung kaget dengan apa yang dia lihat.


"Paman? bibi?" Seru Ceyasa sangat kaget, bagaimana bisa paman dan bibinya sampai ke sini? Di belakang mereka seorang pria yang tak dikenal mereka berdiri. Angga yang mendengarkan itu mengerutkan sedikit wajahnya.


"Ceyasa!" Kata bibi Ceyasa bermuka khawatir, membuat Ceyasa mengerutkan dahinya, apa lagi ini? Pikirnya


"Ceyasa! Akhirnya aku menemukanmu," kata seorang pria yang bahkan sama sekali tidak pernah dilihat oleh Ceyasa. Ceyasa mundur melihat pria itu mendekatinya.


Archie yang melihat pria itu segera menyalip di depan Ceyasa, tangannya langsung menahan dada pria itu untuk lebih dekat dengan Ceyasa, semua orang yang ada di ruangan itu hanya melihat saja, bingung ada apa ini sebenarnya.


"Siapa kau? Berani- beraninya mendekati istriku," kata Archie mencoba untuk melindungi Ceyasa.


"Duduklah! Aku ingin semuanya jelas," kata Angga yang tampak tidak bagus moodnya, pagi-pagi begini dia harus terganggu akan masalah ini, apalagi 3 orang asing ini sangat mengganggunya bahkan berani mengancamnya jika tidak dipertemukan oleh Ceyasa.


Mendengar suara khas Angga yang bahkan bisa membuat semua orang merasa terintimidasi, semua orang yang ada di ruangan itu langsung menurut, Archie membawa Ceyasa untuk duduk di sampingnya, menggenggam erat tangannya, sedangkan bibi dan pamannya juga pria yang tak di kenal itu hanya memandangnya sinis.


Ibunda Ratu Ayana dan keluarganya pun hanya bisa menatap bingung, siapa mereka hingga bisa mengusik mereka.

__ADS_1


"Mereka datang padaku pagi seperti ini untuk menemuimu, mereka mengatakan mereka adalah keluargamu, Ceyasa, apakah benar mereka keluargamu?" Kata Angga dengan tatapan tajam.


Ceyasa terdiam sesaat, menatap pada Paman dan bibinya yang berwajah angkuh, Ceyasa lalu menatap Archie.


"Mereka memang keluarganya, tapi kami sudah membuat perjanjian agar Ceyasa tidak lagi diganggu oleh mereka, bukankah aku sudah mengatakan untuk jangan coba-coba mendekati Ceyasa lagi, atau kau ingin aku tuntut atas tindakan yang kau buat sebelumnya? Aku masih menyimpan bukti rekaman itu," kata Archie dengan senyuman yang sedikit sinis.


"Benarkah? Maaf pangeran, aku tidak takut atas ancamanmu, lagi pula itu hanya sebuah rekaman suara, kami punya bukti yang lebih kuat, bahwa Ceyasa adalah istri Cendro," kata bibi Ceyasa dengan senyuman liciknya sambil memegang pundak pria yang tak dikenalnya itu.


Semua orang di ruangan itu kaget, mereka langsung melihat ke arah Ceyasa dan Archie, Ibunda Ratu Ayana pun langsung berwajah masam.


Archie pun kaget, begitu juga Ceyasa, apa maksud bibinya ini? bukankah Cendro adalah Archie.


"Ada apa ini sebenarnya?" Kata Ratu Ayana mengambil alih, dia memang yang paling berhak atas ini, karena Archie adalah cucu langsungnya.


Mendengar hal itu semua orang bertambah kaget, muka mereka tampak tak percaya, melihat wajah polos Ceyasa, mereka tak yakin Ceyasa bisa melakukan hal itu. Ceyasa pun sama tak percayanya, bagaimana bibinya bisa memutar balikkan fakta dan memfitnahnya.


Ibunda Ratu Ayana tampak tak bisa menahan wajah kesalnya, kalau benar Ceyasa adalah wanita seperti itu, artinya dia sudah mencoreng nama baik keluarga kerjaan, belum lagi semalam mereka sudah mengenalkannya pada kolega dekat mereka bahwa dia adalah istri Archie.


"Ceyasa, kembalilah padaku," kata Pria itu tampak sedih sambil menjulurkan tangannya pada Ceyasa, Ceyasa yang melihat hal itu langsung mencoba menghindar, Archie yang melihat pria itu langsung menampis tangan Pria itu dengan kasar.


"Aku sudah memperingatkan mu! Jangan sentuh istriku," kata Archie berdiri dengan semua emosinya menunjuk batang hidung pria itu.


Pria itu hanya menatap Archie dan segera berdiri seolah menantang Archie.

__ADS_1


"Aku tak peduli kau adalah seorang pangeran, tapi Ceyasa adalah istriku, aku punya bukti untuk menunjukkannya padamu!" Kata pria itu mengeluarkan sertifikat pernikahan dan juga kartu tanda identitas, meletakkannya di meja agar semua orang bisa melihatnya.


Archie melihat sekilas pada sertifikat itu, itu sertifikat pernikahan mereka, tapi bedanya fotonya sudah di ubah dengan foto orang lain, dia menggerakkan giginya, apa maksudnya ini.


Ceyasa pun kaget melihat sertifikat itu, kenapa malah pria itu yang ada di dalam sertifikat itu.


Ibunda Ratu Ayana segera mengambil sertifikat itu, melihat nama dan fotonya benar itu adalah pria yang sekarang berhadapan dengan Archie dan juga ada nama Ceyasa dan foto Ceyasa di sana. Ratu Ayana menatap marah pada Ceyasa.


"Archie, mana sertifikat pernikahanmu dengan Ceyasa?" Tanya Ibunda Ratu Ayana melempar sertifikat pernikahan itu di meja, Angga menatap Asisten Lin, Asisten Lin mengerti, dia mengambil sertifikat pernikahan itu dan segera memeriksa keasliannya dari website kantor pencatatan pernikahan.


"Aku menikahinya dengan nama Cendro," kata Archie lagi.


"Bagaimana bisa? pangeran, akulah Cendro, Anda tak perlu mengarang hal itu demi bersama istriku," kata pria itu lagi dengan wajah sedih yang menjijikkan.


"Gerald! Ambil sertifikat pernikahanku dengan Ceyasa dan juga identitas palsuku," kata Archie pada Gerald.


"Baik Pangeran," kata Gerald yang dari tadi hanya bisa terdiam, ingin membela namun dia tak punya hak untuk bicara di sana.


"Tak perlu!" Suara Angga terdengar cukup menggema, membuat semua orang terlihat kaget. Gerald langsung menghentikan langkahnya.


Archie menatap pamannya yang menatapnya dengan sangat tajam dan emosi.


"Maaf pangeran, tapi sertifikat pernikahan mereka asli, terdaftar dan sama dengan yang ada di website resmi kantor pencatatan pernikahan," kata Asisten Lin menunjukkan buktinya di depan semua orang dari tabletnya.

__ADS_1


Archie kaget melihatnya, begitu juga Ceyasa bagaimana bisa sertifikat pernikahan mereka berubah menjadi menikah dengan pria ini? Archie lalu melihat bibi Ceyasa yang tersenyum licik, pasti ada yang sengaja melakukan hal ini untuk memisahkan mereka dan memanfaatkan bibi dan paman Ceyasa ini.


__ADS_2