Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
278 - Aku tidak apa-apa.


__ADS_3

Jared kehabisan kesabarannya, dia berdiri lalu segera mengarahkan pistolnya pada paha pria itu, tanpa ada aba-aba ataupun ancaman, Jared segera menekan pelatuk pistolnya, timah panas yang tajam itu menembus daging paha pria itu yang langsung berteriak kesakitan, bahkan Asisten Lin yang menyaksikan hal itu kaget, ternyata Jared benar-benar orang yang tak suka basa-basi


 


"Katakan atau timah ini tak segan aku letuskan ke anggota tubuhmu yang lain kecuali daerah-daerah yang membuatmu langsung mati, sehingga aku pastikan kau akan merasakan semua rasa sakit itu di seluruh tubuhmu," kata Jared menatap pria yang meringis merasakan panas, nyeri yang tak tertahankan, dia tampak gemetar.


"Tuan Rain, dia yang mengirimku kemari," kata Pria itu awalnya ragu-ragu, tapi melihat Jared sudah mengarahkan pistolnya ke pahanya yang lain pria itu mau tak mau menjawab, rasa sakit itu lebih ditakutinya.


"Kau juga yang membuat Suri pingsan di hotel kemarin?" tanya Jared, pria itu gemetar, sekali lagi seperti enggan menjawabnya.


"Jawab!" kata Asisten Lin berteriak di telinga pria itu, membuat pria itu kaget.


"Iya, Tuan Rain juga yang menyuruhku untuk membuat peringatan pada Tuan Angga dan sekarang dia menyuruhku untuk menculik Nona Suri agar menjadi tawanan bagi kami, Dia menyuruh kami untuk bersenang-senang dengan Nona Suri dan ibunya, dan bisakah sekarang kalian selesaikan ini, aku tak tahan rasa sakitnya," kata pria itu sangat emosi, dia terus saja meringis kesakitan, darah di kakinya sudah mengucur deras, mengental di lantai ruangan itu.


 

__ADS_1


Jared yang mendengar hal itu segera mengetatkan genggamannya pada pistol itu, dia segera mengarahkan pistol itu ke lantai, menembak ke lantai yang ada di antara kedua paha pria itu sehingga membuat pria itu terkejut setengah mati, Pria di depannya ini bahkan lebih mengerikan dari Rain.


Mata Jared terlihat begitu marah menatap pria itu, dia tak bisa mengontrol emosinya mendengar perintah Rain pada pria ini, bagaimana bisa dia mengatakan untuk bersenang-senang dengan istrinya? bahkan jika Rain sekarang ada di sini, bagaimana pun walau Jared harus bertaruh  nyawa, dia pasti akan menghabisi Rain. Melihat Jared yang masih terkuasai oleh emosi, Asisten Lin menggeleng di belakang, jangan sampai Jared kembali menembakkan timah panasnya, apa lagi sampai membunuh pria ini, bisa-bisa Jared yang berurusan dengan hukum.


 


Jared mencoba untuk  menahan dirinya, matanya yang tajam dan memerah itu masih melihat ke arah pria itu, namun perlahan dia mencoba untuk menguasai emosinya, Jared segera menurunkan pistolnya, melihat hal itu bukan hanya pria penculik itu yang lega, Asisten Lin pun lega.


 


"Siap Tuan, " kata Asisten Lin yang segera menyeret pria yang tertatih-tatih melangkah karena setiap kali dia melangkah rasanya bagai terkena tembakan lagi.


 


Jared menatap ruangan kosong yang sudah sangat berantakan, ceceran darah dari penculik itu menghiasi lantai, dia melemparkan pistol itu ke atas ranjang, dia memang sengaja melakukan hal ini, dia ingin tahu apakah orang yang mencelakakan istrinya akan datang lagi, dan ternyata dugaannya benar, pria itu kembali lagi dan dia sangat ingin membalaskan dendamnya karena pria itu telah mencelakakan istrinya.

__ADS_1


 


Jared lalu merogoh sakunya, mengambil ponselnya lalu menelepon, tangannya tampak memerah karena habis memukul para penjahat itu dengan sangat kuat, namun dia mengabaikan rasa sakit itu.


"Halo? " suara Jared terdengar sangat lembut, sudah pasti itu dia menelepon Suri,


"Halo, bagaimana keadaanmu? kenapa belum datang kemari? aku sudah menunggumu dari tadi, Papa juga belum datang kemari," tanya Suri panik karena sudah menunggu Jared lama sekali, dia takut terjadi apa-apa dengan Jared karena apa yang kemarin dia alami, dia takut sekarang yang menjadi target selanjutnya adalah Jared.


"Aku tidak apa-apa," kata Jared lagi


"Kau sudah bisa pulang sekarang?"


"Aku akan pulang sebentar lagi, jangan menunggu, tidurlah," kata Jared lagi, Dia sedikit tersenyum, wajahnya yang menakutkan itu hilang seketika.


"Kalau begitu berhati-hatilah saat datang ke sini, aku dan ibu aman di sini," kata Suri yang melihat ibunya sedang tidur di sebuah ranjang.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan hati-hati," kata Jared, dia lalu memutuskan panggilan itu dan segera keluar dari ruangan itu dan langsung menuju ke tempat pelindungan dimana Suri berada.


__ADS_2