Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
238 - Aku Berjanji.


__ADS_3

Jared berdiri dengan sangat tampan, menunggu pengantin wanitanya untuk datang ke taman itu, saat matahari sudah mulai tak terlihat dan seluruh lampu sudah di nyalakan menandakan acara pernikahan yang indah itu akan di mulai.


"Yang Mulia Raja dan Putri Suri memasuki lokasi pesta," teriak seorang penjaga khusus untuk memberitahukan kehadiran mereka.


Semua orang yang datang berdiri, menatap dengan penasaran bagaimana cantiknya Suri akan terlihat, Jared pun tampak tegang melihat pengantin wanitanya itu perlahan memasuki lokasi pesta.


Semua orang terkesima, bahkan tak bisa membatah, melihat seorang wanita yang memang dilahirkan sebagai seorang putri, sangat cantik bahkan membuat semua orang sayang untuk berkedip, tak ingin melewatkan bagaimana anggunnya dia berjalan menuju altar pernikahannya.


Suri tampak begitu cantik, indah bagaikan setangkai bunga camelia putih yang merekah, bibirnya tipis seindah kelopak bunga sakura, berjalan perlahan dengan gaunnya pernikahannya yang tampak simpel berbahan satin dengan sedikit brokat di bagian dadanya, tak berlebih namun begitu cocok digunakannya.


Jared menaikkan sedikit sudut bibirnya, seharusnya dialah yang menjadi pria paling beruntung di dunia ini, siapa pun pasti iri melihatnya mendapatkan wanita secantik Suri, benar-benar secantik bidadari. Melupakan sejenak apa yang menjadi alasannya untuk menikahi wanita ini sekarang.


Angga menyerahkan putri pada Jared, Jared menatap Angga yang tampak begitu sendu sebelum pria itu pergi menuju Bella. Angga menggenggam tangan Bella, wanita itu tampak sama cantiknya dengan Suri, tersenyum sangat indah, seakan dia terlihat begitu bahagia, namun bagi yang tahu ceritanya mereka akan teriris hatinya karena senyuman itu, Bella selalu bisa nutupi rasa sedih hatinya dengan senyumannya itu.


Jared memposisikan Suri tersenyum melihat calon pengantin prianya, tampak gagah dengan pakaian resmi kerjaan, semua orang setuju, inilah pernikahan yang diimpikan semua orang, putri dan pangeran yang begitu sempurna, acara pernikahan yang seperti ada di dalam dongeng yang berakhir indah selamanya, sayangnya harus terselip kisah sedih di dalamnya.


Acara pernikahan itu berjalan dengan sangat syahdu, sendu dan penuh haru, semua orang yang tahu keadaan yang sebenarnya pasti tidak bisa menahan butiran air mata yang jatuh begitu saja, namun bagi yang tak mengerti, mereka terharu akan keindahan dan khitmannya suasana ini.


"Tuhan mempertemukan ku padamu bahkan saat aku belum mengerti apa yang terjadi padaku, namun yang ku tahu hanya sejak itu senyummu adalah segala bagiku, ceriamu adalah tujuanku, dan sedihmu adalah bebanku," ucap Jared dengan tatapan sendu, menatap wajah Suri yang tampak begitu terharu melihat Jared mengucapkan janji pernikahan mereka. Suasana hening menyergap.

__ADS_1


"Aku tak pernah berjanji untuk hal yang tak bisa ku tepati, namun detik ini aku akan mengatakannya padamu, Suri Aku berjanji menjaga mu dengan segenap kemampuanku, menjagamu baik dalam suka dan duka, baik dalam sehat dan sakitmu, aku akan ada di sampingmu dalam saat bahagia maupun terendahmu, ku kan berjanji hanya untukmu hingga aku tak mampu lagi bernapas," kata Jared yang membuat semua orang tersentuh karenanya.


Hati Suri pun sangat tersentuh karena kata-kata Jared yang sangat hangat, tak sadar kata-kata sederhana itu membuat air matanya mengalir, Jared mendekat dan memberikan ciuman pertama mereka sebagai suami dan istri, semua orang tampak bahagia namun juga menahan sedih bersamaan.


"Kalian resmi menjadi pasangan suami istri," kata pemimpin acara itu, membuat senyuman Suri mengembang dengan sangat indah, tak percaya dalam sekejap dia sudah menjadi istri Jared, serasa mimpi yang begitu indah jadi kenyataan.


Jared berdiri menghadap ke arah para undangan yang hadir, tak terlalu banyak mungkin hanya 50 orang yang ada di sana, Angga segera berdiri di dampingi oleh  Asisten Lin yang membawa nampan berisi atribut kerajaan yang akan dipasangkan pada baju resmi kerajaan Jared, dia segera mamasangkannya perlahan.


"Selamat datang di keluarga kerajaan Windsdor, Pangeran Jared," Sambut Angga dan juga mengumumkannya pada seluruh undangan yang ada, semua yang hadir berdiri dan segera memberikan penghormatan mereka, kecuali Angga, Bella, Archie, Ceyasa dan Ibunda Ratu tentunya.


Dan setelah penghormatan semua orang memberikan tepuk tangan yang sangat meriah, menandakan acara formal untuk acara pernikahan itu selesai sudah. Semua orang langsung memberikan selamat pada kedua mempelai.


"Kenapa? Acara kita juga akan lebih dari ini nantinya," kata Archie melihat Ceyasa yang sedang memperhatikan ribuan lampu LED yang menyela kuning di atas mereka, bagai bintang yang bertaburan di malam yang kelam.


"Benarkah?" kata Ceyasa tak menyangka pernikahannya juga akan seperti ini.


"Ya, karena kau adalah calon ratu nantinya, pasti akan sangat megah, mungkin ada ribuan orang yang datang," kata Archie memposisikan tubuhnya ke arah tubuh Ceyasa.


"Benarkah? itu akan ramai sekali," kata Ceyasa tak bisa membayangkan ribuan tamu yang akan datang.

__ADS_1


"Iya, tapi saat ini, maukah Anda berdansa denganku, Putri Ceyasa," kata Archie membungkukkan tubuhnya, menyerahkan tangannya untuk di genggam oleh Ceyasa, Ceyasa yang melihat itu tersenyum lebar, merasa manis dalam hatinya, dia lalu mengapai tangan suaminya yang langsung disambut oleh dekapan tangan Archie pada pinggangnya, membuat tubuh Ceyasa menempel pada tubh Archie, membiarkan mereka berdua berdansa larut dalam sendunya dentingan piano sendu.


Jared menatap Suri yang tampak begitu memikat, menyihirnya hingga dia tidak ingin melihat hal lain selain wanita yang sekarang menjadi istirnya itu, seberapa pun indahnya pemandangan di sekitarnya,tak bisa mempengaruhinya, Suri benar-benar sempurna ada dalam dekapannya, berdansa dengan lembut mengikuti dentingan musik yang indah.


"Jangan melihatku seperti itu," kata Suri yang tampak malu ditatap oleh suaminya.


"Kau lelah?" tanya Jared pada Suri dengan suara yang begitu lembut.


"Bagaimana aku bisa lelah, acara ini sudah menjadi impianku selama ini dan akhirnya terwujud," kata Suri begitu senang, melihat semua hal yang benar-benar seperti bayangannya.


"Tolong beritahu aku jika kau lelah," kata Jared lagi lembut.


Suri mengerutkan dahinya, menatap suaminya dengan wajah bertanya, masa dalam acara pernikahannya, Jared menanyakan hal seperti itu, bukannya mengatakan dia sangat mencintai Suri atau bagaimana.


"Kenapa?" kata Jared yang heran Suri memandangnya seperti itu.


"Jangan menanyakan aku lelah atau tidak,  ini pernikahan kita, aku ingin menikmatinya," kata Suri menatap mata Jared, Jared terdiam sesaat, bodohnya dia menanyakan hal itu, dirinya terlalu khawatir dengan Suri hingga lupa, dia seharusnya membahagiakan Suri di hari spesialnya ini.


Jared lalu tersenyum, segera melanjutkan dansa pertama mereka sebagai suami istri.

__ADS_1


"Baiklah," kata Jared yang kembali menatap Istrinya penuh dengan perasaan.


__ADS_2