
Saat pintu khusus itu di bukakan untuk mereka dan Suri masuk, dia langsung terkejut melihat isi dari tempat itu, ruangannya cukup remang, dengan begitu banyak aquarium yang menunjukkan biota-biota laut dan berbagai macam ikan, mulai yang kecil hingga yang besar, semuanya ada, namun yang paling membuat Suri tercengang adalah aquarium besar berbentuk bulat yang ada di sana, Suri sudah pernah pergi keliling dunia, melihat aquarium-aquarium besar seperti ini juga dia sudah pernah, namun tetap saja tepesona melihat hal ini seperti baru melihatnya pertama kali, apalagi melihat tempat baru, tentu selalu saja ada yang bebeda dan punya keunikan masing-masing.
"Ayo, kau bebas kemana saja," bisik Jared, Suri langsung berjalan ke arah tengah, menatap begitu banyak ikan dengan berbagai jenis ada di sana, menari indah mengelilingi tempat itu, ternyata saat itu juga ada pertunjukan putri duyung, dia berenang dengan sangat mahir dan anggun di tengah pusaran ikan-ikan itu, Suri menatapnya dengan takjub, wajahnya yang putih telihat kebiruan karena pantulan dari aquarium itu.
"Aku selalu ingin jadi putri duyung," kata Suri yang tak berkedip melihat keindahan di sekitarnya, beberapa penjaga yang entah dari mana datang untuk mengamankan areal agar Suri bisa melihat aquarium itu dengan lebih dekat tanpa ada gangguan, bebarapa pengunjung menatap mereka dengan sedikit risih dan tanda tanya, Siapa mereka hingga bisa mendapatkan tempat yang begitu khusus.
"Bukannya kau sudah jadi seorang putri, hanya tinggal menjadi duyungnya saja," canda Jared, Suri yang mendengar itu mengerutkan wajahnya, melirik ke arah Jared yang juga melirik padanya dengan senyuman bercanda, membuat Suri merasa geli karenanya, pria seperti ini bisa juga bercanda garing, pikir Suri tertawa.
Putri duyung yang ada di dalam aquarium itu mendekati mereka, rambutnya yang hitam seolah menari, ekornya yang berawarna ungu dengan aksen biru tampak begitu indah, terkibas-kibaskan, putri duyung itu meletakkan tangannya di dinding kaca, Suri yang melihat itu segera mendatanginya, meletakkan tangannya segera ke kaca yang sama, dibalik maskernya dia tampak tersenyum indah, putri duyung itu pun juga tersenyum, setelah itu dia kembali ke tengah dan menari-nari di sana.
"Kenapa aku menjadi sedih melihatnya ya?" tanya Suri pada Jared.
"Kenapa?" ujar Jared.
"Seolah dia terperangkap ada disana," kata Suri masih melihat pertunjukan itu.
__ADS_1
"Itu hanya pertunjukkan, kau hanya terlalu terbawa suasana, ayo, kita lihat yang lain, aku membawamu ke sini agar kau ceria, bukan untuk menjadi sedih," ucap Jared, Suri yang mendengar itu sedikit tersentuh, dia lalu tersenyum lalu mengangguk.
Mereka segera berkeliling tempat itu, beberapa penjaga siap menjaga mereka kemana pun mereka pergi sehingga bisa dipastikan Suri mendapatkan tempat terbaik untuk melihat semua tempat yang ada di sana. Seorang penjaga mendekati Jared, lalu berbisik sesuatu, wajah Jared berubah senang dan melirik ke arah Suri yang masih melihat gurita, melihat tentakelnya yang menempel di kaca aquarium, membuat Suri sedikit geli.
"Ayo ikut aku," ujar Jared mengajak Suri untuk ke sebuah tempat, ingin menarik tangan Suri namun Jared masih tahu batas antara mereka, hingga di urungkannya untuk mengenggam tangan Suri, Suri yang melihat hal itu hanya memandang Jared, merasa pria ini benar-benar tahu dimana batas antara dirinya dan Suri, Suri tersenyum tipis.
Ruangan itu di jaga oleh beberapa penjaga, di sana tertulis bahwa tempat itu saat ini di tutup untuk umum, akan dibuka lagi 2 jam kemudian, Suri membaca tulisan itu lalu melirik ke arah Jared.
"Tapi ini sedang tertutup, kita keliling ke tempat yang lain saja, 2 jam lagi kita kesini," kata Suri pada Jared.
"Tertutup, tapi bukan untuk kita," kata Jared, dia menunjukkan kembali kartunya, para penjaga itu mengangguk, pintu lorong itu dibukakan untuk mereka, lagi-lagi membuat banyak pasang mata iri, kenapa mereka diperbolehkan masuk?
"Kau boleh membuka masker dan topinya jika tak nyaman, disini hanya ada kita berdua, " ujar Jared, Suri yang mendengar itu sedikit teralihkan, dia mengangguk, membuka maskernya dan juga topinya, Jared mengulurkan tangannya, meminta masker dan topi itu. Suri menyerahkannya dengan cepat dan matanya kembali fokus menatap apa yang ada di ujung lorong itu, saat dia sampai di sana dia langsung ternganga tak percaya.
Sebuah ruangan berbentuk dome, dengan kubah yang megah terbuat dari kaca, dinding-dindingnya yang pun terdiri dari kaca membentuk hexagon, bahkan lantainya juga terbuat dari kaca, seluruh ruangan itu terbuat dari kaca hanya menyisakan rangka-rangka tipis yang menopangnya, Suri benar-benar kagum melihatnya, jika tadi para ikan itu dimasukkan dalam sebuah tabung dan di tonton oleh manusia, sekarang, ketebalikannya, seolah mereka yang masuk ke dalam lautan dan dikelilingi oleh begitu banyak ikan-ikan, berawarna warni, beragam jenis, terumbu karang dan anemon laut terlihat di sana, Suri melangkah sedikit gentar, melihat ke arah kaca di bawah kakinya dan ikan-ikan yang ukurannya sangat besar melintas.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, ayo," kata Jared lagi menjulurkan tangannya, mencoba membuat Suri tidak ketakutan, Suri mengapai tangan Jared, Jared membawa Suri yang masih tekagum-kagum dengan semua itu ketengah ruangan, hanya ada bangku kecil berwarna transparan di sana, ruangan itu benar-benar telingkupi dengan suasan biru yang menenangkan, mengingatkan Suri saat dia menyelam. Jared dan Suri duduk di tengah ruangan.
"Wah, ini indah sekali," ucap Suri,tak habis-habisnya melihat ke sekeliling, begitu memukau hingga tidak ingin berkedip.
"Sangat nyaman disini, sangat sunyi," kata Jared.
"Dari mana kau dapatkan tempat ini?" tanya Suri lagi melihat ke arah Jared, efek suara laut terdengar menenangkan bagi keduanya.
"Tempat ini baru dibuka, baru beberapa minggu, aku mencarinya dan kemarin aku mencoba melihatnya, dan ternyata memang sebagus reviewnya, dan tempat ini adalah pertunjukan utamanya, tempat ini biasanya selalu ramai," ujar Jared menikmati pemandangan di depannya.
"Benarkah? tapi ini sepi dan …. " kata Suri, dia lalu menatap Jared yang awalnya tidak menatapnya, namun karena merasa ada yang melihatnya, Jared lalu menatap ke arah Suri. Suri tahu kenapa tempat ini sepi, jangan-jangan?
"Aku menyewa tempat ini selama 2 jam, jadi kau bisa menikmatinya sendiri selama 2 jam, tempat ini akan sangat membuatmu nyaman dan tenang," kata Jared lembut diantara alunan efek deru ombak.
Suri tersenyum manis sekali, merasa pria ini benar-benar sudah menggodanya, tidak dengan pelakuan yang aneh ataupun dengan kata-kata manis yang memuakkan, namun dengan cara perlakuan dan kelakuannya.
__ADS_1
Suri terus memadang wajah Jared yang tampak biru terpantul warna air, Jared menatap dengan diam lurus ke depan, entah kenapa Suri malah lebih tetarik melihat wajah pria yang ada di sampingnya sekarang, seperti biasa terlalu dingin untuk di tebak apakah emosinya sekarang.
"Lebih baik kau menikmati pemandangan ini karena waktu kita hanya 2 jam, jika ingin memandangiku, kau bisa melakukannya kapan saja," ujar Jared yang bahkan tidak melirik ke arah Suri dari tadi, setelah mengatakan hal itu dia baru melirik dan tersenyum dengan senyuman bercanda yang membuat manis wajahnya.