
Archie menyusuri lorong istananya, jam sudah menujukkan pukul 01.00 malam, dia baru saja pulang dari kantornya dan punya beberapa jam untuk bisa istirahat, akhirnya dia bisa pulang lagi ke istananya setelah begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukannya.
Derap langkahnya terdengar memantul di antara dinding-dinding batu yang ada di istana tua itu, suasana sudah sangat sepi, para pegawai dan penjaga pun tak ada satu pun yang berjaga.
Archie kembali melihat kearah ponselnya dan dia baru mengingat bahwa ponselnya sudah dari tadi mati karena kehabisan baterai, saat dia melewati ruang tengah istananya, dia sedikit terhenti, serasa melihat sesuatu di ruangan itu, Archie mengerutkan dahinya, mencoba menganalisa siapa yang ada di sana.
Archie melihat dengan seksama, melihat wanita yang duduk seperti menunggu itu diantar keremangan ruangan itu, Archie orang yang tak percaya hantu, jadi dia membuka lampu untuk melihat lebih jelas, dan saat lampu di buka, Archie sedikit mengerutkan dahinya.
Dia melihat Suri sedang duduk, karena lampu yang dihidupkan membuat Suri menatap ke arah Archie, Suri menatap Archie dengan nanar, seolah dia sudah tak bertemu dengan Archie 1000 tahun lamanya, dia terus menatap Archie dengan tatapan sendu, pandangan Suri mulai berkabut, menandakan air matanya sudah berkumpul menutupi matanya yang indah.
Suri sudah berusaha, dia sudah berusaha untuk melupakan Archie, mencoba untuk mengerti perasaannya, mencoba untuk mengingat hal-hal yang dibuat oleh Jared, mencoba untuk mengubah hatinya, namun hati tak semudah itu untuk di ubah, tak semudah membalikkan telapak tangan, entah kenapa hatinya tetap saja kembali pada pria ini, pria ini tetap menghantuinya, memenuhi pikirannya, bahkan setiap kali dia menutup mata, yang ada hanya wajah Archie yang tergambar dalam pikirannya. Suri rasa, dia benar-benar sudah tak bisa melepaskan pria itu lagi, dia benar-benar sudah cinta mati dari mereka kecil hingga sekarang.
Archie melihat Suri yang tampak sedikit pucat, tak seperti biasa wajah semangat dan berseri-seri tidak ada di sana, menatap kosong pada Archie, Archie diam, sedikit bertanya kenapa Suri bisa masuk ke dalam istananya, dan apa yang dia lakukan di sini.
"Kakak," ucap Suri lemah dan pelan, bahkan hampir tak tedengar oleh Archie.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan di sini, tempat ini terlarang bagimu sekarang," ujar Archie, sebisa mungkin menghalangi dirinya untuk bersikap perhatian dengan Suri, padahal dia sangat ingin menanyakan kenapa wajah Suri begitu suram.
"Aku tidak bisa tidur," ujar Suri bangkit dan berjalan dengan lemah ke arah Archie, Archie yang melihat itu agak aneh, kenapa Suri seperti ini? namun dia hanya menahannya dalam pikirannya, tak ingin membuat Suri berpikir dia masih perhatian padanya.
Suri berjalan terus mendekat pada Archie, Archie yang melihat itu hanya memandang Suri dengan kerutan di dahinya, semakin Suri mendekat Archie mencoba menjaga jarak mereka, dia mundur beberapa langkah.
Melihat kelakuan Archie, Suri berhenti mendekat, menatap dengan sangat sedih ke arah Archie, wajahnya yang cantik tampak memelas.
"Kau menjauhiku, kenapa kau menjauhiku seperti aku sampah yang menjijikkan untukmu," ujar Suri sedikit meninggi suaranya, membuat suaranya terdengar di ruangan itu, Archie terkejut.
"Lalu apa? aku tidak peduli, kenapa kau menjauhiku, tak tahu kah kau sakitnya hatiku ketika melihat kau menjauhiku!" kata Suri yang sekarang benar-benar histeris, air matanya kembali mengalir deras di matanya yang biasanya indah itu, namun sekarang terlihat cekung.
"Bukankah orang tuamu sudah mengatakannya, kita tidak boleh berasama," tanya Archie pada Suri yang mulai menguji kesabarannya, dia sudah menahan diri di depan Suri, namun jika begini Archie pun tak bisa selamanya diam.
"Mereka sudah mengatakannya padaku, kau percaya tentang semua itu, tentang bualan-bulanan dan dongeng itu," ujar Suri lagi sedikit menunjukkan tawa sinis tak percayanya.
__ADS_1
"Suri, kita benar-benar tidak bisa bersama, kita adalah sepupu, darah kita sama," ujar Archie mencoba menjelaskan lagi pada Suri.
"Lalu untuk apa semua ini? untuk apa selama ini kau memberikanku semua perhatian, perasaan, dan cinta ini, untuk apa?" ujar Suri yang masih tidak bisa menerimanya, dia memang sudah berjanji tidak akan lagi bertemu dengan Archie, namun dia tidak bisa mengendalikan dirinya, semakin dia berpikir untuk menjauhi Archie, semakin ingin gila dia.
"Maafkan aku, semua itu salahku," kata Archie pelan, memandang dengan rasa bersalah menatap Suri yang benar-benar tampak kacau.
"Kau jahat, aku tidak akan pernah memaafkanmu! Kenapa membuatku merasa spesial dan dicintai jika akhirnya kau harus menyerah dengan semua ini?" tanya Suri sambil mendekati Archie yang terdiam, Suri memukul-mukul dada Archie, mencoba menyalurkan rasa kecewa dan marahnya, Suri benar-benar terlihat sangat kacau, selama ini Archie mencoba kabur dengan suasana ini, tapi tetap saja dia tidak bisa menghindarinya.
Suri terdiam sejenak, menatap wajah tampan cinta pertamanya, namun Suri sudah sangat dikuasai oleh emosinya, dia menampar wajah Archie. Archie yang tidak bisa berkata-kata untuk menjawab apa yang dikatakan oleh Suri hanya bisa menerima apapun yang di lakukan oleh Suri.
"Aku benar-benar mencintaimu! Teganya dengan begitu mudahnya mengatakan kita tidak akan bisa bersama, disaat aku benar-benar tak bisa tanpamu, kau malah pergi meninggalkanku!" rintih Suri dalam isak tangis lirih yang sangat menyeyat hati, membuat Archie tak tega melihatnya, hatinya sedih dan sakit melihat Suri yang tampak begitu putus asa sekali, "kenapa kau harus membuat aku seperti ini, aku tak tahu harus apa sekarang, aku sudah berjanji untuk tidak menemuimu lagi pada ibuku, tapi setiap malam aku bahkan tak bisa tidur tenang karena begitu merindukanmu," ujar Suri lagi histeris hampir jatuh lunglai di hadapan Archie, Archie yang melihat itu langsung menangkap tubuh Suri.
"Suri! Suri!" tanya Archie mencoba menenangkan Suri yang benar-benar seperti hampir pingsan menahan seluruh perasaannya. Mata Suri memandang mata Archie yang tampak begitu cemas padanya, Suri lalu tersenyum sedikit.
"Kau masih mencintaiku kan? Jangan katakan kau tidak, aku bisa melihat dimatamu," ujar Suri memandang mata Archie, Archie menekan giginya, mencoba menahan dirinya.
__ADS_1
"Tidak peduli aku masih mencintaimu atau tidak, kita tidak akan bisa bersama, aku harap kau terima itu," kata Archie melepaskan tubuh Suri, membiarkan Suri terduduk di lantai ruang tengahnya, Archie segera berdiri, dan mencoba meninggalkan Suri walaupun sebenarnya dia sama sekali tidak ingin melakukan hal itu.