
Ceyasa menatap Archie dan Archie pun menatap Ceyasa, dari matanya Ceyasa tampak kaget dan sedih, dia sampai menggeleng-geleng kepalanya tak percaya seperti ini.
"Tidak! Dia adalah istriku!" Kata Archie bersikukuh, dia memegang tangan Ceyasa, menarik Ceyasa berdiri.
"Archie! Apa kau sudah buta? Apa yang sudah dia lakukan hingga membuat kau seperti ini! Dia itu istri orang! Bahkan jika dia bercerai pun kau tak boleh menikahinya! Kau tahu peraturannya bahwa kau tidak boleh menikah dengan seorang yang sudah pernah menikah!" Kata Ibunda Ratu Ayana marah, dia bahkan langsung berdiri, geram melihat tingkah laku cucunya, dan murka melihat Ceyasa yang dia rasa sudah menggoda cucunya hingga berubah seperti ini.
"Kenapa? Bukannya Yang Mulia Raja juga menikahi seorang wanita yang sudah menikah? Ratu Bella juga dulunya adalah mantan istri ayahku," kata Archie menatap Ibunda Ratu Ayana dan Angga dengan tatapan menantang mereka.
Semua orang mendengar itu kaget, bagaimana Archie tahu tentang itu, tak ada yang pernah menceritakan hal itu padanya, tapi bagaimana dia bisa tahu? Bella menatap Archie dengan miris.
"Dalam kasus Bella itu berbeda,mereka menikah sebelum Angga masuk ke dalam lingkungan kerajaan, tapi kau adalah putra mahkota dan wanita itu sudah mencoreng nama keluarga kerajaan! Jika aku masih bernapas! Kau tak akan pernah ku izinkan untuk menikah dengannya!" Kata Ibunda Ratu Ayana dengan sangat tegas, mendengar itu Archie hanya menatap neneknya, ingin membantah tapi dia masih sedikit menahan dirinya karena mengingat dengan siapa dia sekarang berbicara.
"Ceyasa! Kemari!" Kata pria itu menarik tangan Ceyasa dengan sedikit kasar, Archie melihat hal itu langsung naik pitam, dia segera mencengkram kerah baju pria itu dan segera memukul pria langsung telak ke pipinya hingga bibir pria itu robek sedikit, membuat semua orang kaget bahkan para wanita di sana berteriak melihat Archie memukul pria itu.
"Pangeran!" Kata Gerald menahan Archie yang sepertinya ingin memukul pria itu sekali lagi
Para penjaga yang ada pun segera menahan Archie dan pria itu yang juga tampak emosi. Ceyasa segera mengambil tempat di antara mereka, tak ingin membuat keadaan makin parah.
"Akan ku laporkan perbuatanmu ini dan menuntut kau atas hal ini, aku tidak peduli kau siapa, biar semua orang tahu bahwa kau hanya pria yang mengambil istri orang!" Kata pria itu dengan nada emosi.
"Ceyasa, lihatlah apa yang sudah kau lakukan, kau benar-benar menghancurkan keluargaku! Aku!... Eh!" Kata Ibunda Ratu Ayana memegangi dadanya dan langsung jatuh karena merasa sangat berat di bagian dadanya, semua orang kaget dan bingung, untung saja Daihan dan Nakesha menangkapnya, semua langsung berkerumun mendekati Ibunda Ratu Ayana yang langsung tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Ibunda Ratu! Panggilkan dokter istana!" Kata Angga yang melihat Ibunda Ratu Ayana tak sadarkan diri, Archie juga langsung melihat keadaan neneknya yang terkulai lemas, semua orang sibuk mencoba menyadarkan Ibunda Ratu Ayana.
Ceyasa yang hanya bisa melihat dengan kaget dan cemas merasa bersalah karena dirinya Ibunda Ratu menjadi seperti itu, apa lagi melihat wajah khawatir Archie yang terus mencoba menyadarkan neneknya, bagaimana pun dia tau Archie begitu menyayangi neneknya itu.
"Kau ikut aku!" Kata pria itu yang tak menyia-nyiakan waktu lagi, memanfaatkan momen ini dan langsung menarik Ceyasa yang masih belum siap, karena itu Ceyasa langsung saja mengikuti pria itu yang menariknya cepat keluar dari ruangan itu.
Ceyasa baru sadar setelah mereka sudah hampir sampai pintu utama, dia mencoba menarik tangannya, namun tangannya yang lain juga di tarik oleh pamannya, mereka menyeret Ceyasa keluar dari Istana itu. Para penjaga yang melihat hal itu bingung, apakah harus ditahan atau bagaimana?
Archie yang masih kaget dengan keadaan neneknya baru sadar saat melihat Ceyasa tak ada, orang-orang yang mau membawa pergi Ceyasa pun sudah tak ada, dia langsung berdiri, bingung mencari Ceyasa. Archie segera berlari keluar.
"Archie!" Panggil Nakesha yang melihat dia meninggalkan mereka, bahkan neneknya seperti ini pun Archie tak peduli? Angga langsung melihat Nakesha, menggeleng kecil agar membiarkan Archie pergi.
Archie segera berlari keluar, di belakangnya Gerald tampak mengikuti, Archie membesarkan matanya melihat Ceyasa yang dipaksa masuk ke dalam mobil dan melihat mobil itu segera berjalan, Archie sekuat tenaga mengejar mobil itu, gerbang istananya sudah terbuka setengah, namun melihat Archie yang mengejar, para penjaga ingin menutup kembali, sialnya mobil itu melaju cepat sekali bahkan hampir menabrak penjaga gerbang istana, bahkan mereka menabrak gerbang istana sedikit dan langsung keluar.
Dia bisa melihat jendela mobil itu perlahan tertutup, menampakan sosok Rain dengan senyuman sinis dan sosok itu hilang di balik jendela mobil yang langsung pergi dari sana.
"Archie! Masuk!" Kata Gerald yang sudah duduk di kemudi mobil, berhenti sejenak di samping Archie.
Archie yang melihat ke arah Gerald langsung masuk ke dalam mobil dan tanpa membuang waktu, Gerald langsung menekan gas dan berusaha mengejar mobil itu.
"Aku melihat Rain di mobil hitam itu," kata Archie menunjuk sebuah mobil yang lumayan jauh dari mereka.
__ADS_1
"Yang benar?" Kata Gerald yang kaget sekaligus berusaha tetap fokus dengan mobil yang dia kendarai dengan cepat.
"Ya, di depannya, mobil biru itu, dia membawa Ceyasa, Kejar!" Kata Archie memegang pegangan di atas kepalanya.
"Baik," kata Gerald yang tanpa ragu-ragu langsung menambah ke cepatannya.
Archie manatap dengan awas dan tajam, seberapa mengerikannya pun Gerald membawa mobil itu, dia tak merubah ekspresinya yang tampak emosi, tangannya menggenggam erat sekali, ini pasti ada hubungannya dengan Rain sehingga dia bisa mengubah sertifikat pernikahan mereka.
"Lapor Tuan, mobil pangeran Archie mengikuti kita," kata Asisten Ken yang ada di tempat duduk depan, memonitor semuanya
"Hentikan dia," kata Rain sambil tersenyum puas, Ceyasa sudah pasti miliknya.
"Baik," kata Asisten Ken, dia segera memegang telinganya yang dipasangi sejenis alat komunikasi, "hentikan dia."
Mobil yang dikemudikan Gerald melaju kencang mengikuti mobil yang ditunjuk oleh Archie, mereka melihat mobil yang ditumpangi Rain tampak melambat dan segera berbelok ke arah lain.
Hal itu membuat Gerald melambat untuk melihat yang mana harus dia ikuti, Archie juga melihat mobil Rain yang memisahkan diri.
"Gerald lurus!" Kata Archie mengatakan pada Gerald. Gerald langsung mengangguk dan seketika melihat depan.
Namun baru saja dia melihat ke arah depan, mobil yang berlawanan arah dengan mereka berbelok tajam di depan mereka, Gerald yang melihat itu kaget mencoba mengerem namun karena kecepatan mereka terlalu tinggi, mereka tak sempat mengelak dan dengan cepat menghantam bodi mobil tersebut, membuat mobil itu terseret bersama mereka.
__ADS_1
Di dalam mobil, Archie menahan dirinya, namun saat mobil mereka bertubrukan tubuhnya langsung terdorong ke depan disambut Airbag yang segera keluar menghantam wajahnya membuat tubuhnya ke belakang menghantam jok dengan keras, membuat suasana itu menjadi hening bagi Archie, begitu juga Gerald hal ini membuat mereka tak sadarkan diri seketika di antara ringseknya bagian depan mobil juga kaca-kaca mobil yang bertaburan.
Suara ban yang mengerem mendadak dan tubrukan logam membahana membuat beberapa mobil di sana berhenti untuk melihat keadaan Archie dan Gerald dan sebagian mencari pertolongan.