Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
48 - Kenapa Tiba-Tiba Berharap Lebih?


__ADS_3

Suri membuka matanya, kepalanya masih terasa sangat berat, namun dia sudah cukup sadar dari kuasa alkohol, matanya yang indah masih agak kabur namun dengan cepat dia bisa mengenali bahwa sekarang dia sudah tidak ada di kamarnya.


Dia kaget dan langsung terduduk, seketika karena itu kepalanya langsung bertambah berat, dia melihat sekitarnya sekali lagi, matanya yang indah mengamati semuanya, ini di kamar mana dari puluhan kamar yang ada di istananya? dari semua dekorasi yang terlihat kaku dan monoton, ini sepertinya kamar seorang pria, eh, terakhir kali yang dia ingat sepertinya dia bertemu dengan Jared, apa jangan-jangan ini kamar Jared?. Mata Suri membesar, dia tidak melakukan hal yang aneh-aneh bukan? apakah terjadi sesuatu padanya?


Suri melihat keadaanya, dia masih mengunakan pakaian lengkap,  dia lalu segera ingin berdiri, namun karena kepalanya masih begitu berat, jadi dia kembali duduk di ranjang itu. kenapa efeknya begitu kuat? bahkan Suri lupa apa yang sudah dia minum tadi, melihat orang-orang dewasa yang selalu melampiaskan amarahnya dengan alkohol, dia kira dengan meminumnya, dia akan segera melupakan segalanya, tapi nyatanya ini malah menambah masalahnya dia memang lupa sejenak, tapi setelahnya, dia benar-benar menjadi tak enak, kepalanya sakit, perutnya mual.


Mual? tiba-tiba dia ingat sesuatu, antara sadar atau tidak, sepertinya tadi dia sempat muntah, Suri mengigat lagi, benarkah dia muntah? dimana dia muntah? Dia melihat kesekitar dan semua bersih, lalu dia ingat sesuatu, dia ingat wajah Jared yang duduk di depannya sebelum dia muntah, apakah dia muntah di depan Jared?  Suri langsung membesarkan matanya, kalau itu benar, itu akan sangat tidak sopan dan yang pasti sangat memalukan, bagaimana bisa dia muntah di depan orang lain?


Saat dia mencoba untuk mengigat apa saja yang sudah dilakukannya saat dia mabuk, tiba-tiba suara pintu di buka terdengar.


"Kakak! " terdengar suara Jenny yang mencari kakaknya.


Suri yang mendengar itu langsung terkejut, dia segera panik dan segera bangkit dan mencari tempat untuk bersembunyi, hal yang memalukan jika Jenny melihat Suri ada di kamar kakaknya sendiri, bisa-bisa dia berpikir yang tidak-tidak, seorang putri tidur di kamar pria lajang, bukankah sangat tidak baik. Suri langsung melihat sebuah pintu, dia segera masuk ke dalam kamar mandi itu dan segera menutupnya perlahan, saat dia hampir sempurna menutup pintu itu, Jenny masuk ke kamar utama kakaknya.


"Kak! kemana sih?”  Jenny yang terlihat kebingungan mencari kakaknya, dia merasa kesepian, paman dan bibinya hingga sekarang belum pulang,  Ratu dan Raja pun tidak ada di rumah, Suri … entahlah dia sama sekali tidak dekat dengan Suri, satu-satunya yang bisa diajaknya bicara cuma kakaknya, dan sehari ini kakaknya juga tidak terlihat, ah! dia harus membujuk pamannya agar cepat-cepat pindah dari sini, dia sudah tidak tahan seharian tinggal di istana dengan penuh peraturan ini.


Jenny melihat sekitar tempat tidur kakaknya, tumben sekali kakaknya meninggalkan tempat tidurnya dengan sangat berantakan seperti ini, kakaknya adalah orang yang sangat menyukai kerapihan. Melihat kamar kakaknya kosong, dia segera berjalan keluar, namun baru ingin keluar, dia melihat kakaknya masuk dengan seorang pelayan yang membawa beberapa makanan.


"Kakak?" kata Jenny senang melihat kakaknya datang.


"Jenny? sedang apa kau?" tanya Jared yang sangat kaget melihat adiknya ada di dalam, Jared langsung masuk ke dalam kamar utamanya, melihat kamar itu kosong, namun bisa melihat pintu kamar mandinya yang terbuka sedikit, Suri mengintip dari sana, Jared merasa hal itu lucu, dia mengulas senyum tipis.


"Ada apa?" tanya Jenny yang merasa kelakukan kakaknya aneh. Pintu kamar mandi itu kembali tertutup.


"Tidak apa-apa, lain kali jika ingin masuk ke kamarku, kau harus minta izinku," kata Jared tegas pada adiknya, Jenny mengerutkan dahi, belum pernah kakaknya membuat peraturan seperti itu.


"Kenapa harus begitu? dari dulu juga kamar kita selalu bebas dimasuki siapa saja," kata Jenny, mereka lahir bersamaan, tumbuh bersamaan, masa sekarang harus berpisah.


"Ya, karena kita berdua sudah dewasa, bagaimana perasaanmu jika aku masuk kamarmu, sedangkan kau baru selesai mandi," kata Jared lagi.

__ADS_1


"Oh, benar juga," kata Jenny yang membayangkan apa yang dikatakan kakaknya, "baiklah, aku akan minta izin dulu, Kakak! aku kesepian, bibi belum pulang, temani aku ya," suara Jenny terdengar merayu memanja pada Jared, dia menarik-narik lengan kakaknya.


"Aku ada urusan penting untuk perusahaan, pergilah ke kamarmu dulu, jika aku telah selesai, aku akan pergi ke tempatmu," ujar Jared tak bisa menolak adiknya.


"Baiklah, secepatnya ya," kata Jenny senang, kakaknya memang paling bisa diandalkan, jika saja dia bukan kakaknya, pasti Jenny akan sangat tergila-gila dengan kakaknya ini.


"Iya," kata Jared dengan senyuman manisnya, dia juga segera mengambil nampan yang ada di tangan pelayan itu, melihat Jenny dan pelayan itu pergi dia segera masuk ke dalam kamar tidur utamanya, meletakkan makanan yang di bawa di atas meja yang ada di sana. Dia lalu berjalan ke arah kamar mandinya, mengentuk pelan.


"Keluarlah, Jenny sudah tidak ada," suara Jared terdengar berat.


Tak lama Suri membuka pintunya, dia melihat Jared yang hanya memandangnya, Suri jadi merasa sungkan melihat Jared, apalagi dia ingat bahwa kalau benar dia sudah muntah di depan Jared, Suri jadi tidak tahu mau dimana dia menaruh wajahnya.


"Keluarlah, di dalam dingin, nanti kau sakit," kata Jared lagi melihat Suri yang salah tingkah.


"Iya, baik."


"Aku rasa aku cukup baik, hanya sedikit mual dan pusing."


"Duduklah, kau belum makan malam, jadi aku membuatkanmu sup, bibiku selalu membuatkannya saat pamanku mabuk, dia bilang ini bisa membuat efeknya berkurang," kata Jared menyerahkan semangkuk sup untuk Suri yang patuh saja diperintahkan oleh Jared.


"Ini sudah malam?" tanya Suri kaget, dia kira ini masih siang atau paling tidak ini masih sore, ternyata dia tidur begitu lama sampai tiba-tiba sudah malam saja. Suri menerima mangkuk sup itu, melihat ke sup itu, terlihat sangat menyelerakan, "Ini benar buatanmu?" tanya Suri lagi tidak percaya, seorang pria bisa membuat sup seperti ini?


"Ya," kata Jared enteng saja, dia kembali duduk di tempat dia tadi menjaga Suri saat dia tidur, mengambil buku yang belum siap dia baca dan langsung sibuk membaca buku, tak ingin membuat Suri salah tingkah karena keberadaannya.


Suri mengamati wajah Jared yang terlihat serius, diam dan tampak dingin, namun tak ada sedikitpun perlakukannya pada Suri yang menunjukkan wajahnya itu, benar-benar terasa penuh perhatian dan hangat, Suri jadi susah menebak pria yang ada di depannya ini.


Suri mengambil sedikit supnya sambil terus memperhatikan Jared yang sama sekali tidak melirik ke arahnya, sibuk sekali membaca bukunya yang sangat tebal itu, karena terlalu terpaku oleh Jared dia malah lupa meniup supnya, hingga saat sup itu menyentuh bibirnya, terasa cukup membakar bibir dan lidahnya.


"Aduh," Suri merasa kepanasan.

__ADS_1


Jared yang mendengar hal itu segera berdiri, mengambil air putih yang ada dan segera memberikannya pada Suri, tak berkata apa pun, hanya menatap Suri dengan cemas, Suri menatap mata Jared, tanpa sadar hanya meminum air putih yang disuguhkan oleh Jared, mata Suri tak lepas menatap Jared.


"Lain kali hati-hati ya," suara Jared lembut memberikan nasehat dengan tatapan yang penuh perhatian, siapa pun wanita yang mendapatkan tatapan lembut itu, pasti akan segera luluh hatinya, Suri pun merasakannya, tatapan kelembutan dari mata Jared yang tajam itu menusuk hatinya.


Jared menarik gelas air putih itu, tak ingin Suri terlalu banyak minum sebelum dia makan.


"Makanlah, perlahan-lahan saja," kata Jared lagi berdiri dan segera meletakkan gelas itu di meja, dia melirik sebentar ke arah Suri yang hanya tampak kembali salah tingkah. Suri langsung buru-buru memakan sup yang benar-benar membuat tenang perutnya, tak sadar ternyata sup itu sudah habis di santap olehnya.


"Terima kasih," kata Suri meletakkan mangkuk bekas makanannya, dia melirik Jared yang masih duduk tenang membaca bukunya.


"Ya," Jared langsung berdiri, ketika dia berdiri Suri baru sadar jarak mereka begitu dekat, kenapa dia juga baru sadar Jared begitu tinggi, tubuh Suri saja sudah tinggi dibandingkan wanita lainnya, namun Jared lebih tinggi darinya, bahunya yang bidang terlihat jelas jika mereka sedekat ini, terlihat kokoh sebagai tempat bersandar.


"Ehm, sepertinya aku ingin kembali ke kamarku, aku ingin bersih-bersih dulu," kata  Suri yang benar-benar merasa sungkan pada Jared.


"Baiklah, lain kali jangan melakukan hal ini, itu tidak bisa mengatasi masalahmu, sudah aku bilang, kau bisa mendatangiku jika kau punya masalah," kata Jared memberikan nasehat pada Suri, Suri hanya bisa mengangguk, terlalu terpana melihat mata Jared yang benar-benar bisa menghinoptis seseorang bahkan hanya dengan melihatnya.


"Ya, terima kasih," kata Suri lagi.


"Ayo, aku akan mengantarkanmu ke kamarmu," kata Jared segera membalikkan tubuhnya.


"Tidak, tidak perlu, ini kan hanya di dalam rumah," kata Suri lagi yang sebenarnya ingin cepat-cepat jauh dari Jared, dia benar-benar kewalahan mengatur perasaannya jika terus berdekatan dengan Jared.


"Aku sekalian ingin pergi ke kamar Jenny, dia butuh teman," ujar Jared lagi langsung saja melangkah keluar, tidak memperdulikan apa kata-kata Suri, Suri yang mendengar itu mau tak mau mengikuti Jared.


Jared membukakan pintu, membiarkan Suri berjalan duluan, Jared hanya mengikuti Suri dari belakang, Suri berhenti di depan pintu kamarnya ketika dia sudah sampai, dia melihat Jared yang mendekat ke arahnya.


"Sekali lagi terima kasih, aku masuk dulu," kata Suri lagi.


"Ya, " kata Jared sebentar dan  langsung pergi meninggalkan Suri, Suri hanya melihat pungung bidang Jared pergi meninggalkannya, hanya seperti itu? kenapa Suri tiba-tiba ingin berharap lebih, sebuah sentuhan di kepala mungkin atau sebuah senyuman, tapi pria itu berlalu begitu saja? kelakuannya yang  menurut Suri ‘tanggung’ itu malah membuat Suri tambah penasaran, Jared kadang perhatian, tapi kadang seolah tak peka, lagi pula apa sih yang diinginkan Suri, kan mereka tidak ada hubungan apa-apa dan lagi Jared sudah berjanji tidak menggodanya, semua yang dilakukan Jared hanya menjaga Suri. Ah! kenapa dia malah jadi memikirkan Jared, pikir Suri sambil membuka pintu kamarnya dan masuk lalu segera membersihkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2