
Seluruh orang yang ada di dalam van itu terdiam mendengarkan apa yang disampaikan oleh pria yang tiba-tiba saja memberikan mereka kode aneh itu, tapi Archie yakin, pria itu ingin menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan Ceyasa, apalagi pria itu sempat mengatakan dia menunggunya, Archie yakin dia yang dimaksud adalah Ceyasa.
"WWJ5+CP? Apa itu?" tanya Nadia memecahkan keheningan mobil van itu, baik Archie, William dan Gerald yang mendengarkan hal itu seolah mencoba menganalisis, kira-kira apa yang diberikan oleh pria itu.
"Jika seseorang meneleponmu dan memberikan kode disaat ada yang sedang kita cari, pasti dia ingin menyampaikan dimana tempat kita bisa menemukan yang sedang kita cari, kode itu pasti memberikan pesan lokasi," kata William menganalisis, mencoba membuat otaknya berguna bukan hanya dalam bidang kedokteran.
"Tapi itu sama sekali tidak terdengar seperti koordinat sebuah tempat, tidak ada derajat, bujur, lintang atau apapun," kata Gerald yang sekarang bahkan lupa sopan santunnya.
Archie hanya diam, mencoba terus menganalisa, Nadia yang disana malah takut berbicara, 3 pria ini tampak sangat-sangat pintar, dia takut mengganggu mereka berpikir, sedangkan otaknya yang isinya Cuma drama tak bisa melakukan apa-apa.
"Apa ada cara lain mencari tempat selain menggunakan koordinat bujur dan lintang, sekarang zaman canggih, untuk mencari sesuatu tak perlu serumit itu," kata Archie lagi memandang adiknya yang ada di sampingnya, lalu beralih pada Gerald.
Tiba-tiba wajah William berubah, matanya membesar dan dia seperti baru mendapatkan sesuatu di kepalanya, Archie dan Gerald yang melihat ke arah William langsung mengerutkan dahinya, bertanya-tanya apa yang sekarang dipikirkan William.
William segera mengambil ponselnya, membuka aplikasi peta digital yang ada di ponselnya.
"Apa tadi kodenya?" kata William yang langsung terlihat buru-buru.
__ADS_1
" WWJ5+CP!" kata Nadia yang dengan cepat menyerobot, setidaknya dia berguna karena sudah mengingat kode itu.
Archie dan Gerald menatap Nadia yang tampak tersenyum bangga, namun tak lama langsung melihat ke arah William yang tampak sedang memasukkan kode itu.
"Voalah, benar dugaanku, kode itu memang koordinat, namun menggunakan koordinat peta digital, kita tidak perlu menghapal derajat, bujur dan lintangnya, cukup mengingat dan mencari plus code itu dan langsung akan muncul, Ya, kepulauan Pitcairn," kata William menunjukkan kemana peta digital itu segera tertuju, Archie langsung mengambil ponsel William, melihat dengan jelas kepulauan itu yang bahkan dalam peta tidak terlihat apa pun, hanya lautan luas.
"Kau yakin?" kata Archie yang merasa sedikit aneh, dimana pulaunya?
"Ya, Pitcairn adalah salah satu kepulauan di dunia yang tak memiliki hukum, di sana semuanya bebas, seperti jika kau ada di lautan luas tanpa ada negara yang mengakuimu," kata William dengan bangga, hobinya membaca hal-hal aneh dan absurt di dunia ternyata ada gunanya.
"Bagus adik kecil, lajukan mobilnya lebih cepat ke markas militer," kata Archie merasa cukup senang, setidaknya ada titik terang kemana mereka harus pergi.
"Pangeran Mahkota ingin menemui Jendral Bennedict," kata Gerald langsung, tak mengambil keuntungan dari lencana itu, bagaimana pun Raja Angga memberikannya untuk membantu Archie, bukan Gerald.
"Siap, silakan masuk Pangeran Mahkota," kata tentara itu.
Pintu markas militer itu segera dibukakan, tampak salah satu tentara seperti melaporkan keadaan, mobil mereka langsung berhenti di depan markas militer itu, Gerald turun duluan untuk membukakan pintu untuk Archie, Archie segera turun disusul oleh William, William mencoba untuk membantu Nadia turun, setidaknya itu sudah menjadi kebiasaannya yang dia tiru dari ayahnya, selalu membantu wanita. Nadia dengan senang hati menerima bantuan William, lagi pula William ini tak jauh beda dari kakaknya.
__ADS_1
"Silakan Pangeran, Jendral Bennedict sedang menuju kemari," kata seorang ajudan pada Archie, Archie lalu mengangguk, seperti biasa mengeluarkan aura kepemimpinannya, Nadia yang melihat wajah Archie langsung menekuk dahinya, berbeda sekali, dia terlihat sangat disegani jika begini, pikir Nadia.
Mereka berjalan menyusuri lorong menuju ke tempat Jendral Bennedict, namun tak lama mereka langsung berhadapan dengan Jendral yang dimaksud, usinya sekitar 40 tahunan, tampak masih gagah dan tubuhnya sangat bagus, wajahnya tegas namun punya kharismanya sendiri.
"Selamat malam Yang Mulia Pangeran Mahkota, maaf saya tidak menyambutmu dengan baik, saya yang memimpin langsung tugas darimu, kami sedang menyusun rencana dan mencoba mencari lebih banyak lagi informasi untuk menemukan Nona Ceyasa," kata Jendral Ben tanpa basa basi, menjulurkan tangan yang langsung dibalas oleh Archie, salaman mereka tak lama, Jendral Ben langsung mengeluarkan gestur menunjukkan kemana seharusnya Archie pergi.
"Aku sudah menemukan koordinat dimana dia dibawa, seseorang memberiku plus code suatu tempat dan aku rasa dia di bawa ke sana," kata Archie menjelaskan sambil menuju suatu ruangan, setelah dia selesai bicara mereka sampai di ruangan yang cukup penuh dengan beberapa tentara, mereka seperti menyusun rencana.
"Benarkah? bagaimana dan dimana mereka membawa Nona Ceyasa?" tanya Jendral Ben sedikit penasaran.
"Seseorang meneleponku menggunakan telepon satelit, dan dia memberikan aku plus code yang setelah dicari mengarah ke kepulauan Pitcarn," kata Archie yang segera dipersilakan duduk di salah satu kursi, dia sudah tidak lagi memikirkan tata krama, terus saja memberikan informasi sambil melakukan segala hal.
"Kepulauan Pitcarn? itu kepulauan bebas tanpa hukum, tidak masuk ke wilayah kita atau pun negara tetangga, setahu saya pulau itu hanya punya beberapa penghuni saja, Kau! tunjukkan gambaran satelit terhadap pulau itu," kata Jendral Ben tampak menganalisa lalu menunjuk seorang tentara untuk melakukan perintahnya. William yang mendengar itu merasa bangga, dia benar tentang pulau itu.
"Apa artinya tanpa hukum? Tidak bisakah kita masuk ke dalam pulau itu?" tanya Archie lagi memperjelas status tempat itu.
"Pulau bebas tanpa aturan, semua orang disana bebas melakukan apapun, pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, bahkan obat-obatan terlarang, tak akan ada yang bisa menuntut mereka di sana, karena mereka berdiri sendiri dengan aturan mereka sendiri, itu lebih menguntungkan kita karena jika dia mengambil tempat di daerah yang bukan kekuasaan kita, kita tidak akan bisa masuk ke daerahnya, namun karena tak punya hukum, Anda pun tak bisa menuntutnya atas tuduhan penculikan jika itu terjadi disana," jelas Jendral Ben.
__ADS_1
Archie diam mendengarkan seksama apa penjelasan Jendral Ben, meresa Rain terlalu licik dan suka mengambil resiko, dia kebal dari hukum di pulau itu, bebas melakukan apa pun seakan semua pulau itu miliknya sendiri, Rain sangat percaya diri, jadi siapapun yang mendatanginya, dia bebas membunuhnya di sana jika dia tidak suka, resiko yang cukup besar.