Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
236 - Menyampaikan suatu kabar.


__ADS_3

"Ehm, aku ingin menyampaikan suatu kabar," kata Archie tampak serius, membuat seluruh mata menatapnya, wajah Nakesha yang tadinya tersenyum lebar berganti dengan wajah yang penuh tanya.


"Ada apa? apa ini ada hubungannya dengan Suri? Iya? Bagaimana kabarnya?" tanya Nakesha langsung terlihat cemas, apakah ada hal yang buruk yang akan di katakan oleh Archie, karena itu Nakesha langsung berdiri, memegang lengan atas suaminya, seolah bersiap mendengar berita buruk.


"Tidak, keadaan Suri baik-baik saja, dia sudah sadar tadi pagi, walaupun punya gejala sisa, namun aku rasa dia cukup baik," kata Archie mengulum senyumnya, sehingga membuat wajah Nakesha tampak begitu simpati.


"Apa yang terjadi padanya?" suara berat Daihan terdengar, gejala sisa?


"Suri akan kesulitan dalam berbicara, kata dokter dia mengalami afasia broca dan kaki sebelah kanannya mengalami kelumpuhan," kata Archie menjelaskan, sedikit bingung kenapa malah melenceng dari rencananya.


"Benarkah? ya ampun, Suri pasti sangat terpukul, kita harus melihatnya nanti siang," kata Nakesha dengan gayanya yang penuh emosi, dia sangat sedih memikirkan hal itu.


"Angga juga mengalami hal seperti itu dulu, dia masih bisa sembuh bukan?" tanya Daihan yang juga sudah menganggap Suri anaknya sendiri, dia menyaksikan gadis cantik itu tumbuh di sisinya, tentu mendengar Suri tidak lagi akan secerewet dulu, hatinya jadi sakit.


"Afasia belum bisa di sembuhkan, biasanya itu terjadi jika ada kesalahan pada bagian otak yang mengatur kemampuan bicara, dengan kata lain, kondisi ini akan menetap bagi kak Suri," jelas William pada ayah dan ibunya, Archie hanya mengangguk seolah mengiyakan.


Mendengar hal itu tentu Nakesha dan Daihan sangat kaget, mereka tak menyangka akhirnya Suri akan menjadi seperti itu, gadis sempurna dengan seluruh keindahan yang dia punya, harus mengalami hal seperti itu, pasti dia begitu terpukul, Nakesha merasa harus ada di sana menghibur wanita itu.


"Kita harus datang ke sana," kata Nakesha melihat suaminya, Daihan hanya mengangguk setuju pada istrinya.


"Nanti saja, saat aku pulang, dia sedang istirahat, dia harus banyak istirahat untuk memulihkan keadaannya, lagi pula  bukan kabar itu yang ingin aku sampaikan," kata Archie sambil mengaruk-garuk dahinya yang sama sekali tidak gatal.


Nakesha yang berwajah sedih tadi langsung mengerutkan kembali wajahnya, memandang Archie dengan tatapan seribu tanya, apa lagi kabar yang harus mereka dengarkan?


 

__ADS_1


"Lalu apa lagi?" tanya Nakesha menatap anaknya itu.


"Ini tentang Ceyasa," kata Archie yang wajahnya sedikit menunjukkan wajah menyesal yang dia buat-buat.


Kali ini Nadia yang mendengar hal itu juga ikut membesarkan matanya, Nakesha serasa tak siap menerima kabar buruk lagi, jadi dia melihat ke arah Nadia yang juga sudah bersiap ingin mendengarkan apa kabar yang akan di sampaikan oleh Archie, Archie memandang mereka, wajah mereka yang menunggu kabar itu semakin terlihat kesal, Archie seperti mengulur waktunya, padahal dalam hati Archie sudah menahan tawanya.


"Kenapa Ceyasa?" tanya Nadia tak sabar membuat Archie kaget.


"Ceyasa sedang mengandung anakku," kata Archie lagi, dia mengamati wajah semua orang yang terdiam kaku mendengarkan apa yang baru keluar dari bibirnya, beberapa detik kemudian baru Nakesha bereaksi, menatap ke arah Daihan dengan wajah syoknya.


 


"Aku tidak salah dengar, Archie bilang Ceyasa hamil?" tanya Nakesha pada Daihan yang tangannya sudah dia rangkul.


"Aku kira begitu," kata Daihan yang melihat wajah syok istrinya.


"Kalau begitu aku akan jadi nenek! Wow! Selamat Archie, ibu senang sekali," kata Nakesha yang baru sadar, dia langsung berjalan menuju ke Archie dan memeluk anaknya itu dengan sangat bahagia.


Archie membalasnya juga dengan senyuman, melihat ke arah papanya yang sekarang ada di depannya, menunjukkan sikapnya yang terlihat bahagia dan bangga pada anaknya itu, William dan Nadia juga tampak mendekat untuk sekedar mengatakan selamat.


"Apakah Jofan sudah tahu hal ini?" tanya Daihan pada Archie setelah Nakesha melepaskan pelukkannya.


"Belum, aku belum memberitahunya, mungkin nanti, tapi aku tidak tahu apakah Ceyasa sudah mengatakannya atau belum?" kata Archie dengan wajah sumringah, senyuman bahagia juga menghiasi semuanya, setelah kabar sedih, ternyata ada kabar yang menyenangkan.


 

__ADS_1


"Nenek tidak akan menyutujuinya!" Suara renta itu terdengar menggema besar, membuat senyuman kebahagiaan itu segera pupus, semua orang melihat ke asal suara itu, Ibunda Ratu Ayana tampak memunculkan dirinya, dia di dorong masuk ke dalam ruang tengah itu oleh seorang dayang, terduduk di kursi rodanya.


Archie melihat neneknya itu segera menekukkan dahinya, dia lupa, satu lagi penghalang untuknya bisa bersama dengan Ceyasa.


 


"Tapi ibu, Ceyasa sudah mengandung anak Archie," kata Nakesha yang langsung menyela.


"Tidak bisa, bagaimana kau tahu itu anakmu? dia sudah menikah dengan orang lain, bagaimana jika anak itu adalah anak pria itu," kata Ibunda Ratu Ayana tampak ketus, namun saat ini dia terdengar lebih sehat dari pada kemarin.


 


"Nenek, pria itu hanya diperintahkan orang yang ingin menculik Ceyasa, itu akal-akalan bibi dan paman Ceyasa untuk mendapatkan uang dengan menjualnya pada seseorang, dari awal akulah yang menikahinya, aku menikahinya dengan nama Cendro, aku yang menikahi Ceyasa," kata Archie membela Ceyasa, bagaimana pun dia tahu percis dan yakin, itu pasti anaknya.


 


"Iya, aku saksinya, aku yang menyaksikan pangeran menikah dengan Ceyasa di desa, aku ada di sana saat mereka menikah, aku bahkan punya fotonya, " kata Nadia mengeluarkan ponselnya, mencari-cari foto pernikahan Archie, dia sengaja memfoto hal itu hanya untuk di simpan, namun tak menyangka ternyata menjadi sangat penting sekarang.


Archie mengambil ponsel itu, dia melihat  foto pernikahannya dengan Ceyasa di desa Giovert, melihat itu dia menaikkan sudut bibirnya, dia berjalan ke arah neneknya, menunjukkannya pada Ibunda Ratu Ayana, Archie bahkan berlutut di depan neneknya.


 


"Nenek, lihat ini, ini adalah buktinya, aku yang menikahi Ceyasa, awalnya aku memang hanya ingin membantunya, tapi sekarang aku benar-benar ingin menikahinya secara resmi dan kerajaan, dia tidak pernah menikah dengan siapapun kecuali aku, nenek, restuilah kami," kata Archie dengan suara begitu berharap pada Ibunda Ratu Ayana yang hanya menatap foto itu sekilas, matanya tertuju pada wajah serius Archie, dia belum bisa menerimanya, tetap saja, baginya Ceyasa bukan wanita yang pantas, tidak punya latar belakang apapun yang bisa menyetarakannya dengan Archie.


 

__ADS_1


"Dia bukan wanita yang tepat untukmu, kita bahkan tak tahu siapa dia sebenarnya," kata Ibunda Ratu Ayana yang masih enggan, jika ada celah untuk memisahkan mereka, dia ingin Archie menikah dengan wanita yang pantas, wanita yang punya keturunan yang baik.


__ADS_2