Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
351 - cepat bawa aku menemuinya.


__ADS_3

Aku ingin kau membawa Kak Rain, aku mau dia datang ke sini sekarang, jika dia tak datang, maka dia tak akan pernah lagi bisa bernapas!" ucap wanita itu emosi, membuat suasana menjadi lebih tegang, apa lagi dia semakin kuat mengalungkan tangannya pada leher Ceyasa, menekan tenggorokannya hingga Ceyasa tak bisa bernapas.


"Baik, Baik! kami akan melakukannya, jangan melakukan apapun, aku akan mengaturnya," Ujar Hana yang meningkat kadar adrenalinnya membuat dia segera bernapas lebih cepat.


"Keluar lah! aku akan menunggu 30 menit, jika dia tak datang, maka, aku akan membunuhnya dan bayinya," kata Wanita itu lagi, kembali menekan leher Ceyasa dengan ujung pisau itu, membuat Ceyasa meringis.


"Ya! baik," kata Hana tegas dia segera memutar kenop pintu itu, segera ingin keluar namun berusaha untuk tidak melepaskan pandangannya dari Ceyasa yang tampak begitu ketakutan, Ceyasa sangat takut terjadi apa-apa padanya dan anaknya, menyesal tak mendengarkan kata-kata Archie yang berusaha melarangnya pergi ke sini.


"Tutup!" teriak wanita itu memekakkan telinga Ceyasa, begitu pintu tertutup, dia segera berjalan dan mengunci pintu itu, dan langsung kembali menodongkan pisau yang berukuran sedang itu ke arah Ceyasa, kali ini Ceyasa akhirnya bisa melihat wajah wanita yang mengancamnya itu, ini wanita yang sama dengan wanita yang mencambuknya waktu itu.


"Apa mau mu? lepaskan aku," kata Ceyasa yang sibuk melihat sekeliling, sialnya lagi-lagi itu hanya kamar mandi kosong tanpa apapun, apa lagi karena hormon kehamilan, membuat otaknya kurang bisa menangkap dengan cepat.


"Melepaskanmu? tidak akan, aku tak punya keinginan sama sekali untuk melepaskanmu bahkan setelah Rain datang, aku akan memastikan dia melihatmu mati," ujar Lidia dengan wajah bengis.

__ADS_1


"Apa sebenarnya maumu? aku dan Rain bahkan tak punya hubungan apapun, aku sudah memiliki suami jadi aku tak mungkin punya hubungan dengannya, tolong lepaskan aku, aku tak ingin dan tak akan berhubungan dengan Rain," Ujar Ceyasa memohon, air matanya berderai, dia memegangi perutnya, sedikit merasakan kontraksi mungkin karena dia panik, merasakan itu Ceyasa menarik napasnya, mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"Kau memang tak ada hubungannya dengan Rain, tapi karena dirimu dia tidak bisa menerima ku! dia bilang hanya kau yang mampu dia cintai! kau tahu betapa sakitnya hatiku mendengarkan hal itu, jadi aku putuskan, jika aku tidak bisa mendapatkannya, aku akan buat dia tak akan bisa mendapatkanmu!" kata Lidia mengacungkan pisaunya terus ke arah Ceyasa, Ceyasa yang panik hanya mencoba untuk mundur, namun terhalang dengan tembok, kamar kecil itu sangat kecil.


"Tenang saja, aku tak akan membunuhmu sekarang, aku akan membunuhmu di depannya, agar dia menyesal seumur hidupnya, biar dia rasakan bagaimana rasanya tak bisa mendapatkan orang yang sudah membuatnya tergila-gila," ucap Lidia, dia mengeluarkan pistol saku dari celananya, membuat Ceyasa semakin membesarkan matanya panik, Lidia tak main-main rupanya, dia sudah merencanakan semuanya.


---***---


Di luar Hana yang keluar langsung tampak panik, petugas yang melihat Hana langsung mendatanginya.


----***---


Rain sedang duduk sendiri di selnya yang hanya berukuran kecil, hanya cukup untuk tempat tidur dan kamar mandi tak bersekatnya, dia hanya melirik sejenak ketika mendengar suara pintu selnya hendak dibuka, bukankah dia sudah mengatakan dia tak ingin lagi bertemu dengan siapapun? kenapa permintaannya itu tak bisa dikabulkan.

__ADS_1


"Tuan Rain," suara kepala polisi yang terjun langsung datang ke sel Rain untuk membujuknya.


"Ada apa? apa ada yang ingin bertemu denganku lagi?" lirik Rain dibalik rambutnya yang mulai memanjang, poninya jatuh di dahinya, selain itu jambang dan kumis tipis sudah tampak menghiasi wajahnya namun tak bisa menutupi ketampanannya, sepertinya untuk urusan penampilan, keluarga Huxley memang sangat unggul.


"Bukan, bukan itu, ini tentang Nona Ceyasa," Ujar Polisi itu, mendengar nama Ceyasa disebutkan, perhatian Rain jadi jatuh penuh ke arah kepala polisi itu.


"Ada apa dengannya? apa Archie tak bisa melindunginya?" tanya Rain sedikit mengerutkan dahinya, saat ini dia ada di penjara, kenapa malah mencarinya?


"Yang Mulia Ratu Ceyasa saat ini sedang disandra oleh adik angkat Anda, Nona Lidia, Beliau mengancam melukai Ratu Ceyasa jika tidak bertemu dengan anda dalam waktu 30 Menit," kata kepala Polisi itu langsung.


Mendengar penjelasan kepala polisi itu, Rain segera berdiri, dia tak menyangka Lidia melakukan itu, tangannya mengepal kuat, sangat erat hingga urat-urat tangannya terlihat, Beraninya dia melakukan itu pada Ceyasa.


"Jadi Tuan Rain, saya harap anda bersedia untuk kami bawa ke sana," kata Kepala polisi itu lagi.

__ADS_1


"Borgol aku dan lakukan semuanya yang diperlukan, aku akan kooperatif dengan kalian, cepat bawa aku menemuinya," pinta Rain segera, dia kenal Lidia, wanita itu tak pernah setengah-setengah, jika dia ingin, dia harus mendapatkannya.


"Baik, cepat borgol Tuan Rain, kita harus segera membawanya ke sana," kata Kepala polisi itu memerintahkan bawahannya, dan mereka segera melakukan apa yang diperintahkan atasannya itu.


__ADS_2