
Gerald kembali mengamati ponsel Ceyasa, jika Ceyasa memang ingin pergi dan menghilang, untuk apa dia membuang ponselnya, Ceyasa bukan orang yang gampang untuk membuang-buang barang berharganya, kalau pun dia tak menginginkan ponselnya kembali, dia tak akan membuangnya, dia akan meletakkannya bersama kartu ATM dan barang-barang lain yang ditinggalkannya.
Lagi pula, jika Ceyasa pergi, sepagi ini, tidak mungkin ada taksi yang boleh menunggu di areal rumah sakit ini, dia harus berjalan keluar dulu agar bisa mendapatkannya, dan seharusnya ponsel ini ditemukan lebih jauh di luar area rumah sakit, dan dilihat dari parahnya kerusakan ponsel ini, ini tidak mungkin hanya karena sengaja terjatuh dari saku ataupun tas. Ini lebih seperti dibuang melalui kendaraan yang berjalan, pikir Gerald menganalisis semuanya.
Archie memacu mobilnya dengan sangat cepat, jalanan pada dini hari seperti ini cukup sepi sehingga dia bisa dengan cepat sudah sampai di rumah sakit itu, dia bahkan tidak mengindahkan peraturan untuk tidak parkir di depan pintu masuk, begitu sampai dia langsung saja turun dan dengan buru-buru dia segera menuju lift dan pergi ke lantai 5 tempat ruangan Ceyasa, begitu sampai, dia segera masuk dan melihat ke arah kamar Ceyasa yang sudah kosong, Gerald dan Lusy yang melihat Archie tiba-tiba masuk langsung kaget.
"Bagaimana?" kata Archie yang tak ingin buang waktu , ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi, dia langsung mendekat ke arah Gerald dan Lusy, Lusy hanya terdiam dan menunduk, "Bagaimana dia bisa pergi dari sini?" tanya Archie dengan suara sedikit kesal dan tak percaya. Membuat Lusy langsung kaget mendengar suara besar Archie.
"Dia tidak tahu apa-apa, Nona Ceyasa pergi benar-benar pagi, ponselnya di temukan di area gerbang belakang, aku tak tahu apakah dia membuangnya atau bagaimana, tapi sepertinya tidak mungkin seperti itu, penjaga sedang mencari rekaman CCTV untuk melihat apa yang terjadi," kata Gerald lagi melihat ke arah Archie yang cukup terlihat syok dengan kabar ini.
Archie melihat ke arah ponsel yang disodorkan oleh Gerald, jika benar dia pergi pagi-pagi tadi, maka ada kemungkinan Ceyasa memang membuang ponselnya karena Archie meneleponnya, dia ingat panggilan pertamanya masuk namun langsung mati, seolah-olah itu tertolak. Sebegitu marahkah Ceyasa padanya? Apa benar dia begitu sudah begitu muak padanya? Entah kenapa memikirkannya perasaan Archie begitu kacau.
"Nona Ceyasa juga meninggalkan ATM yang Anda berikan," kata Gerald menyerahkan kartu ATM dan juga tanda pengenal pasien berwarna merah jambu dengan nama Ceyasa di atasnya.
Archie menerima semua hal itu, melihat nama Ceyasa yang tertulis di atasnya, kenapa sekarang dia benar-benar merasa tak nyaman. Saat dia mengelus tanda pengenal itu, tiba-tiba pintu ruangan itu terketuk.
__ADS_1
"Masuk," kata Gerald langsung.
Pintu ruangan itu terbuka, penjaga yang tadi di perintahkan untuk melihat CCTV gedung belakang datang untuk melaporkan apa yang dia temukan.
"Selamat pagi Pangeran," kata penjaga itu yang melihat Archie, Archie hanya diam sedikit mengangguk.
"Bagaimana?" kata Gerald langsung.
"CCTV gedung sudah bisa diakses Tuan, silakan jika Anda dan pangeran ingin melihatnya," kata penjaga.
"Baiklah," kata Gerald, dia melihat ke arah Archie, Archie hanya bisa mengangguk, Gerald langsung memberikan gestur mempersilakan Archie untuk jalan duluan, Archie meletakkannya barang-barang Ceyasa itu ke dalam saku jaketnya dan segera keluar menuju ke tempat pusat CCTV rumah sakit itu.
"CCTV bagian belakang rumah sakit awalnya baik-baik saja, namun saat pukul 1 ke atas hingga sekarang sepertinya tidak merekam apapun dan menjadi beku, dia hanya merekam pemandangan yang sama hingga saat ini, tidak tahu kenapa, tapi yang lain tampak baik-baik saja," kata penjaga rumah sakit itu menjelaskan dan menunjukkan rekaman seluruh CCTV bagian belakang rumah sakit yang sama sekali tidak berganti gambarnya hingga sekarang.
"Tunjukkan aku pemantauan CCTV di lantai 5 sekitar pukul 1 hingga 2 pagi," kata Archie yang hanya menatap lurus ke arah monitor-monitor CCTV itu. Gerald hanya melirik ke arah Archie yang tampak menunjukkan wajah diamnya.
__ADS_1
"Baik Tuan," kata para penjaga yang ada di sana, mereka langsung melakukan pengaturan dan segera menunjukkan apa yang terekam pada CCTV di jam-jam yang diminta oleh Archie.
Mereka semua mengamati layar monitor itu, saat pukul 1.39 pagi, Archie melihat Ceyasa keluar dari kamarnya, dengan perlahan dia menutup pintu itu seolah dia benar-benar tidak ingin membangunkan Lusy, dia tak membawa apapun, tak juga tas, dia berjalan pelan, seolah tidak menanggung beban ataupun tampak ketakutan, jika ada orang yang sedang memaksanya dia akan terlihat cemas, namun dari wajahnya, dia bahkan sangat santai, Ceyasa tampak menghilang di balik lift.
"Ikuti dia," kata Archie menggertakkan giginya, dalam analisanya, dia melihat Ceyasa yang seperti itu artinya dia memang ingin pergi darinya, tak ada orang yang memaksa untuk pergi, jika ada dia pasti sudah diseret keluar atau bagaimana lah.
Para penjaga langsung memindahkan CCTV ke arah depan lift, tak lama lift itu terbuka dan Ceyasa dengan sadarnya berjalan ke arah lorong belakang, dia berjalan santai tak tampak tergesa-gesa, padahal Archie tahu betul bagaimana jika wanita itu sedang tergesa-gesa, dia bahkan berhenti sejenak dan melihat ke arah CCTV saat dia ingin membuka pintu keluar bagian belakang dan menghilang dari jangkauan CCTV mana pun.
Archie menggenggam erat tangannya yang masih menggenggam pengenal Ceyasa, meremasnya dengan sangat kuat, seolah pemandangan itu semua membuat emosinya naik.
"Apa tidak ada satupun CCTV yang bisa melihat kemana dia pergi?" tanya Gerald yang melihat emosi itu di wajah Archie.
Para penjaga yang melihat Archie dangan wajah yang emosi dan mata yang memerah langsung mencoba mencari, melihat apakah ada CCTV yang memantau kemana perginya Ceyasa, namun percuma, mereka tidak menemukannya sama sekali.
"Sudah, tidak perlu mencari lagi! jika ingin pergi, biarkan saja dia pergi," ujar Archie dengan suara berat menahan emosinya, dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu, membuat Gerald dan Lusy yang mengikutinya panik.
__ADS_1
"Kau terus mencari setiap sudut," kata Gerald yang langsung menunjuk salah satu dari mereka di sana, mereka langsung mengerutkan dahi dan bingung harus apa, satu mengatakan untuk berhenti, namun yang lain memerintahkan untuk terus mencari.
Gerald dan Lusy hanya bisa mengikuti Archie yang berjalan begitu cepat, seakan menumpahkan semua emosinya dengan berjalan, selain itu dia juga memeras pengenal Ceyasa dan melemparkannya pada tempat sampah yang dia lewati, seolah itu menandakan dia juga membuang Ceyasa dari hidupnya, seperti Ceyasa yang sudah membuangnya.