Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
43 - Pesan Yang Menyakitkan.


__ADS_3

"Dia sepupuku, kami berdua bersaudara,"  kata Archie memandang Ceyasa dengan matanya yang nanar.


Ceyasa mendengar itu langsung kaget, menatap Archie dengan tidak percaya, dulu Ceyasa berpikir, cerita cintanya adalah cerita cinta paling mengenaskan, mencintai seseorang yang tak mencintai dirinya dan berpikir jika ada dua orang saling mencintai maka semuanya akan selesai, akan menjadi cerita yang indah, sudah begitu saja, tapi mendengar cerita pria di sampingnya ini ternyata ada hal yang lebih memusingkan dari pada kisah cintanya. Lagi pula bagaimana bisa jatuh cinta dengan keluarga sendiri?


"Dari sekian banyak wanita di dunia ini, kau malah jatuh cinta dengan sepupumu?" tanya Ceyasa masih tak percaya dengan apa yang baru dia dengarkan.


"Ayahku dan ayahnya adalah sepupu dari satu keturunan, ayahku meninggal saat aku kecil hingga aku dibesarkan oleh ayahnya, kami selalu bersama sejak kecil, dia teman dan adikku satu-satunya, dari kecil dia adalah satu-satunya wanita yang dekat denganku karena itu tiba-tiba kami sudah merasakan sesuatu yang lebih dari sekedar perasaan sayang pada saudara dan semuanya terjadi begitu saja tanpa bisa kami kontrol," kata Archie menjelaskan panjang lebar, Ceyasa mendengarkannya seksama, tak ingin memotong.


"Lalu? Ehm, apakah pernikahan sepupu tidak diperbolehkan? Aku rasa aku pernah mendengar pernikahan sepupu seperti itu," kata Ceyasa lagi.


"Kami punya masalah yang tidak bisa aku katakan, intinya kami tak akan bisa bersama, aku tidak ingin melihat dia sedih karena itu aku meminta temanku membantu untuk mencarikan tempat untuk aku melarikan diri, tapi dia malah membawaku ke sini," kata Archie.


"Kau seharusnya tidak melakukan hal itu, meninggalkan wanita tanpa sesuatu alasan hal itu akan sangat membuat hatinya sangat sakit, kalian sepupu, suatu saat kalian akan bertemu lagi nantinya," kata Ceyasa.


"Dia tidak akan melepaskanku dan aku rasa aku juga tidak akan sanggup melepaskannya jika kami terus bersama dan dekat, aku sengaja tak memberitahukan apa alasan aku berpisah dengannya karena yang tahu alasan kenapa kami harus berpisah hanya aku dan orang tua kami dan jika aku mengatakannya, dia juga pasti akan marah pada kedua orang tuanya, aku tidak mau dia melakukan itu," kata Archie terlihat membuang pandangannya ke segala arah yang dia bisa, menutup rasa sakitnya ketika dia harus membicarakan Suri lagi.


Ceyasa memandang Archie, dibalik pria yang selalu membuatnya kesal ini ternyata terselip sebuah cerita sedih dan juga kebaikan yang membuat Ceyasa merasa dia sudah salah menilai pria ini.

__ADS_1


"Kau tahu, kau boleh menginap di tempatku sampai kau inginkan, tapi ingat untuk selalu membersikahkan rumah ya, kalau tidak aku akan memarahimu," kata Ceyasa dengan senyuman manisnya. Archie melihat ke arah Ceyasa, dia pikir wanita ini akan kesal dan marah jika tahu Archie membohonginya, tapi ternyata sifatnya tidak seburuk yang dipikirkan Archie.


"Baiklah," kata Archie tersenyum sedikit namun manis.


"Satu lagi, lebih baik tidak ada yang tahu kau tinggal bersama ku, desa ini kecil dan masalah ini masih sangat tabu, mereka akan berpikir aneh jika ada pria dan wanita tinggal bersama tanpa orang tua, hal ini akan membuat kita kesusahan nantinya," kata Ceyasa sedikit berbisik.


Untung saja rumahnya jauh dari rumah-rumah yang lain sehingga sampai detik ini tidak ada yang tahu soal ini kecuali Nadia tentunya.


"Ehm, baiklah, terima kasih," kata Archie seadanya saja, masih terlalu muram untuk bisa menanggapinya.


Archie mendengarkan kata-kata Ceyasa, benar, dia tidak boleh bersikap setengah-setengah, jika ingin memutuskan dan melupakan Suri mulai sekarang dia harus melupakan semuanya, Ceyasa sudah pergi meninggalkan Archie sendiri di bawah pohon itu lagi, dia mengambil ponselnya, melirik membuka layarnya yang menunjukkan foto Suri yang selalu dipandangi setiap malam, dia lalu pergi kepengaturan, mengganti foto layar itu dengan yang lain, kali ini dia putuskan untuk benar-benar meninggalkan semuanya.


Namun baru saja dia ingin memasukkan ponselnya, tiba-tiba terdengar suara pemberitahuan pesan yang masuk secara beruntun, dia segera melihat handphonenya, lebih dari 50 pesan masuk ke dalam aplikasi obrolannya, dia lalu melihat ke arah sinyal ponselnya, entah bagaimana dia malah mendapatkan sinyal internet di atas bukit itu, membuat semua pesan masuk ke dalam ponselnya.


Archie membuka aplikasi itu, melihat deretan pesan dari papanya, ibunya, bahkan neneknya, namun yang paling banyak dari Suri, dia membuka pesan dari papanya yang bertanya di mana dia sekarang? pesan yang isinya hampir sama juga dikirim ibu dan neneknya, saat dia ingin membuka pesan dengan nama Suri, dia sedikit ragu, jarinya terlihat sedikit gemetar, namun dia memutuskan untuk membukanya.


Archie membaca satu persatu pesan itu, awalnya pesan itu penuh pertanyaan, ke mana dia? di mana dia? kenapa dia pergi? apa salah Suri hingga Archie meninggalkannya? begitu banyak pertanyaan yang malah membuat hati Archie miris, dia membayangkan bagaimana Suri menulis ini, pesan penuh pertanyaan itu lalu berubah menjadi pesan kemarahan dan kecewaan, Archie tahu itu karena kebiasaan Suri yang mengunakan huruf besar semua jika dia marah, begitu banyak kata-kata pertanyaan namun juga kemarahan Suri padanya, Archie tersenyum membacanya, setidaknya dia tahu Suri marah padanya, tak apa-apa bencilah padanya, hal itu akan memudahkan Suri melupakan Archie nanti.

__ADS_1


Archie kembali membaca, pesan kemarahan itu berhenti, membaca kelanjutannya malah membuat Archie kaget dan perasaannya miris, kenapa bisa begini?


 


‘Selamat pagi kakak, hari ini aku akan pergi melukis, kau tahu aku suka melukis bukan? hari ini di sini sangat hangat, apa kabarmu di sana kak?.’


‘Selamat siang Kak, kau tahu hari ini aku ingin makan sesuatu yang sangat manis, kau ingat brownies yang pernah kau buatkan untukku, aku rindu dengan hal itu, aku akan mencoba membuatnya, mudah\\-mudahan seenak buatanmu ya kak,’



‘Selamat malam Kak, aku sedang ada dikamarku, browniesnya tak seenak buatanmu, kau tahu bulan hari ini tampak cukup indah, tapi hal itu malah membuatku merindukanmu, aku memandangnya lama sekali, aku harap kau juga memandangnya malam ini, aku sungguh merindukanmu’


 


Pesan yang dibaca oleh Archie sekarang malah membuat hatinya sangat sakit, sangat miris seolah dia bisa tahu betapa putus asanya Suri hingga mengiriminya pesan seperti ini, hatinya nyeri sekali sehingga membuat Archie tak mampu membaca kelanjutannya.


Dia lebih suka membaca pesan caci maki Suri padanya dari pada pesan lembut itu, dia menyesal membacanya karena hatinya kembali terluka dan berdarah. Matanya kembali basah, namun dia segera mengusapnya dengan kedua jarinya.

__ADS_1


__ADS_2