
Dokter Malvis mencoba untuk memberitahu bahwa dia siap untuk melakukan tindakan kejut jantung, membuat agar tidak ada terkena kejut listrik juga.
Dokter segera melakukan DC-shock ke tubuh Suri, membuat tubuhnya sedikit terhentak, dia melihat ke arah monitor, irama jantungnya masih terlihat belum normal.
"Sekali lagi," kata dokter Malvis.
"360 Joule," kata dokter Irena mengisi daya pada DC-Shock.
"Clear?" kata dokter Melvis.
"Clear.”
Suara detuban dari alat itu terdengar, dan sekali lagi tubuh Suri harus terhentak, kali ini dokter Malvis juga langsung segera melihat ke arah monitor, irama jantung Suri kembali normal, membuat napas lega dokter Malvis keluar begitu saja dengan keras.
"Perhatikan hemodinamisnya," kata dokter itu memerintahkan pada perawatnya.
Dokter itu menyeka keringatnya dengan lengan atasnya, ini tanda bahwa keadaan Suri sama sekali belum stabil.
"Bisakah kita memeriksa hasilnya sekarang?" tanya dokter Malvis pada dokter Irena yang masih menatap monitor.
"Aku rasa bisa, kita bisa melakukan pemantauan dini," kata dokter Irena.
"Cepat lakukan, pekerjaan kita masih banyak, kita harus memantau efek samping yang sudah ditimbulkan serangan tadi," kata dokter Malvis lagi yang hanya bisa memandang Suri dan monitor kehidupannya yang menunjukkan tanda stabil, namun mereka tak tahu bagaimana efek perdarahan di dalam tubuh Suri, semoga saja tidak terlalu parah.
Dokter Malvis mencoba merebahkan tubuhnya di tempat duduknya, sedikit mengistirahatkan urat-urat sarafnya yang rasanya begitu tegang, dia menutup matanya sejenak, tak terasa ternyata mereka sudah mengawasi keadaan Suri lebih dari 5 jam, namun mereka belum bisa keluar hingga hasil darah Suri yang di periksa secara keseluruhan keluar.
__ADS_1
Tak lama seseorang masuk ke dalam ruangan yang bersebelahan dengan ruangan Suri, dokter Irena masuk dengan hasil tes di genggamannya.
"Bagaimana hasilnya?" tanya dokter Malvis langsung kembali terduduk.
"Kabar baik untuk kita, aku rasa kita berhasil, " kata dokter Irena dengan wajah sangat lega, menunjukkan hasil dan gambaran pemeriksaan dari darah Suri.
Dokter Malvis membuang napas leganya, terasa 1 beban di kepalanya tercabut begitu saja, satu langkah mereka selesai.
"Ya, keadaan darah Suri menunjukkan ketenangan yang hampir sama dengan darah Pangeran Archie, penyakit itu sudah ditahlukkan, kita hanya menunggu 1 kali lagi tes untuk benar-benar mengkonfirmasi hasil akhirnya, kita bisa mengambilnya nanti malam," kata dokter Irena.
"Keadaan Suri juga stabil dalam 2 jam ini, aku ingin melakukan pemeriksaan menyeluruh lagi untuk mengetahui efek dari yang sudah kita lakukan, Dokter Jason, tolong siapkan Suri untuk pemeriksaan menyeluruh sekali lagi agar aku bisa memberikan keterangan untuk keluarga pasien," kata Dokter Malvis, pada dokter Jason yang datang bersama dengan dokter Irena.
"Baik," kata Dokter Jason langsung melakukan apa yang diminta oleh Dokter kepala.
----***---
Archie dan Ceyasa bergabung dengan mereka setelah memberikan darahnya, namun Archie tak cukup kuat untuk terlalu lama duduk, kepalanya terasa berat, karenanya dia minta izin untuk kembali ke kamar untuk sekedar merebahkan tubuhnya yang terasa cukup sakit, Ceyasa menemaninya.
Setelah 6 jam menunggu di luar, mereka melihat Suri kembali, namun seperti tadi mereka bergegas membawanya keluar, 15 menit kemudian Suri kembali dimasukkan ke dalam ruangan itu namun mereka sama sekali tidak diizinkan mendekati Suri, Namun tak lama dokter Malvis dengan wajah yang masih menyiratkan ketegangan dan kelelahan.
"Bagaimana dokter?" tanya Angga yang was-was.
"Kita bicara di ruangan saja," kata dokter itu tahu ini akan menjadi pembicaraan yang panjang.
Dokter Malvin melangkahkan kakinya ke ruang tunggu, Angga, Bella dan Jared mengikutinya dari belakang, mereka segera duduk dengan tegang menunggu hasil yang akan dikatakan oleh dokter itu pada mereka.
__ADS_1
"Saya harus menjelaskan keadaan Putri Suri, seperti yang kita tahu, Putri Suri mengalami serangan, dan serangan kali ini lebih parah dari sebelumnya, dan seperti yang kita takutkan, Serum tidak lagi berguna untuk putri Suri," kata dokter itu membuat wajah tegang orang-orang yang mendengarnya bertambah, mereka bahkan menegakkan tubuhnya lebih tegak.
"Lalu bagaimana keadaannya?" tanya Bella yang takut tak tahan mendengarkan kabar buruk.
"Karena itu Saya minta maaf karena tanpa persetujuan Anda melakukan prosedur itu, karena kami harus secepatnya melakukannya, karena takut jika serangan benar-benar mengganas, maka semua yang kita lakukan ini akan sia-sia," kata Malvis lagi.
"Lalu bagaimana hasilnya?" tanya Angga yang sangat tegang.
"Hasilnya, sesuai ekspektasi kita, hingga detik ini, hasilnya sesuai dengan yang kita perkirakan dan harapkan," kata dokter Malvis mengembangkan sebuah senyuman puas, membuat seluruh orang yang melihatnya langsung tampak lega, seluruh otot yang menegang di tubuh mereka melemas perlahan. Jared akhirnya bisa bernapas sempurna sekarang.
"Jadi, Suri akan sembuh?" tanya Bella dengan senyuman dan tangis haru yang keluar dari sela matanya, tak menyangka ini ternyata benar-benar terjadi.
"Data darah yang ku dapatkan menunjukkan hal itu, penyakit itu sudah menenang sepenuhnya, tapi …. " kata dokter itu sedikit tersekat, membuat wajah bahagia yang sudah terlihat sedikit mengerut kembali.
"Ada apa?" kali ini Jared yang bersuara dengan suara beratnya.
"Seperti yang saya bilang, selalu ada resiko di dalam pengobatan ini, hal ini berhasil membuat putri sembuh, namun efek sampingnya membuat pendarahan pada bagian perut dan otak Putri Suri bertambah, perdarahan dibagian perut tidak perlu dikhawatirkan, akan kami tangani dengan baik, namun perdarahan di bagian otak yang cukup kami khawatirkan," kata dokter itu terlihat lebih serius, membuat Angga dan Jared kembali memasang wajah tegangnya.
"Apa yang akan terjadi padanya?" kata Jared yang walaupun ragu namun dia harus tahu apa yang terjadi pada istrinya.
"Saat ini apa yang akan dialami oleh Putri Suri belum bisa diketahui secara pasti, kita harus menunggu hingga putri Suri siuman, dan kapan Putri siuman? itu juga belum bisa dipastikan, dalam 24 jam ke depan Putri Suri juga masih dalam masa kritis, keadaannya sangat berfluktuasi, keadaanya bisa memburuk kapan saja, maka saat ini yang bisa kita lakukan hanya menunggu dan berdoa Putri Suri bisa melewati masa kritisnya dan secepatnya siuman tanpa ada gejala sisa yang berarti," kata Dokter Malvis memberikan penjelasan tentang keadaan Suri sebenarnya.
Suasana di sana hening, mereka tampak mencoba bisa merima hal ini, sekarang semuanya hanya ada tinggal menunggu, menyerahkan semuanya pada yang di atas, dan semoga saja Suri dapat sadar secepatnya.
"Hanya itu yang bisa saya sampaikan sekarang, Saya izin untuk kembali memantau keadaan Putri Suri," kata Dokter Malvis.
__ADS_1
"Terima kasih," kata Angga hanya bisa mengatakan hal itu, menatap Bella yang kembali berwajah muram.
Jared hanya menatap lurus, kembali napasnya berat, ternyata Suri belum juga bisa dikatakan membaik, 24 jam ini adalah waktu penentunya.