
Angga yang mendengarkan itu dengan seksama, dia semakin mengerutkan dahinya saat Ceyasa mengatakan bahwa ibu Rain meninggal gara-gara Ceyasa, Gerald yang mendengar itu pun memasang wajah bertanya, bagaimana bisa begitu?
"Lalu dia menyiksamu agar mengingat hal itu?" tanya Angga lagi semakin penasaran.
"Bukan, Rain tidak melakukannya, seorang wanita bernama Lidia yang melakukannya, Rain hanya mengurungku dan tidak membiarkan aku untuk makan selama aku di sana, saat aku pingsan karena sudah tidak tahan, dia memberikan perawatan dan setelah itu aku diselamatkan," kata Ceyasa lagi.
Angga diam kembali, wajahnya tampak berkerut aneh, semakin Ceyasa menjawab semua pertanyaannya, semakin Angga penasaran, bagaimana Rain yang sepertinya membenci Ceyasa namun saat wanita itu pingsan dia malah merawatnya, jika dia membenci Ceyasa, dia seharusnya senang jika Ceyasa pingsan, apa jangan- jangan Rain memiliki perasaan khusus untuk Ceyasa.
"Nona Ceyasa, apa Anda benar-benar tidak mengingat apapun tentang kejadian itu?" kata Angga lagi mencoba mengorek informasi dari Ceyasa.
"Tidak, aku sudah berusaha agar bisa mengingat apa yang terjadi malam itu, tapi aku hanya bisa mendapatkan gambaran itu jika ada yang memukul bagian belakang kepalaku hingga aku tidak sadar, aku juga tidak tahu kenapa hal itu terjadi?" kata Ceyasa menjelaskan.
"Dokter mengatakan bahwa Nona Ceyasa sebelumnya mengalami cidera kepala serius, saya rasa itu kenapa Nona Ceyasa tidak bisa mengingatnya, mungkin kejadian itu terjadi sebelum Nona Ceyasa mengalami cidera kepalanya, dan saat itulah dia melupakan hal yang traumatis baginya, amnesia tepatnya," kata Gerald menjelaskan kepada Angga tentang kemungkinan yang bisa terjadi kenapa Ceyasa tidak mengingat hal itu.
"Benarkah?" kata Angga lagi, melihat ke arah Gerald lalu membuang pandangannya pada Ceyasa.
"Aku tidak ingat apapun," kata Ceyasa sedikit menggeleng dengan pelan, mulai berani untuk mengekspresikan dirinya, Angga melihat sikap Ceyasa yang sekarang tahu bahwa wanita ini termasuk wanita yang pemberani karena dia bisa begitu mudah untuk beradaptasi bahkan untuk berbicara dengannya.
"Yang Mulia, saya sudah mencari tahu tentang keadaan Nona Ceyasa, dan sudah berbicara dengan dokter ahli saraf, dia mengatakan bahwa ada 1 tehnik yang dapat membuka pikiran alam sadar untuk mendapatkan informasi bahkan dari ingatan-ingatan yang sudah sangat lama, kita bisa menggunakan hipnotrapis jika ingin melakukan hal itu," kata Gerald lagi memberitahukan kepada Angga, Angga yang mendengar itu segera melihat ke arah Gerald.
__ADS_1
"Hipnotrapi?" tanya Angga.
"Benar, mereka akan membuka pikiran alam sadar untuk mengetahui apa yang terjadi sebelumnya, membimbing mereka ke pengalaman itu sebelumnya, tehnik ini juga digunakan beberapa polisi di dunia untuk mendapatkan informasi para saksi, contohnya untuk membuka ingatan tentang plat nomor mobil pembunuh yang tak sengaja mereka lupakan," kata Gerald memandang Angga lalu tak lama memandang Ceyasa yang sedikit megerutkan dahinya.
"Begitu ya? Nona Ceyasa, Anda adalah anggota keluarga kerajaan sekarang, keselamatanmu adalah tanggung jawab kerjaan sekarang, tapi kami harus tahu kenapa dan apa yang diinginkan oleh Rain padamu? karena itu kami butuh Anda untuk bekerja sama dengan kami, apa Anda ingin melakukan hipnoterapi itu?" tanyaAngga mencoba meminta persetujuan dari Ceyasa.
Ceyasa memandang wajah Angga lalu kembali ke arah Gerald, dalam pikirannya tiba-tiba muncul sebuah pertanyaan, kenapa mereka membicarakannya ini tanpa Archie?
"Boleh aku bertanya, apakah Archie tahu tentang ini?" tanya Ceyasa memandang Gerald dengan serius, membuat Gerald sedikit memundurkan tubuhnya.
"Nona Ceyasa, aku tidak tahu berapa lama kau kenal dengan Archie, namun aku kenal Archie dari dia kecil, Archie punya masalah untuk mengatur emosinya, kami takut jika kamu melibatkannya dia akan melakukan tindakan diluar dari yang kita inginkan," kata Angga mencoba untuk menjelaskan pada Ceyasa.
"Benarkah? aku memang baru mengenalnya, tapi aku rasa aku tahu apa masalahnya sebenarnya di sini, ini bukan karena masalah emosinya atau apalah, masalahnya kalian tidak pernah percaya dia bisa melakukannya, kalian tidak percaya bahwa dia juga bisa diajak bekerja sama dan mendengarkan dengan baik, dia hanya butuh kepercayaan dari kalian, dia bisa melakukan semuanya, aku tidak tahu kenapa dia tidak dipercaya? entahlah, tapi bahkan seorang raja pun pasti pernah melakukan kesalahan, bukan?" tanya Ceyasa memandang Angga dengan wajah seriusnya, membuat Angga menyipitkan sedikit matanya mendapatkan tatapan tegas itu, belum ada wanita yang berani melakukan hal itu padanya kecuali Bella.
Gerald kaget dengan kata-kata berani dari Ceyasa, apakah dia tidak tahu Angga akan menganggap Ceyasa sangat lancang, bahkan bisa-bisa Angga akan mencabut restunya dan itu malah akan mempersulit dia dan Archie.
"Yang Mulia Raja, mohon maafkan kelancangan dari Nona Ceyasa," kata Gerald berdiri lalu memberikan salam formalnya. Angga dan Ceyasa langsung melihat ke arah Gerald, Ceyasa mengerutkan dahi, kenapa Gerald harus bertingkah seperti ini? tak ada yang boleh melarang seseorang untuk berkomentar, ini negara yang bebas, pikir Ceyasa namun tak diutarakannya.
"Bangkitlah, Nona Ceyasa lalu apa maumu?" tanya Angga yang masih terlihat baik moodnya. Merasa tertarik dengan sikap Ceyasa yang tak takut pada dirinya, Angga bisa memahami kenapa Archie bisa menyukai gadis ini, gadis pemberani yang cerdas.
__ADS_1
"Aku akan melakukannya hanya jika Archie tahu dan dia ada bersamaku saat proses itu, " kata Ceyasa lagi mengajukan syaratnya, tampak teguh tak gentar bahkan dengan seorang raja sekali pun.
Gerald menggigit bibirnya, merasa sikap Ceyasa sudah melawan batasnya.
"Baiklah, silakan mengatakan hal ini pada Archie, jika dia butuh penjelasan lebih lanjut, dia boleh mendatangiku," kata Angga tersenyum tipis mengatakan hal itu pada Ceyasa, Ceyasa membalas senyuman itu,puas.
Gerald melihat itu sampai kaget, tidak menyangka bahwa Angga malah tersenyum dengan hal ini, padahal Gerald berpikir Angga akan marah dengan kelakuan Ceyasa yang tanpa takut memprotesnya seperti itu.
"Terima kasih, Yang Mulia," kata Ceyasa senang, setidaknya dia harus membuat semua orang di kerjaan ini tidak lagi meragukan Archie, bukankah itu juga tugas seorang istri.
"Aku harap kita bisa segera tahu apa yang terjadi saat itu," kata Angga lagi.
"Ya, Gerald, kau boleh menghubungi dokter yang akan melakukannya untukku, aku yakin akan setuju," kata Ceyasa menatap Gerald.
"Aku akan menjadwalnya besok, sehari sebelum pertunangan Putri Suri," kata Gerald langsung mencatatnya dalam tabletnya.
"Baiklah, Nona Ceyasa, senang berbicara dengan diri Anda, Anda sudah boleh kembali ke istana pangeran," kata Angga dengan sedikit menaikkan sudut bibirnya.
Ceyasa mengangguk pelan, dia lalu berdiri dan segera memberikan salam formalnya, Angga hanya mengangguk, tak lama Ceyasa berdiri lalu segera berjalan perlahan menuju keluar, Lusy dan Gerald pun mengikutinya setelah memberikan salam.
__ADS_1