Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
280 - Sebelumnya kau sudah bersamaku!


__ADS_3

"Ceyasa ada padaku, dia sudah bersamaku beberapa hari, kau tidak akan ingin tahu apa yang sudah aku perbuat dengannya," kata Rain santai, namun matanya kembali melirik ke arah bola mata Archie, Archie mengerutkan dahinya, memandang pada Rain.


"Siapa dia? kenapa seorang menanyakan dirinya padaku? aku tidak mengenalnya," kata Archie langsung, dari matanya terlihat ketegasan, suaranya juga tampak datar, tak berubah.


 


Rain tahu Archie adalah orang yang keras, emosinya juga mudah tersulut, terbukti dari awal mereka bertemu pria ini tak pernah menyukainya, dan jika dia tak suka, maka akan terlihat sekali dalam mimik wajah dan sorot matanya.


Namun sekarang, dia hanya melihat kebingungan, tidak ada emosi sama sekali, Rain mengerutkan dahinya, apa benar-benar dia tidak mengingat Ceyasa?


"Gerald!" teriak Archie keras, membuat semua orang di sana kaget, tak lama pintu salah satu ruangan  terbuka.


"Ada apa kau … ?" kata Gerald yang masih berwajah ngantuk keluar dari ruangan yang ada di ruang rawat itu, mata sipitnya karena baru bangun tidur langsung melebar mentap siapa yang ada di ruangan itu. "Sedang apa kalian di sini?" tanya Gerald yang panik dan segera mendekati Archie.


"Anda tidak sopan berbicara seperti itu pada Yang Mulia Raja, bukankah Anda hanya Asisten pangeran?" kata Asisten Ken melirik ke arah Gerald, Gerald mendengar itu merasa benar juga, sekarang kedudukan Rain adalah raja, dan dia hanya Asisten Pangeran, seharusnya dia bersikap sopan dengan anggota kerajaan yang lain, apalagi seorang raja.


 


"Siapa dia?" tanya Archie menatap Gerald.


Gerald menelan ludah, wajahnya panik dan bingung harus mengatakan apa pada Archie, dia melirik Rain, Rain tersenyum ramah namun sangat menyeramkan bagi Gerald, Gerald membuka mulutnya namun kembali dikatupkannya.


 


"Kau dan aku sudah bertemu sebelum kecelakaan ini, aku adalah adik tiri dari ayahmu, dan yang kau sebut paman Angga telah menyerahkan kekuasaannya padaku, jadi, aku adalah pamanmu dan Raja sekarang, dulu kau ingat semua itu tapi karena memar otak yang kau dapat akibat kecelakaan itu, kau jadi melupakannya," kata Rain sambil sesekali melirik Gerald tajam, Gerald yang melihat dan mendengar itu tak bisa menyela, apa lagi saat Rain mengatakan itu, penjaga yang dibawa oleh Rain dengan  perlahan menunjukkan senjata apinya, membuat Gerald hanya bisa menelan ludahnya.

__ADS_1


 


"Benarkah?" tanya Archie melirik ke arah Gerald, Gerald langsung kelagapan, dia kembali melirik ke arah Rain, Rain hanya naikkan satu  alisnya.


"Ya," kata itu melucur dari bibir Gerald walaupun hatinya pasti menolaknya, tapi demi kesalamatan Archie, dia harus mengatakan hal itu.


"Bagaimana dengan Suri?" tanya Archie lagi, dalam ingatannya hanya ada Suri.


"Sayangnya, Suri sudah menikah," kata Rain lagi mencoba melihat ekspresi Archie, dia sebelumnya sudah tahu apa hubungan Archie dengan Suri, mereka cukup dekat.


"Menikah? Bagaimana bisa?" tanya Archie menggebu, di matanya terlihat kemarahan, Rain menaikkan sudut bibirnya.


"Dia, dan Kau … kalian," kata Gerald terbata, bingung sekaligus gugup karena Rain menatapnya dengan serius, ingin mendengar apa pembelaan yang bisa dikeluarkan oleh Gerald.


"Angga menolak hubungan kalian, dia sudah tahu hubungan kalian dan memaksa Suri untuk menikahi, ehm, siapa namanya? Jared," kata Rain dengan gayanya berdiri dan mendekati Archie, seolah memberikan suara simpatinya, mendengar hal itu mata Archie semakin terlihat membara, dia benar-benar penuh emosi, tangannya mengepal sangat kuat.


"Kau pergi karena permintaan ratu Bella, jadi …." kata Gerald bingung, sudut matanya menangkap kembali senjata api yang seperti sengaja dipamerkan untuknya.


"Sudah ku katakan, bukankah dari dulu pamanmu itu tak pernah menyukaimu, semua orang curiga padamu, karena itu dia tak akan mengizinkan putrinya menikah denganmu, kau tahu, Suri juga tersiksa karena kalian berpisah," kata Rain seolah memanaskan keadaan, Gerald sekali lagi ingin bicara, namun tak sanggup karena senjata api itu bahkan dikeluarkan seluruhnya, di gantung pada jari penjaga itu, seolah siap digunakan kapan saja.


 


Rain melihat raut wajah Archie yang semakin dimakan emosi, matanya sangat tajam melirik ke arah Rain, Rain tahu ekspresi ini tak mungkin hanya akting belaka, pria ini benar-benar kehilangan ingatannya.


"Kau tahu dia lebih memilih menikahkan Suri dengan keponakan dari pria yang sudah membunuh ayahmu," kata Rain lagi santai sambil kembali duduk, mendengar hal itu Gerald dan Archie kaget, Archie segera mengerutkan kedua alisnya.

__ADS_1


 


"Apa maksudmu?" tanya Archie, wajahnya penuh tanya sekarang.


"Sayang sekali, kau sudah lupa karena ini, kau tahu bagaimana ayahmu meninggal, dia di tembak mati oleh sahabat dekat Angga, Jofan! Aku turut prihatin bahwa kau dibesarkan oleh orang-orang yang menipu dirimu, maka, kembalilah padaku, sebelum kau hilang ingatan, kau sudah memutuskan untuk bersamaku, karena kecelakaan ini, mereka mencoba untuk membawamu kembali kepada mereka, orang tua angkatmu, mereka hanya menipumu dan menutupi semua hal yang seharusnya kau tahu," kata Rain lagi dengan senyuman ramah menipunya.


"Apa itu semua benar?  tanya Archie pada Gerald, kali ini dia mencengkram kerah baju Gerald, membuat Gerald cukup tercekik,"Kau tahu tentang ini Gerald?" kata Archie melihat Gerald.


"Archie,  bukan begitu, ini semua bohong," kata Gerald berkata pada Archie.


"Pria ini, yang kau anggap sahabat ini sebenarnya sudah berpihak dengan Angga, kau dan dia sebenarnya sudah lama tidak punya hubungan, dia membantu Angga untuk menjodohkan Suri dengan Jared," kata Rain lagi, Archie terdiam, dia melirik ke arah Rain, lalu dia melihat ke arah Gerald.


"Dia bohong, kau sendiri yang meminta untuk meninggalkan Suri, aku hanya menolongmu," kata Gerald lagi yang semakin kesusahan bernapas karna Archie menggenggam kerahnya terlalu keras.


"Aku tidak mungkin menyerahkan Suri pada siapa pun apalagi pada Jared, kau pasti sudah menipuku," kata Archie penuh amarah, suaranya benar-benar kejam, sorot matanya tajam, hingga menusuk Gerald, tapi tak lama Archie melepaskan genggamannya tepat sebelum Gerald benar-benar kehabisan napas.


 


"Jadi, kau sudah tahu bukan, mana teman mana lawan, ayo kita pulang ke istana," kata Rain begitu bersahabat.


 


Archie terdiam, menganalisa wajah Rain yang tampak ramah, dia lalu melirik ke arah Gerald yang tampak gugup, bingung harus apa sekarang, lalu dia kembali melihat Rain, mengamati Asisten Ken, lalu Archie mengangguk kuat, perasaannya sudah memilih.


"Archie! jangan pergi, Tuan Angga membutuhkanmu," kata Gerald yang tak menyangka Archie begitu gampang terhasut, mungkin karena pikirannya kosong dan dia cukup frustasi tidak bisa mengingat apapun, jadi pikirannya mudah tersisipi oleh informasi baru. Archie menatap Gerald dengan tatapan marahnya.

__ADS_1


 


"Aku tidak akan lagi berusaha menjadi orang yang baik untuk kalian semua, kalian tak pernah menerimaku dari kecil, sekarang aku punya jalanku sendiri, katakan itu pada Angga," kata Archie yang penuh dengan kemarahan, dia mencabut selang infusnya, membiarkan darah mengalir begitu saja dari pembuluh venannya, dia segera turun dari ranjangnya, penjaga Rain membukakan pintu dan Archie berjalan keluar begitu saja, Rain sejenak menatap Gerald yang tampak bingung dan tak berdaya, senyum sinisnya mengembang, dan tak lama mereka pergi dari sana.


__ADS_2