Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
176 - Aku butuh kau sekarang.


__ADS_3

"Mungkin itu adalah keputusan yang terbaik yang bisa kita ambil, lakukan saja pertunangan mereka secara umum dan  tak perlu menggunakan protokol kerajaan, dan karena itu maafkan aku, aku tidak boleh mendatanginya," kata Ibunda Ratu Ayana dengan suara bergetar, sebenarnya cukup sedih karena dia tak tahu kapan waktunya berakhir dan apakah dia bisa melihat pertunangan Suri nantinya, namun demi cucunya yang lain, dia harus menjaga hati Archie, dan jika dia datang ke acara pertunangan  itu, semua harus sesuai protokol kerajaan.


Bella masih terdiam, mungkin memang harus seperti itu, dia juga harus mengatakan pada Angga tentang peraturan kerajaan yang baru dia tahu  ternyata harus seperti itu, mungkin saja semua akan mengerti.


"Baiklah Ibunda Ratu, aku akan menyampaikannya pada Angga, tak perlu meminta maaf, aku mengerti posisi kalian sekarang ini, aku juga tidak ingin membuat hati Archie menjadi sakit, dia sudah begitu banyak berkorban untuk kami," kata Bella dengan senyuman tipis yang tak seceria tadi, ya, tak mungkin bisa memaksakan keinginan kita sendiri.


"Tak perlu, aku akan melakukannya," kata Archie tiba-tiba keluar dari persembunyiannya, sebenarnya Gerald yang ada di belakangnya sempat ingin menarik Archie kembali, namun sayangnya Archie sudah keburu keluar, sehingga mau tak mau dia hanya mengikuti Archie di belakangnya saja, cukup terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Archie, benarkah dia akan melakukannya?


Semua mata langsung memandang sosok Archie yang berdiri, semua mata  yang tampak sedih itu langsung kaget.  Apakah Archie sudah mendengar semuanya?


"Nenek," kata Archie menarik napas panjang yang menyesakkan, dia sempat memberikan salam tak formalnya pada Ibunda Ratu, membuat pandangan kaget Ayana berubah menjadi tatapan miris dan kasihan, dia tak tahu apa salah cucunya ini, kenapa percintaan cucunya ini begitu menyedihkan, rasanya salah tak membiarkannya memiliki Putri Alexandrite-nya dulu, jika saja dia memilikinya, dia tak akan terjebak cinta terlarang ini.


"Ibu, Bibi," kata Archie lagi melanjutkan salamnya setelah punya kekuatan untuk berbicara, walaupun dia pria, dia juga manusia, perasaan seperti ini sungguh melemah siapa pun, baik dia pangeran atau rakyat biasa, semuanya terasa begitu menggerogoti hingga sukma, Archie sedikit tersenyum tipis mencoba menahan matanya yang mulai membasah, "Aku akan melakukannya, buatlah acara untuk mereka, aku akan menyerahkannya," kata Archie dengan suara yang sedikit bergetar di bagian belakangnya. Bukankah ini yang diingikankannya? membiarkan Suri dengan pria yang dia cintai, dari awal inilah tujuannya, awalnya dia tak ingin Suri dengan Jared karena dia pikir Suri tak mencintai Jared, namun melihat senyuman dan juga wajah bahagianya semalam, Archie harus mengakuinya, Suri mencintai Jared sekarang.


Nakesha menangis melihat ketegaran anaknya, dia bahkan menunduk menutupi tangisnya, Bella yang tadinya memandang Archie dari belakangnya, berdiri, dan memandang Archie dengan tatapan penuh haru, air matanya jatuh begitu saja, Bella berjalan menatap Archie yang tampak berusaha menyungingkan senyuman tipisnya.

__ADS_1


“Aku kenal ayahmu semenjak aku kecil dan mengalah bukanlah sifatnya, aku yakin ibumu lah yang mewarisimu sifat mulia ini, walaupun aku tidak pernah bertemu dengan ibumu, aku yakin dia akan sangat bangga memiliki anak sepertimu," kata Bella langsung menarik Archie dalam pelukannya, tak pernah menyangka Archie punya hati seluas dan sebaik ini.


Bella tahu sekali bagaimana rasanya harus kehilangan seseorang yang dicintai, dulu dia pernah mencintai ayah Archie sepenuh hati, namun harus direlakannya hingga dia bertemu dengan Angga, Bella yakin setelah ini, di suatu tempat ada seorang wanita yang akan bisa membuat Archie merasa dicintai dan juga mencintainya setulus hatinya.


"Terima kasih, aku yakin wanitamu nanti akan sangat beruntung," kata Bella memegang pipi Archie yang matanya tampak sedikit basah namun senyumnya sekarang mengembang sangat lebar.


"Sudah ibu, jangan menangis," kata Nakesha yang berjalan ke arah anaknya, tersedu-sedu sekali hingga membuat tubuhnya bergetar. Archie segera memeluk ibunya yang menurutnya selalu berlebihan dalam menyampaikan emosinya dari dulu. Archie lalu melihat ke arah neneknya, hanya dia satu-satunya orang yang tersenyum bangga tanpa tangisan menanggapi kata-kata Archie, Archie membalas senyuman itu, Ayana bisa mati dengan tenang meninggalkan cucunya yang sudah bisa menjadi raja sejatinya nanti.


Daihan yang baru saja pulang langsung kaget melihat keadaan di ruang tengah itu, dia sampai terdiam, melihat Bella yang tampak mengusap air matanya, sedangkan istrinya masih menangis tersedu-sedu dalam pelukan anaknya.


"Ada apa ini?" tanya Daihan bingung. Bahkan Gerald saja tampak begitu terharu, apa dia melewatkan sesuatu?


"Archie, kau pasti membiarkan ibumu menonton drama sedih lagi? bukannya papa sudah melarangmu mengizinkannya, dia bisa histeris hanya karena melihat pemainnya putus, " canda Daihan yang berusaha membuat suasana mencair, dia mendekati istrinya yang menutupi wajahnya yang sudah memerah, mengganti posisi Archie memeluk Nakesha.


"Kemarilah," kata Daihan memasukkan Nakesha dalam pelukan eratnya.

__ADS_1


"Kau ini," kata Nakesha memukul sejenak dada suaminya.


"Aku baru pulang kerja, kau sudah memukul ku, sudah tidak sayang?" tanya Daihan dengan suara menggoda, membuat semua yang mendengarnya jadi tersenyum-senyum, Daihan tahu betul bagaimana menangani Nakesha yang penuh drama ini.


"Dasar, " kata Nakesha mencubit pinggang Daihan.


"Tadi memukul, sekarang mencubit, kau ini, ayolah, kita harus menyembunyikan wajahmu yang memerah itu, Ibunda Ratu, Bella, Archie, kami izin terlebih dulu," kata Daihan langsung membawa Nakesha pergi dari sana.


"Aku juga ingin pergi ke kamarku, aku terlalu lelah hari ini, permisi," kata Archie memberikan salam formalnya pada Ibunda Ratu dan Ratu kerajaannya.


"Bangkitlah, selamat beristirahat, terima kasih Archie," kata Bella lagi lembut, Archie bangkit, dia memberikan senyuman manis, pada Bella dan neneknya, memutar tubuhnya dan langsung berjalan.


Senyuman manis nan tegar itu langsung berubah  dengan wajah sedih, sebutir air mata bening yang dari tertahan jatuh juga melewati dan menghilang di sela cuping hidungnya. Namun Archie tetap berjalan, tak ingin menyeka, dan membiarkan tubuhnya tergerogoti perasaan hancur yang perlahan membuatnya mati perlahan.


Archie merebahkan tubuhnya, membiarkan rasa yang sakit itu menyerang dirinya, tak ingin lagi menentangnya atau mencoba melawannya, emosinya pun sudah tak ada lagi, biarlah, jika ini inginnya sekarang dia menyerah.

__ADS_1


Archie mencoba untuk menutup matanya yang terasa sangat perih dan memerah, namun begitu dia menutup matanya, bayangan senyum ceria wanita aneh yang rela basah-basahan hanya untuk membuatnya tersenyum itu muncul, dia membuka matanya secepatnya.


Ceyasa, aku butuh kau sekarang, bisik hati kecil Archie yang bahkan tak disadarinya, terucap begitu saja.


__ADS_2