
"Ayo, aku rasa dia sudah menunggu," kata Angga, dia segera berjalan kearah pintu utamanya, Archie mengikutinya dari belakang.
Seolah sudah mengerti keadaan, pintu utama ruangan Angga segera dibuka oleh Asisten Lin dan Gerald, Angga dan Archie segera keluar dan menuju lift khusus dan menuju ke rooftop tempat helikopter mereka sudah menunggu mereka dan segera pergi dari sana.
Perjalanan mereka tak terlalu lama, hanya 15 menit mengudara mereka berhenti di restauran Sky tower, Asisten Lin dan Gerald langsung mendahului yang lain untuk turun, dengan sigap memastikan semua kebutuhan untuk pertemuan ini sudah siap sedia.
Asisten Lin kembali berjalan ke arah Angga, melaporkan keadaan bahwa rekan bisnis yang mereka tunggu sudah menunggu di sana. Angga hanya mengangguk, Archie mengikuti pamannya masuk ke dalam restauran itu, berjalan dengan gaya tegasnya di belakang pamannya.
Setelah masuk mereka segera disambut oleh manager restoran dan di arahkan ke sebuah ruangan yang khusus, tempat biasanya keluarga Angga berkumpul atau menyambut tamu-tamu istimewa.
Pintu di bukakan oleh Asisten Lin, Angga masuk duluan lalu diikuti oleh Archie, Archie mengamati sebentar pria yang sekarang duduk dengan percaya diri di depan mereka, matanya tajam, terlihat tak ramah, rambutnya di potong pendek seperti potongan seorang tentara, tubuhnya terlihat proposional, dan di lihat dari wajahnya, memang dia tampak masih muda, hanya berumur beberapa tahun lebih tua dari Archie. Mata pria itu liar mengamati Angga dan Archie, seolah mempelajari keduanya, kesan pertama adalah yang terpenting.
"Senang bertemu dengan Anda Tuan Angga, Tuan Archie," ujar Asisten Pria itu segera memberikan salam, Archie memberikan senyuman sekedarnya, kembali melirik pria ini, pembawaannya tampak begitu arogan, dari kesan pertamanya, Archie tidak menyukai pria ini.
"Kami juga senang bisa bertemu dengan Anda, Tuan …." kata Angga menimpali, mencoba cukup ramah pada rekan kerja barunya ini, Angga menjulurkan tangannya.
"Rain Arthur," ujar Pria itu sambil bangkit dari duduknya, menyambut tangan Angga dengan jabatan tangan yang kuat, dia sedikit manaikkan sudut bibirnya.
"Angga Xavier," kata Angga, "Hanya Rain Arthur, tidak ada nama keluarga?" tanya Angga, jarang sekali orang tidak menggunakan nama keluarganya.
__ADS_1
"Tak masalah jika aku tak ingin menggunakan nama keluargaku bukan, Tuan Angga?" ujar Rain dengan sedikit senyuman tipis, Angga mengerutkan dahinya sedikit, dia lalu segera memindahkan tangannya ke arah Archie. senyuman tipisnya sedikit lebih mengembang.
"Archie Audra Huxley," kata Archie yang sedikit kaget atas genggaman tangan Rain yang sangat erat.
"Nama yang bagus, silakan duduk Tuan Angga dan Tuan Archie," Rain tampak sedikit basa basi, namun tetap saja Archie tak mendapatkan kesan baik di diri pria ini. Angga dan Archie segera duduk, Rain mengikutinya dengan gayanya, dia tampak santai duduk bersandar di depan Angga dan Archie.
"Tuan Rain adalah pengusaha paling sukses saat ini di negara tetangga, perusahaannya berkembang sangat pesat hingga menyebar ke mana-mana, saat ini dia ingin bekerja sama dengan kita untuk melakukan perluasan perusahaan, karena itu setelah ini kau akan sering bekerja sama dengannya," ujar Angga menjelaskan keadaanya pada Archie.
"Baik paman," kata Archie mengerti.
"Wah, ternyata sudah ada perubahan kepemimpinan dalam perusahaan," ujar Rain terdengar cukup ramah.
"Zaman dan era akan terus berubah, karena itu juga kita harus berubah demi kelangsungan perusahaan, orang tua seperti aku akan bertindak terlalu kaku dan ketinggalan zaman, karena itu aku rasa sudah saatnya menyerahkan tampuk kekuasaan pada generasi yang lebih muda, mereka akan lebih cepat dalam menerima perkembangan dan memiliki inovasi-inovasi yang lebih terkini," ujar Angga menjelaskan, pertemuan ini terkesan cukup santai.
"Archie saja, saya kira umur kita tak terpaut terlalu jauh," ujar Archie sedikit menyela.
"Baiklah, kau juga boleh memanggilku Rain, semoga kita bisa bekerja sama setelah ini."
"Ya."
__ADS_1
"Tuan Angga, karena kantorku sedang di bangun di sini, apa aku boleh menumpang di salah satu ruangan di kantormu? Aku rasa dengan begitu kerjasama aku dan Archie akan lebih gampang dan mudah, bagaimana?" pinta Rain yang terdengar to the point.
Angga mengamati wajah Rain, Pria ini benar-benar percaya diri, terlalu percaya diri hingga merasa tidak ada yang akan menolak permintaannya hingga dia bisa mengutarakan segalanya dengan gamblang, dan memang dengan begini, Angga tak bisa menolaknya.
"Baiklah, itu tak masalah, Asisten Lin siapkan ruangan yang nyaman untuk Tuan Rain nantinya," perintah Angga yang langsung disambut anggukan oleh Asisten Lin, dia segera mencatatnya. Mendengar itu Rain tersenyum puas, dan Archie semakin waspada dengan pria ini.
Asisten Qie, Asisten dari Rain tiba-tiba melihat ponselnya, wajahnya sedikit berubah, dia segera mendatangi Rain dan berbisik sesuatu, wajah Rain tampak sedikit serius, dia segera mengangguk dan tersenyum setelah Asisten Qie memberikan laporannya, lalu tanpa aba-aba, Rain berdiri.
"Maafkan aku Tuan Angga dan Archie, namun sesuatu yang sangat mendadak terjadi, aku harus menangani hal ini, tentang masalah investasi dan lainnya, aku akan menemui Archie secepatnya, jangan khawatir, aku sudah meminta tempat di tempat Anda, aku pasti tak akan pergi ke tempat lain, sekali lagi maafkan kelancanganku ini, aku permisi," ujar Rain yang tampak tergesa-gesa meninggalkan Angga dan Archie yang hanya bisa melihat kepergiannya, anak muda sekarang benar-benar tak punya tata krama sekali, pikir Angga, namun hanya bisa disimpannya dalam hati.
Rain keluar dari ruangan itu tergesa-gesa, wajahnya yang tak ramah kembali terlihat, Asisten Qie langsung menekan tombol lift, dia langsung masuk ke dalam lift ketika lift itu terbuka, Asisten Qie langsung menekan tombol lantai dasar, dan mereka segera turun.
Saat pintu lift terbuka di lantai dasar, Asisten Qie segera berjalan, menghampiri seorang pria yang sudah menunggu mereka, pria itu menyerahkan sebuah berkas, yang langsung di ambil oleh Asisten Qie, dia membukanya sekilas, namun belum selesai di bacanya, Rain sudah mengadahkan tangannya, Asisten Qie langsung menyerahkannya.
Rain berhenti sebentar melihat ke arah berkas yang terlihat cukup tebal itu, membaca sedikit, lalu dia segera tersenyum, terlihat sinis dan licik, dia lalu menyerahkannya kembali kepada Asisten Qie yang langsung mengambilnya.
"Serahkan hal-hal detailnya saja pada dia, yang lain serahkan padaku," ujar Rain kembali melanjutkan langkahnya dengan sangat tegas, senyum sinis itu terus mengembang di wajahnya, mereka segera pergi dari sana.
_______________________________________
__ADS_1
Rain_