
Bella sudah beberapa kali menatap jam dinding yang tampak mewah di ruang tengah istanannya, dia sudah cukup cemas menunggu anaknya yang sampai sekarang tak ada kabar kapan dia akan pulang, dia pergi tadi siang dan sampai begitu malam dia tidak juga pulang, beberapa kali di telepon namun tak ada jawaban, Bella benar-benar cemas sekarang.
Tak tahan akan rasa cemas dan khawatirnya, Bella meninggalkan ruangan tengah istanannya, Bella menyusuri lorong dan menuju ke arah pintu utama istananya, ingin melihat apakah Suri sudah pulang atau belum.
Bella berjalan, para penjaga yang menjaga pintu utama itu segera membuka pintunya, mereka langsung memberikan salam, Bella sedikit mengangguk, lalu dengan wajah cemas kembali melihat ke arah gerbang istananya, tak ada apa pun di sana, rasa cemasnya makin memuncah karenanya.
Bella lalu menyusuri beranda istanannya, berjalan ke arah samping untuk melihat apakah ada mobil yang terparkir di sana, dan dia langsung menemukannya, Bella langsung turun dari beranda istananya, perlahan menuju mobil yang dia yakin adalah mobil Jared, namun langkahnya langsung terhenti, melihat dari kaca depan mobil itu apa yang sedang terjadi.
Suri yang masih terbuai oleh hangatnya bibir Jared tak menyadari bahwa ibunya sudah ada di depan mereka, Jared yang membuka mata sedikit terkejut menemukan sosok Bella, dia langsung melepaskan bibirnya dari bibir Suri, Suri yang masih tak ingin Jared melepaskan bibirnya segara membuka matanya, sedikit memasang wajah ngambeknya lagi, namun Jared sudah dengan posisinya yang tampak gugup.
"Ibumu," kata Jared sedikit berbisik pada Suri, membuat Suri yang langsung menangkap sosok ibunya di luar, Jared segera membuka pintunya, dan segera membuka pintu untuk Suri. Suri yang masih salah tingkah langsung segera keluar dan bergegas pergi ke arah ibunya.
"Selamat malam Yang Mulia Ratu, maaf saya membawa Suri terlalu lama," ujar Jared memberikan salam formalnya paad Bella yang hanya bisa senyum-senyum saja, merasa tak enak menghentikan momen romantis pasangan ini.
"Ya, Bangkitlah, Jared, ayo masuk dulu," kata Bella dengan ramah, Suri yang wajahnya masih memerah hanya senyum-senyum sendiri saat melihat ibunya yang tersenyum menggoda padanya.
"Eh …. " kata Jared tak enak menolak permintaan Bella.
"Oh, Jared harus secepatnya kembali ke rumah sakit, dia tidak bisa lama-lama di sini," kata Suri mengambil alih.
"Siapa yang sakit?" kata Bella sedikit kaget. Saat dia menanyakan itu, gerbang terbuka dengan lebar dan mobil Angga segera memasuki area istana itu. Bella, Suri dan Jared hanya bisa melihat mobil itu mendekat dan segera berhenti di samping mobil Jared.
Para penjaga langsung membukakan pintu untuk Angga, seperti biasa pria itu turun dengan segala kharisma yang dia punya, dingin bagaikan angin malam, namun melihat istri dan anaknya yang berada sekarang berada di parkiran itu dia langsung tersenyum, merasa aneh karena melihat mereka menyambutnya di sana.
"Papa, "kata Suri segera mendekati ayahnya, Bella pun menyambut suaminya, mengambil jas Angga yang sudah dilipatnya di lengannya.
"Jared? " kata Angga menatap Jared di sana.
"Selamat Malam Yang Mulia Raja," kata Jared memerikan salam formalnya.
__ADS_1
"Bangkitlah, bagaimana kabar bibimu? Aku dengar ada kebakaran parah dikediaman kalian," kata Angga berjalan mendekat ke arah Jared, Bella dan Suri mengikutinya dari belakang.
"Benarkah?" kata Bella kaget mendengarkan kabar itu.
"Ya, keadaan bibi sudah stabil namun dia belum sadar," kata Jared dengan wajah sedikit tersirat kesedihan.
"Bagaimana pamanmu? Apakah dia masih ada di sana?" kata Angga yang ingin tahu, Angga merasa harus menanyakan hal itu, memprediksikan sepertinya Jofan pasti melakukan kesalahan lagi.
"Paman, dia punya urusan yang lebih penting," kata Jared dengan wajah yang berubah tak enak, perasaannya langsung tak nyaman, emosinya kembali menyelimuti ketika membayangkan wajah pamannya.
"Jared, Istana terbuka untukmu, adikmu dan Aurora, kalian bisa datang ke sini kapan pun kalian mau, besok aku akan datang ke sana, kirim salam pada keluarga yang berkumpul di sana, " kata Angga yang tahu dari wajah Jared apa yang terjadi, Angga juga menjadi geram dengan tingkah Jofan yang semakin lama semakin keluar jalur.
"Baik Yang Mulia Raja, saya permisi dulu," kata Jared memberikan salam sekali lagi, Angga hanya mengangguk, Jared memberikan sedikit senyuman sebelum dia masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi dari sana.
"Ma, Pa, aku masuk duluan ya, aku ingin mandi dan makan," kata Suri dengan senyum sumringahnya, membuat Angga yang melihat itu mengerutkan dahi.
"Iya, pergilah, kau sudah sangat telat untuk makan malam, Mama dan Papa ingin menikmati malam sejenak," kata Bella pada putri kecilnya, Suri langsung mengangguk dan segera berjalan ke arah istana mereka.
"Ada apa?" kata Angga lagi melihat tingkah aneh istrinya.
"Sepertinya kau harus mulai merelakan anak gadismu itu berbagi cinta dengan orang lain," kata Bella dengan senyum sumringah pada suaminya, Angga langsung mengerutkan dahinya.
"Apa ini tentang Archie lagi?" tanya Angga yang wajahnya langsung berubah galak.
"Bukan, bukan," kata Bella yang langsung merangkul tangan suaminya, bergelayut manja di lengan Angga, mereka mulai berjalan perlahan menuju ke istana mereka, Angga yang melihat tingkah istrinya yang manja ini hanya bisa memandangnnya aneh, sudah lama Bella tak pernah semanja ini padanya.
"Tadi aku melihat Jared dan Suri sedang berciuman di dalam mobil," kata Bella lagi, Angga mendengar itu langsung berhenti, memutar tubuhnya agar berhadapan dengan Bella, membuat Bella yang tadinya menyenderkan diri di lengan Angga menjadi kaget karenannya.
"Kau mengintip mereka berciuman?" tanya Angga yang tak menyangka istrinya melakukan hal itu.
__ADS_1
"Bukan, aku tak sengaja, ingin melihat Suri, tapi malah melihat mereka seperti itu, jadinya yah, mereka segera berhenti karena kedatanganku," kata Bella menjelaskan, tak ingin suaminya berpikir dia sengaja mengintip anaknya bermesraan.
"Penggoda kecil," kata angga menyelentik dahi Bella seperti yang selalu dilakukannya, "Kau tak boleh melakukan hal itu, jika dulu saat kita melakukan itu dan ibumu datang, bagaimana perasaanmu?" jelas Angga pada Bella, yang kembali mengelayutkan tangannya pada tangan Angga.
"Haha, benar juga, aku jadi bersyukur saat itu orang tua kita sama-sama tak ada, aku setuju dengan Jared, bagaimana denganmu?" kata Bella melirik suaminya yang tetap saja dengan wajah dinginnya.
"Selama Suri suka, aku tidak akan ada masalah," kata Angga lagi.
"Baiklah, aku akan mengatakannya pada Suri, kita setuju jika dia bersama Jared, " kata Bella semangat.
"Biarkan saja, bagaimana akhirnya biar mereka yang menentukan, jangan ikut campur dengan masalah percintaan anakmu selagi tidak bermasalah," kata Angga.
"Benarkah? padahal aku sangat ingin berbicara tentang itu pada Suri," kata Bella dengan wajah yang sedikit kecewa.
"Kita sebagai orang tua hanya mengawasi dan memperingatkan jika ada yang salah, itu saja, " kata Angga menarik dasinya.
"Baiklah, besok ajak aku ke rumah sakit, aku ingin melihat bagaimana kabar Aurora, " kata Bella lagi.
"Tadi siang aku dan Daihan bertemu dengan Jofan, dia mengenalkanku pada Siena," kata Angga kembali menghentikan langkahnya, padahal sebentar lagi mereka akan masuk ke dalam istana mereka. Bella mengerutkan dahinya.
"Siapa Siena?" kata Bella.
"Anak Jofan dan Sania," kata Angga.
"Ha? Benarkah? bagaimana bisa? Lalu bagaimana dengan Aurora?" kata Bella sangat terkejut, tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Aurora, bagi mereka Jofan dan Aurora seperti pasangan yang sangat cocok, walaupun tak mengumbar kemesaraan, tapi selama ini sepertinya hubungan mereka baik-baik saja.
"Jofan mengatakan bahwa Aurora menerima hal itu dengan baik, dan baru beberapa hari yang lalu Sania meninggal dunia," kata Angga lagi. Bella benar-benar terkejut mendengarnya, dia bahkan ternganga hingga harus menutup mulutnya dengan kedua tangannya, bagaimana bisa Aurora menerima anak dari wanita lain, padahal selama ini Jofan mengaku bahwa dia tidak bisa memiliki anak?
"Besok kita harus melihat keadaan Aurora," kata Bella pada suaminya.
__ADS_1
"Ya, pasti, bersiaplah besok siang, setelah dari perusahaan, aku akan menjemputmu," kata Angga yang merangkul pinggang Bella membawa Bella yang masih cukup syok mendengar kabar ini.