Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
231 - Terpisahkan Oleh Dunia.


__ADS_3

Angga membiarkan Bella menangis dalam pelukannya, tangisnya begitu pilu namun kali ini Angga tidak bisa melakukan apapun untuk membuat tangisan itu hilang, dia hanya bisa membekap tubuh istirnya yang bergetar hebat, tak bisa menerima keadaan anaknya, bahkan Angga sendiri pun merasakan hal yang sama, matanya perih dan basah, namun dia hanya bisa menahan tangisnya, karena 2 wanita yang paling penting dalam hidupnya sekarang sedang sangat membutuhkannya.


Bella menahan suara isakkan tangisnya walaupun air matanya sudah membasahi wajahnya, dia tak ingin Suri bisa mendengar tangisannya, Angga sudah menjelaskan semuanya padanya, dan kabar itu bagaikan petir yang menyambar di siang hari yang cerah ini, bagaimana bisa anaknya mengalami hal itu, dia baru saja bercanda dan tertawa bersama anaknya, dia bahkan tampak begitu sehat, penuh energi dan ceria, tapi ternyata dia harus mengalami hal seperti ini, serasa hidup ini sangat tidak adil, anaknya yang sempurna itu, kenapa tidak dia saja yang merasakan hal itu?


Dan hatinya pun bertambah sedih ketika mengetahui sikap yang diambil oleh Jared, dia bahkan ingin segera menikah dengan Suri walaupun tahu bagaimana keadaan Suri sebenarnya, itu benar-benar menyentuh hatinya, entahlah, dia harus bahagia karena ternyata ada pria yang begitu mencintai anaknya, ataukah harus bersedih karena nasib ini.


"Sudahlah, jika terus menangis, matamu akan bengkak, dan Suri akan mengetahui hal ini, ingat dia tidak boleh bersedih," bisik Angga pada Bella yang masih menangis tersedu, wajahnya merah dan terlihat basah, dia benar-benar tak menyangka, anak kesayangan yang dia jaga dengan seluruh hatinya, bahkan tergores pun tak pernah, harus begini nasibnya, tubuh Bella hampir saja lunglai, namun Angga langsung menangkapnya.


"Tegarlah, Suri membutuhkan kita, Archie sudah menyetujui untuk terus memberikan darahnya pada kita, aku yakin Suri tidak akan apa-apa, aku yakin itu, sekarang saat kita keluar kita harus tampak bahagia, dia tidak boleh tahu penyakitnya atau dia akan stress memikirkannya" kata Angga yang sebenarnya tak tahu dia yakin atau tidak tentang baru saja dia katakan, dia  melihat wajah istrinya menghapus air matanya yang mengalir deras, sudah lama sekali dia tidak melihat istrinya menangis separah ini, namun kali ini dia tak bisa apa-apa, Tuhan yang sudah berkehendak.


"Baiklah, iya, iya, aku tegar, kita tak boleh membiarkan dia tahu, aku akan pergi mencuci muka," kata Bella menghapus air matanya dengan cukup keras, meninggalkan jejak merah pada pipinya, Angga menatap istrinya, walau bibirnya mengatakan hal itu tapi Angga bisa melihat wajah linglung Bella, terlihat sekali mencoba tegar, dia bahkan terhuyung saat berjalan dan untunglah Angga tetap menjaganya hingga dia sampai di depan kamar mandi.


"Aku tak apa, aku akan masuk sendiri" kata Bella melihat wajah cemas suaminya, tak ingin menambah bebannya, Bella tahu Angga pun sama terpukul dan sedihnya dengan dirinya, apalagi Suri sangat dekat dengan Angga dari dia kecil.


Angga menunggu Bella yang harus mencuci mukanya agar tidak terlalu tampak habis menangis, Bella keluar  dengan wajah sedih yang terlihat mulai samar, dia juga membubuhkan sedikit riasan agar tak terlalu terlihat sembab, Angga melihat hal itu hanya tersenyum kecut, dia menjulurkan tangannya pada istrinya  yang dengan gontai  mengapainya, Angga menggenggam tangan Bella dengan erat, sangat erat sambil berjalan perlahan keluar dari ruangan itu.


Mereka melihat ke arah Suri dan Jared, Suri tampak begitu sumringah, Bella yang melihat itu matanya kembali berkaca-kaca, segara  Angga melihat ke Bella, menggelengkan sedikit kepalanya, seakan mengatakan jangan menangis, namun Bella benar-benar tak  kuasa untuk melakukannya, air mata itu mengalir begitu saja melihat tawa bahagia itu.

__ADS_1


"Papa, Mama," kata Suri dengan suara yang ceria.


Jared yang melihat Angga dan Bella keluar dari ruangan itu langsung berdiri, memperhatikan Bella yang begitu tampak sedih, dia tahu Angga sudah memberitahukan hal itu pada Bella, dia tahu perasaan Bella sekarang pasti sangat hancur, sama hancurnya dengan perasaannya sekarang.


"Mama, kenapa mama menangis?" kata Suri yang bisa melihat wajah ibunya memerah, begitu juga matanya yang basah.


Bella menarik napasnya panjang, tersenyum dengan sangat manis seakan itu senyuman kebahagian, dia langsung berjalan dan duduk di tempat Jared tadi duduk, melihat ke arah anaknya.


"Apa Jared sudah mengatakannya?" tanya Bella dengan senyuman yang begitu bahagia, padahal tak ada yang tahu seberapa hancurnya hatinya sekarang, perih tak terlukiskan dengan kata-kata.


"Sudah," kata Suri dengan sangat senang, ceria bak tak ada masalah, dia bahkan melihat ke arah Jared yang juga hanya mengembangkan senyuman.


"Mama, aku tetap akan menjadi putrimu," kata Suri menatap wajah cantik ibunya, kecantikan yang menurun langsung padanya. Angga menggigit bibirnya, memalingkan wajahnya karena tak tahan melihat hal itu yang sekarang ada di depannya.


"Papa, papa juga ingin menangis?" tanya Suri menggoda ayahnya.


"Tidak, Jared, panggilkan dokter, Suri pasti sudah ingin bebas dari infusnya," kata Angga menutupi semua perasaan yang sekarang bergejolak di dalam batinnya.

__ADS_1


"Baik Paman," kata Jared segera menekan tombol memanggil dokter.


"Ya, kita sudah bisa pulang kan? Mama, temani aku mencari baju pengantin, Jared, pulanglah, mulai siang ini jangan melihatku, aku ingin kau melihatku saat di acara pernikahan kita saja, agar kau merindukanku," kata Suri dengan wajah manjanya. Jared tersenyum sedikit melihat tingkah laku Suri.


"Baiklah, setelah dokter datang, aku akan pulang, berjanjilah untuk datang di acara pernikahan kita," kata Jared menatap Suri. Suri mengerutkan dahinya.


"Kau takut aku kabur ya?" kata Suri lagi.


Jared menaikkan sedikit sudut bibirnya, bukan, dia tak takut sama sekali Suri kabur, jika kabur dia masih bisa menunggunya dan mencarinya ke ujung dunia sekalipun, tapi jika yang memisahkannya adalah dunia, bagaimana dia akan mencarinya?


Tak lama seorang dokter dan perawat datang, mereka segera mendatangi Suri.


"Tolong lepas infusnya," kata Bella pada dokter itu, mereka segera mengangguk, dan segera menangani Suri.


Suri melihat ke arah Jared, dia tersenyum manis sambil memberikan gestur selamat tinggal, Jared mengulum senyumnya.


"Sampai jumpa lagi," kata Jared.

__ADS_1


"Ya," kata Suri dengan senyuman manis.


Dia lalu melihat ke arah Angga, Angga mempersilakan dengan anggukan, dengan enggan dia berpaling, lalu berjalan keluar, sebelum menutup pintu dia kembali melihat wajah ceria Suri, dia berjalan dalam sesak, napasnya terasa begitu pendek, tubuhnya terasa ditimpa begitu banyak batu, terasa sangat berat, namun dia harus bertahan, dia segera berjalan dan meninggalkan lantai dengan perasaan kacau yang tak bisa dilukiskan.


__ADS_2