Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
349 - Dansa Pertama


__ADS_3

Pesta pernikahan Archie dan Ceyasa dilanjutkan pada malam hari, kali ini dengan konsep dinning party yang hanya dikhususkan untuk para sahabat dan kerabat mereka, tak seperti tadi pagi, acara kali ini tak banyak orang yang datang agar terkesan lebih intim dan hangat.


Ceyasa pun sudah menanggalkan gaun pernikahannya, berganti dengan gaun makan malam yang simpel namun sangat elegan, berwarna peach dan juga sangat cocok digunakannya.


Archie menggunakan Jasnya yang tampak sangat cocok dengan Ceyasa, mereka memasuki ruangan aula kerajaan itu dengan perlahan, mahkota yang di berikan oleh Bella tadi terus menghiasi rambut Ceyasa.


"Yang Mulia Raja Dan Yang Mulia Ratu memasuki aula kerajaan," ujar pegawai istana yang bertugas mengumumkan kedatangan mereka.


Archie mengandeng tangan Ceyasa, semua orang di ruangan itu baik keluarga atau kerabat dekat berdiri menyambut mereka, sekali lagi memberikan hormat, menatap Raja dan Ratu mereka yang baru sebagai pasangan paling ideal, tampan dan cantik, begitu sempurna.


"Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu akan melakukan dansa pertama mereka," Suara pengumuman menggema.


Archie memegang tangan Ceyasa yang terasa dingin, sangat gugup dengan hal ini, sebenarnya dia sudah cukup berlatih, tapi sepertinya berdansa tak semudah yang dia pikirkan.


Archie mengarahkan Ceyasa ke tengah aula yang besar itu, dia lalu memeluk pinggang kecil istrinya, mendekatkan Ceyasa lebih dekat, Ceyasa menaruh tangannya lembut di bahu Archie, dia tersenyum membalas tatapan mata suaminya yang begitu dalam.


Lantunan denting piano dan juga violin klasik terdengar, menyeruakkan suara yang indah, membuat suasana sangat syahdu, mengantar langkah pertama Archie yang memandu Ceyasa.


Ceyasa begitu kaku mengikuti gerakan Archie, tentu selain tak biasa, dia juga gugup melihat berpuluh pasang mata yang sekarang memperhatikan mereka berdua.


"Sudah aku katakan kan, seharusnya kau belajar berdansa denganku," bisik Archie lembut.


" Ya, tapi tak ada yang bilang kalau dansa kita akan di perhatikan begitu banyak orang," kata Ceyasa Malu, dia mempehatikan orang-orang yang mungkin berpikir betapa kakunya dia bergerak, mungkin seperti boneka kayu yang digerakkan dengan utasan benang.

__ADS_1


"Hei, hei, lihat aku, tak perlu melihat mereka, ikuti saja alunannya, jangan perdulikan mereka, ini malam kita berdua, jadi nikmatilah, " kata Archie memandang bola mata Ceyasa yang coklat, bergerak-gerak mengamati wajah Archie yang sangat tampan tetimpa cahaya lampu.


Ceyasa langsung terpesona, bola mata Archie yang menatapnya benar-benar menghipnotisnya dalam, seketika saja rasanya hening dan hanya ada mereka berdua di sana, senyum tipis Archie menambah menawannya wajah Raja baru itu, Ceyasa tak bisa lepas darinya.


"Silakan bergabung dengan sepasang pengantin," suara itu menggema, namun tak memutuskan kesyahduan antara Ceyasa dan Archie yang tenggelam dalam perasaan mereka. Semua orang dengan suka cita bergabung bersama Ceyasa dan Archie untuk berdansa.


Suri hanya duduk di kursi rodanya, dia hanya bisa melihat hal itu, sebuah senyum tipis terlihat namun Suri segera menurunkan pandangannya, Jared duduk di sampingnya, memperhatikan Suri perlahan, hampir semua orang yang ada di sana ikut andil berdansa bersama pengantin, hingga hanya menyisakan Suri dan Jared yang masih duduk di meja makan mereka.


Jared melirik Suri yang tampak mengalihkan fokusnya pada makanan kecil yang ada di sana. Jared memegang tangan Suri, membuat putri cantik itu menatap Suaminya.


"Ada eh apa?" tanya Suri, suaranya begitu lembut.


"Ingin berdansa?" tanya Jared melirik Suri.


Tidak, aku tidak mau berdansa, terlalu banyak orang, ujar Suri dengan bahasa Isyarat, terlalu kompleks untuk dia katakan langsung, dia tak ingin melakukan Dansa dan semua orang tahu tentang keadaannya, awalnya dia juga tak percaya diri untuk bertemu banyak orang dengan keadaannya yang harus duduk di kursi roda, namun rasanya tak akan sopan jika dia tak datang, ini pernikahan sepupunya dan sepupu Jared, jadi mereka wajib datang.


Suri hanya diam saja, tersenyum manis bertumpu di pelukan Jared, menikmati semilir angin dengan bau mawar yang terbang di sekitar mereka, sayup-sayup suara piano itu ternyata lebih menyentuh saat didengar di luar ruangan ini.


"Aku tahu betapa senangnya kau berdansa, karena itu bagaimana pun aku akan membawamu berdansa," bisik Jared membuat Suri tersenyum manis, bergerak pelan dalam pelukan Jared, sendunya suasana membuai keduanya, menikmati acara dengan cara mereka sendiri.


Suasana malam makin larut, para orang tua sekali lagi membiarkan para kaula muda untuk menikmati pesta dengan cara mereka sendiri.


"Selamat atas pernikahan Anda Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu," sapa seseorang yang ada di belakang Ceyasa dan Archie.

__ADS_1


Pandangan mereka segera menatap ke arahnya, dan wajah Ceyasa tampak langsung sumringah.


"Asisten Qie! kau datang?" kata Ceyasa.


"Tentu, aku mendapatkan undangan langsung dari Yang Mulia Raja, tak mungkin aku melewatkan pernikahan akbar ini," ujar Asisten Qie, dia tampak lebih cerah sekarang, tampang tertekannya dulu sudah hilang.


"Benarkah?" kata Ceyasa menatap Archie, tak tahu akan hal itu.


"Aku kira kau pasti ingin bertemu dengan orang yang pernah menolongmu, Asisten Qie sekarang sudah dibebaskan semenjak Paman Rain ditahan, sekarang dia bekerja di perwakilan Istana yang ada di negara tetangga, keselamatannya tetap menjadi yang utama," kata Archie menjelaskan, bagaimana pun pria ini berjasa baginya dan Ceyasa.


"Wah, bagus sekali, semoga sukses dengan pekerjaan yang baru ya," kata Ceyasa senang, peraturan kerajaan yang sudah melarangnya untuk bersentuhan dengan pria lain selain Archie, bahkan jika ingin berbicara dengan pria lain, suaminya harus ada di sampingnya.


"Terima kasih, sekali lagi selamat atas pernikahan Anda, saya sangat bahagia," kata Asisten Qie memberikan senyumannya dan salamnya, Archie dan Ceyasa hanya mengangguk, Asisten Qie undur diri meninggalkan Ceyasa dan Archie berdua.


"Apakah lelah? bagaimana keadaanmu? mual?" tanya Archie yang dari tadi khawatir dengan keadaan Ceyasa, seharian ini istrinya itu tidak istirahat sama sekali.


"Tidak, sepertinya jagoan kecilku tahu hari ini dia tak boleh membuat mamanya terlihat manja," kata Ceyasa melirik perutnya, Archie mengerutkan dahi, Jagoan?


"Jagoan? apa kau sudah tahu dia laki-laki?" tanya Archie.


"Belum, hanya ingin punya anak laki-laki, jadi aku akan punya dua pria yang akan menjagaku, kalau putri aku takut bersaing memperebutkan mu," kata Ceyasa dengan senyum merekah, Archie hanya tertawa kecil, mencolek sedikit hidung istrinya.


"Dasar, kau coba menggodaku ya?" kata Archie lagi.

__ADS_1


"Ya, mumpung hari ini aku tahan dekat denganmu," ujar Ceyasa.


Mendengar itu Archie hanya tertawa kecil, memeluk pinggang istrinya lebih erat, tak akan pernah melepaskannya sama sekali, Ceyasa, adalah sebuah nama tempatnya pulang.


__ADS_2