
Jared langsung menangkap pesawat itu sebelum jatuh ke tanah, membukanya segera dan melihat jawaban yang di tuliskan oleh Suri.
‘Baiklah, aku rasa aku punya waktu seharian untukmu hari ini, kemana kita akan pergi?’
Jared menaikkan sedikit sudut bibirnya, dia lalu melihat Suri yang duduk dikusen jendelanya sambil menatapnya, seolah seorang Putri Rapunzel menunggu Sang Pangeran.
"Aku akan mengejutkanmu!" teriak Jared pada Suri, Suri tersenyum lepas menatap Jared, Jared lalu mengeluarkan gestur memanggil Suri, menyuruhnya untuk turun, Suri mengangguk dan segera pergi dan turun.
Suri tak bisa berhenti tersenyum, dia lalu segera menuju kamarnya, ingin memastikan bagaimana penampilannya sebelum dia pergi, namun saat dia menuju ke kamarnya, dia berpapasan dengan ibunya.
"Suri?" sapa Bella yang melihat senyuman manis anaknya mengembang.
"Ya, Ma," Jawab Suri melihat ibunya yang tampak sedikit penasaran kenapa anaknya terus tersenyum, senyuman Suri akhir-akhir ini adalah sebuah kejadian yang langka.
"Ada apa ini?" tanya Bella.
"Oh, aku ingin pergi keluar, boleh ya, Ma?" tanya Suri manja pada ibunya, dia memang tumbuh menjadi anak yang cukup manja karena selalu mendapatkan seluruh perhatian dari kedua orang tuanya, terutama ayahnya.
"Pergi kemana? Dldengan siapa?" tanya Bella lagi kaget, karna status kedudukannya, Suri sangat terbatas untuk bisa keluar dari istana, selain memang akan merepotkan, itu juga bisa membahayakan baginya, karena itu Bella harus tahu betul dengan siapa Suri akan keluar.
"Entahlah, Jared bilang dia akan mengejutkanku," jawab Suri lagi.
__ADS_1
"Oh, dengan Jared? baiklah, berhati-hatilah," kata Bella yang merasa Jared bisa dipercaya untuk menjaga anaknya, lagi pula terakhir kali mereka pergi, Jared bisa membuat perubahan yang begitu baik pada Suri.
"Terima kasih Ma, Mama yang beritahu pada Papa ya," kata Suri memegang tangan ibunya, seolah merayu.
"Baiklah," kata Bella yang mengerti bahwa jika Suri meminta izin pada ayahnya, sudah pasti dia tidak diizinkan.
Suri segera pergi meninggalkan ibunya yang hanya tersenyum bahagia melihat anaknya begitu senang, Suri masuk ke dalam kamarnya, mengambil beberapa barang keperluannya dan merias sedikit wajahnya dengan riasan tipis, lalu segera keluar dan menemui Jared yang sudah menunggunya di depan mobil, begitu melihat Suri yang keluar dengan sangat cantik dengan atasan sederhana berwarna mocca dan rok plisket berwana putih dengan panjang sedikit di bawah lututnya, masih menampakkan kakinya yang putih dan indah, Jared hanya menaikkan sedikit sudut bibirnya, terlalu indah untuk melewatkan hal ini.
"Ayo," kata Suri yang sudah tidak sabar, sudah cukup penat terkurung di istana terus menerus.
"Silakan Tuan Putri," ujar Jared sambil membukakan pintu mobilnya, Suri tersenyum manis sambil meletakkan rambutnya yang terurai panjang itu ke belakang telinganya, dengan anggunnya duduk di dalam mobil Jared, Jared segera menutup pintunya perlahan dan segera setelah itu dia masuk dan mulai mengendarai mobilnya.
Perjalanan mereka cukup lama dan di habiskan dengan kesenyapan, Jared tampak fokus mengendarai mobilnya, sedangkan Suri tampak menikmati pemandangan yang disugguhkan.
"Tunggu saja, kenapa? sudah bosan?" tanya Jared melirik ke arah Suri sekejab.
"Tidak juga, aku hanya penasaran kemana kau akan membawaku saat ini," kata Suri.
"Tak jauh-jauh dari kesenanganmu dan juga namamu," kata Jared lagi.
"Laut lagi? laut yang mana?" tanya Suri kali ini lebih memperhatikan Jared.
__ADS_1
"Tunggu saja," kata Jared tersenyum tipis, membuat Suri semakin penasaran, kenapa pria ini selalu membuatnya penasaran, sangat berbeda dengan Archie yang selalu blak-blakan jika ingin melakukan sesuatu.
Suri sedikit manyun sambil melihat ponselnya, sudah beberapa hari dia berhenti mengirimkan pesan-pesan pada Archie. Dia membuka sebentar riwayat obrolan mereka, masih penuh dengan pesan-pesan yang tak terkirim, sudah lah, mungkin memang harus seperti itu, dia tak mungkin selamanya murung hanya karena hal ini, yang dia bisa hanya menjaga hatinya, kalau-kalau Archie kembali nantinya, dan dia sudah mulai terbiasa dengan perasaan rindu yang tak terbalaskan.
Jared melirik ke arah Suri yang tampak kesuraman dalam matanya, namun kesuraman itu tidak lama, setelah Suri menutup ponselnya, Suri tampak mengambil napas panjang, lalu kembali tersenyum melihat Jared, Jared juga hanya menaikan sedikit sudut bibirnya, tahu bahwa perlahan Suri sudah mulai tegar.
Tak lama mobil mereka memasuki area parkir sebuah tempat yang begitu besar, Suri menatap gedung itu, sambil mengerutkan dahi, bukannya tadi Jared mengatakan akan membawanya ke pantai.
"Sudah sampai?" tanya Suri bingung.
"Ya, sudah, ayo," kata Jared bersiap-siap, setelah itu dia keluar dan membukakan pintu untuk Suri, Suri yang keluar dari mobil itu langsung di sambut cahaya matahari yang cukup terik hari itu, memantulkan cahayanya di kulitnya yang putih bersih bagaikan mutiara. Suri menatap kesekeliling, tempat itu seperti tempat wisata, banyak pengunjung yang ada di sana. Suri tidak mengerti tempat apa ini sebenarnya?
"Maaf, aku rasa kau harus memakai ini, " kata Jared meperlihatkan masker dan topi, Suri melihat itu sedikit mengerutkan dahi, kenapa harus menggunakan ini? “di dalam sana sangat ramai, aku takut ada yang mengenalimu dan berbuat yang tidak-tidak padamu, aku pakaikan ya," ucap Jared dengan lembut, dia lalu segera memakaikan masker itu pada Suri, mengaitkannya pada telinga Suri, Suri yang melihat Jared melakukannya hanya bisa menatapnya, menatap wajah dingin namun kelakuannya yang begitu hangat, Suri benar-benar tak bisa menebak pria ini.
Setelah Jared memasangkan masker pada Suri, dia lalu meletakkan topi pada kepala Suri dengan perlahan dan lembut, Suri yang melihat itu benar-benar tersentuh dengan semua yang dilakukan oleh Jared. Terlalu perhatian.
"Ayo," ucap Jared menyadarkan Suri dari pikirannya sendiri.
"Oh, ya," kata Suri.
Suri mulai berjalan, Jared mengikutinya dari belakang, cukup dekat hingga sesekali Suri tampak gugup melihat pria itu di samping belakangnya, wajahnya yang dingin namun juga sangat tampan, tatapannya yang tajam namun bersamaan dengan itu juga begitu lembut, membuat siapapun akan melihatnya dua kali, bahkan ada yang tak berpaling.
__ADS_1
Sesampainya di pintu utama yang begitu ramai pengunjung yang sedang mengantri, Jared langsung mengambil alih, dia segera berdiri di depan Suri lalu menunjukkan sebuah kartu kepada petugas, dan beberapa petugas langsung membukakan pintu khusus yang hanya untuk mereka. Jared kembali mempersilakan Suri berjalan di depan, seolah menjaganya di belakang, Semua mata menatap mereka, seolah iri mereka tak perlu berdesakan mengantri namun juga terkesima oleh tampanan Jared yang menurut mereka setara bahkan melebihi seorang artis.
Suri melirik lagi kepada Jared, tak sedikit pun pria itu tampak salah tingkah atas tatapan mata-mata yang melihatnya, dia hanya terlihat diam menatap ke depan, tampak tenang dengan segala kharismanya.