Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
218 - Forensik Hipnosis


__ADS_3

Ceyasa duduk di salah satu ruangan yang sangat nyaman, sebuah lobby seperti tempat perawatan, Archie duduk di sampingnya, memperhatikan ruangan itu dengan seksama, tak lama Gerald datang dengan seorang wanita yang tampak setelan profesional.


 


"Selamat Pagi Pangeran, Selamat Pagi Nona, saya sangat tersanjung bisa bertemu dengan Anda, perkenalkan saya Dokter Rianti, hipnoterapis," kata wanita yang telihat sudah cukup matang itu pada Archie dan Ceyasa.


"Selamat pagi," kata Archie seadaanya saja.


"Baiklah, Dokter Alex sudah mengatakan tentang kasus Nona, apakah kita akan langsung bisa memulainya?" kata Dokter itu terlihat sangat ramah dan bersahaja. Ceyasa mengerutkan dahinya, sedikit memandang ke arah dokter itu, ada rasa ragu pada dirinya, wanita itu langsung tersenyum, melihat reaksi yang sangat wajar dari diri setiap pasiennya. "Nona, tidak apa-apa, aku akan menjelaskan sedikit konsepnya, Anda tidak akan kenapa-kenapa, jika nantinya Anda menolak, saya juga tidak bisa memaksa Anda," kata Dokter Rianti lagi tersenyum manis.


 


"Tidak apa-apa, aku ada di sini," kata Archie memegang tangan Ceyasa.


"Baiklah," kata Ceyasa lagi, dia tidak takut, tapi hanya ragu apakah dia sanggup kalau melihat kilasan peristiwa  itu lagi.


 


Dokter Rianti mengarahkan mereka ke sebuah ruangan yang seperti ruangan konsultasi dokter, lalu dia segera duduk, mempersilakan Archie dan Ceyasa untuk duduk di depannya, Gerald tampak berdiri di dekat pintu masuk ruangan itu.


"Jadi, Nona Ceyasa, ada yang bisa saya bantu?" kata Dokter Rianti lagi. Ceyasa terdiam sebentar lalu dia melihat ke arah Archie, Archie hanya mengangguk sambil meremas tangan Ceyasa lembut agar membuatnya nyaman.


"Saya punya masalah dengan memori saya, setiap saya mendapatkan benturan dan juga pingsan, saya mendapatkan gambaran tentang suatu kejadian yang saya secara sadar tidak pernah saya ingat, Dokter mengatakan bahwa sebelumnya saya mengalami cedar otak, sehingga kemungkinan saya melupakan hal itu, jadi saya ingin mengetahui tentang memori itu secara lengkap," kata Ceyasa lagi pada Dokter Rianti.


"Apakah memori itu sangat penting?" kata Dokter Rianti lagi.

__ADS_1


"Penting, ini menyangkut nyawa seseorang," kata Archie menimpali, membuat Dokter Rianti sedikit mengubah ekspresinya dan mencatat hal itu.


"Apakah kejadian itu berdampak pada kesehatan mental Anda, seperti Anda selalu cemas, merasa tidak nyaman, atau bagaimana? " kata Dokter Rianti memandang Ceyasa.


"Sebelum aku melihat hal itu aku rasa aku memiliki hidup yang normal, tapi setelah itu, aku cukup merasa ketakutan dan juga cemas," kata Ceyasa.


"Hal ini berhubungan dengan kesalamatannya, seseorang ingin menuntut balas padanya karena menganggap dia adalah penyebab seseorang kehilangan nyawa, jadi aku ingin dia bisa mengingat hal yang terjadi padanya saat itu," kata Archie menjelaskan semuanya.


"Baiklah, saya sudah mendapatkan cukup gambaran, jadi Anda ingin Nona Ceyasa dapat mengingat bagaimana keadaan di sana, baiklah saya akan mengantarkan Anda ke peristiwa itu, tehnik yang kita gunakan adalah Hypnotic Age Regression ke spesific event, sebelumnya saya tidak akan bisa memaksa apapun untuk Anda keluarkan, Anda saya akan bimbing untuk masuk ke dalam kejadian tersebut, di sana Anda akan sadar hanya merasa sangat relax, jika Anda tidak ingin mengatakan hal tertentu, saya tidak akan bisa memaksakannya, karena itu Nona Ceyasa, saya pastikan Anda punya kontrol penuh atas diri Anda dan pikiran Anda," kata Dokter Rianti menjelaskan pada Ceyasa, Ceyasa yang mendengar itu hanya mengangguk kecil.


"Apakah Anda sudah mengerti? Jadi di sini saya akan melakukannya seperti forensik Hipnosis, bukan Hipnotrapi yang mecoba mencari akar permasalahan dan memperbaikinya, tapi saya akan berusaha untuk mendapatkan penjelasan naratif dan deskritif dari Anda mengenai kejadian itu, seperti kenapa? mengapa? Dan siapa? " kata Dokter Rianti lagi.


"Ya," kata Ceyasa.


"Baiklah, Anda sudah setuju?" kata Dokter Rianti yang bahkan saat ini sudah serasa menghipnotis Ceyasa.


"Baiklah, silakan Anda masuk untuk di periksa kesehatan Anda, minumlah jika Anda ingin minum, kami juga menyarankan untuk Anda ke kamar kecil karena proses ini bisa menghabiskan waktu 1 jam," kata Dokter Rianti menerangkan, dia langsung mempersilakan Ceyasa untuk masuk.


 


Ceyasa menatap Archie sejenak, dia lalu masuk ke dalam ruangan dan langsung di sambut oleh seorang suster, pintu itu segera ditutup.


"Apakah aku bisa mengikuti prosesnya?" tanya Archie.


"Sebenarnya tidak apa-apa, namun saya sarankan demi kenyamanan dan keberhasilan, lebih baik jika hanya saya dan Nona Ceyasa saja yang ada di ruangan," kata Dokter Rianti.

__ADS_1


"Yang Mulia Raja ingin semua proses hipnosis ini di rekam," kata Gerald, menunjukkan sebuah kamera pada Dokter Rianti.


"Baiklah, Anda bisa memasangnya selagi Nona Ceyasa diperiksa agar beliau tidak mengetahuinya, aku takut jika beliau mengetahuinya beliau akan menolak untuk mengeluarkan apa yang beliau rasakan," kata Dokter Rianti lagi.


"Ya, aku akan memasangnya sekarang," kata Gerald segera, Archie hanya memperhatikan semuanya.


"Yang Mulia Pangeran, saya akan pastikan istri Anda tidak apa-apa, tunggulah di sini, setelah ini kami akan memberitahu Anda hasilnya," kata Dokter Rianti dengan senyum profesionalnya, dia segera masuk, meninggalkan Archie sendiri yang cukup penasaran apa saja yang terjadi di dalam sekarang, tak lama menunggu, Gerald keluar.


 


"Bagaimana?" kata Archie, dia bahkan mendekati Gerald.


"Nona Ceyasa sudah dibawa ke dalam ruangannya, mereka mulai melakukan prosesnya," kata Gerald lagi Archie memandang pintu putih itu, merasa cemasnya muncul karena mengingat sebelumya Ceyasa begitu ketakutan saat dia mengingat peristiwa itu, akankah dia seperti itu nantinya di dalam?


----***---


Ceyasa duduk di sebuah sofa empuk yang bahkan serasa menelan dirinya, di depannya gambaran burung dan juga tanaman tersuguh, suhu ruangan itu sejuk lebih ke dingin, suasananya cukup remang hingga terkesan gelap. Dokter Rianti menyelimuti Ceyasa, memberikan senyuman tulus yang menenangkan, Ceyasa membalasnya.


 


"Baiklah Nona, kita akan mulai sesinya," kata Dokter Rianti.


"Ya," kata Ceyasa sedikit serak.


"Lihat ke depan, lihatlah burung – burung yang semakin membuat Anda merasa nyaman, nyaman dan … nyaman, hitung hingga sepuluh dan Anda akan semakin nyaman, semakin nyaman dan akhirnya … " Suara Dokter Rianti mengawal Ceyasa untuk membuatnya merasakan sensasi kenyamanan yang tak pernah dia rasakan, perlahan sayup, pelahan hilang.

__ADS_1


 


Seketika matanya terbuka, melihat keadaan yang sangat gawat, dia merasa dia ada di dalam gendongan seorang wanita, Ceyasa menatap wajah wanita itu, dia wanita yang sering dilihatnya, wanita dengan luka di kepalanya dan genangan darah, dan Ceyasa tiba-tiba sadar, dia merasa ada di saat umurnya 3 tahun, ya, keadaan ini dia rasakan saat umurnya 3 tahun.


__ADS_2