Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
149 - (C-A) Dia kenapa?


__ADS_3

Ceyasa baru saja selesai memakan sarapannya, dia lalu segera melihat ke arah seluruh ruangan makan yang tampak tak kalah megahnya, lebih terlihat simpel sebenarnya, namun terasa sangat besar karena hanya dia yang makan di sana.


"Lusy, ehm? Apa yang bisa aku lakukan di sini?" tanya Ceyasa yang merasa sudah bosan, biasanya jam segini dia sudah sangat sibuk dengan pekerjaannya, sekarang dia tak tahu apa yang harus dia lakukan setelah ini, tak mungkin dia kembali tidur lagi, serasa tak ada satu pun yang bisa dia kerjakan di sini.


"Apa yang Anda ingin lakukan Nona? saya akan menyediakannya, di sini semua lengkap, ada ruang theater, ruang music, jika anda ingin berolah raga juga ada ruangan Gym di atas, Tuan Archie hanya tidak memperbolehkan Anda untuk keluar dari sini," kata Lusy.


Ceyasa memanyunkan bibirnya, baru saja dia ingin bilang dia ingin keluar dari rumah ini, namun Lusy langsung mempertegas bahwa dia tak boleh keluar dari sana.


"Yang Mulia Pangeran  pulang," seorang pelayan segera memberitahukan bahwa Archie sudah kembali ke rumah.


Ceyasa dan Lusy saling melihat ke arah masing-masing, Ceyasa sedikit mengerutkan dahinya, cepat sekali Archie pulang, bukannya katanya dia harus pergi ke perusahaan?


Belum sempat Ceyasa bertanya dalam hati, tak lama Archie datang dan melewati ruang makan itu, tak seperti biasanya, Archie hanya langsung pergi meninggalkannya, Ceyasa yang tadinya ingin memanggilnya langsung mengurungkan niatnya, sekilas saja melihat, dia tahu ada sesuatu yang terjadi pada Archie, wajahnya suram dan muram.


Ceyasa melihat Gerald yang berjalan di belakang Archie, sekali lagi dia menahan untuk mengeluarkan kata-kata, Gerald yang sedikit melelirik ke arah Ceyasa langsung mengenggelengkan kepalanya perlahan, seperti memberikan tanda agar jangan dulu mengganggu mereka, Ceyasa semakin mengerutkan dahinya, ada apa ini? sepertinya ada sesuatu yang sangat serius sudah terjadi.


Setalah makan, Ceyasa mencoba menahan dirinya untuk berada di ruang tengah, namun rasa penasarannya sangat dalam, dia bahkan sampai tidak bisa duduk tenang di ruangan tengah itu, sesekali dia bermain ponselnya namun dia tidak bisa konsentrasi karena teringat wajah murung dari Archie tadi.


"Lusy, ehm … kira-kira sekarang Archie sedang apa ya?" tanya Ceyasa yang sudah tak tahan lagi, dia harus tahu apa yang menyebabkan Archie seperti itu, entah kenapa tapi dia tak bisa menolak untuk tidak peduli pada pria itu, padahal pria itu selama ini hanya membuatnya kesal, namun melihat wajah muram Archie, hati Ceyasa yang malah merasa tak tenang.

__ADS_1


"Sepertinya Yang Mulia Pangeran sedang ada di kamarnya Nona," jawab Lusy yang sertia menunggu di ruang tengah itu, melihat tingkah Ceyasa yang menurutnya cukup menghibur.


"Oh, ehm, apa aku boleh datang ke sana?" tanya Ceyasa melirik Lusy


"Saat ini saya tidak tahu Nona, apakah perlu saya tanyakan pada Gerald?"


"Tidak perlu, aku saja yang bertanya padanya langsung, kau tahu dimana Gerald sekarang?"


"Gerald pasti sedang menunggu Pangeran di depan kamar pangeran, kamar pangeran ada di lantai dua Nona, Saya akan mengantar Anda," kata Lusy lagi.


"Ya," kata Ceyasa langsung tersenyum sumringah.


Gerald yang awalnya tampak duduk sambil termenung segera berdiri, sedikit kaget melihat kedatangan Ceyasa di lantai dua itu, karena lantai dua ini seluruhnya adalah ruangan pribadi untuk Archie, namun tak mungkin melarang Ceyasa kemari, dia adalah istri Pangeran.


"Selamat datang Nona Ceyasa," kata Gerald memerikan salam, setidaknya mereka tidak berdua lagi, jadi dia harus bersikap lebih formal.


"Eh, terima kasih," kata Ceyasa sedikit merasa canggung, dia lalu melihat ke arah Lusy, bukannya dia tidak percaya pada Lusy, namun dia belum terbiasa dengannya, sedangkan Gerald, mereka sudah cukup lama kenal.


"Lusy, bolehkah aku berbicara berdua dengan Gerald?" tanya Ceyasa.

__ADS_1


"Baik Nona," kata Lusy, tak mungkin mengatakan tidak, Lusy memberikan salam sebentar, lalu dia segera berjalan meninggalkan mereka dan segera turun dari ruangan itu. Ceyasa dan Gerald memperhatikannya sebentar, Gerald merasa pantas melakukan ini, namun menolak juga tak bisa.


"Archie dimana?" tanya Ceyasa setelah melihat Lusy meninggalkan mereka.


"Yang Mulia Pangeran ada di dalam kamarnya, beliau mengatakan untuk tidak menganggu beliau, " ujar Gerald masih bersikap formal.


"Apakah ada sesuatu?" tanya Ceyasa yang merasa ada yang salah, apakah Archie mengalami sesuatu karena dirinya?


Gerald menatap Ceyasa, cukup ragu untuk menceritakan yang sebenarnya, karena bagaimana pun semua masalah ini sumbernya adalah Ceyasa sendiri.


"Tidak apa-apa, kau bisa membicarakannya padaku, jika aku tidak tahu, aku tidak akan bisa bersikap dengan Archie," kata Ceyasa pada Gerald yang masih terlihat ragu.


"Ayo ke ruang baca," kata Gerald melihat ke arah sekitarnya, jika ada orang yang melihat mereka bicara seperti ini, akan menjadi masalah baik untuk Gerald maupun Ceyasa, Ceyasa yang merasa mungkin memang harus melakukan hal seperti ini mau tak mau hanya mengangguk, lalu dia mengikuti Gerald masuk ke ruang baca yang tempatnya tak jauh dari pintu kamar Archie.


Ruang baca itu sangat nyaman, dipenuhi dengan koleksi-koleksi buku milik Archie, sebuah foto besar ada di dalamnya, Ceyasa melihat dengan seksama, terlihat sedikit familiar baginya.


"Yang Mulia Pangeran Aksa, Ayah Archie, foto itu tidak boleh dipajang di istana, jadi Archie memajangnya di rumah pribadinya," ujar Gerald yang memperhatikan Ceyasa sedang mengamati foto yang tergantung di ruangan itu, Ceyasa hanya mengangguk, pantas saja Archie bisa memiliki wajah sesempurna itu, bahkan ayahnya tak kalah darinya.


"Itu foto ayah angkat Archie, Tuan Daihan dan istrinya, istri Tuan Daihan adalah saudari kembar dari Ibu Archie, jadi jika ingin tahu wajah ibu Archie, seperti istri Tuan Daihan, mereka kembar identik," kata Gerald menjelaskan lagi ketika perhatian Ceyasa pindah ke sebuah foto keluarga yang tak kalah besarnya, "Itu Yang Mulia Ibunda Ratu Ayana, nenek Archie," Gerald menunjukkan foto yang lain, menampilkan seorang wanita yang sudah berumur dengan segala pernak pernik keistanaannya, di sampingnya Archie tampak gagah menggunakan pakaian resmi kerajaannya.

__ADS_1


Ceyasa cukup kagum melihat foto-foto yang terpajang, mereka sangat-sangat tampak berkelas dan juga indah, bahkan tak ada dari mereka yang tampak biasa saja.


__ADS_2