Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
55 - Pernikahan Kompromi.


__ADS_3

"Bibi, apa bibi gila? Cendro, tidak perlu memikirkannya, aku tidak akan apa-apa, lagi pula aku tidak akan mau menikah,"kata Ceyasa yang merasa bibinya mengada-ngada, Archie yang mendengar Ceyasa memanggilnya Cendro menatap Ceyasa seolah berpikir sesuatu.


"Aku akan memberikanmu enam ratus juta, tapi aku tidak perlu menikahinya," kata Archie santai.


"Tidak, jika nanti kau melakukan itu, kau bisa melaporkanku bahwa aku menjual dirinya, lagi pula jika dia tidak menikah akan memalukan seluruh keluarga kami, dan itu semua gara-gara kau," kata bibi Ceyasa yang menunjuk batang hidung Archie, Gerald melihat itu langsung mengambil alih, berdiri di depan Archie, membuat bibi Ceyasa tambah kesal, beraninya hanya berdiri dibalik orang-orang ini pikirnya.


"Bibi, kau sudah gila, aku dan dia tidak ada apa-apa, lagi pula kau tidak pernah mengakui aku sebagai keluargamu, sejak kapan kau peduli aku seperti apa? bukannya kau ingin aku mati saja dulu?" kata Ceyasa yang mencoba melawan bibinya yang semena-mena itu. Archie hanya mendengarkan kata-kata Ceyasa sambil melihat ke arah Ceyasa dengan tatapan kasihan, jadi yang dikatakan oleh Nadia itu benar?


"Iya, tapi seluruh desa ini sudah tahu kalau kau itu wanita murahan yang membiarkan seorang pria ada di dalam kamarmu, kami akan sangat malu jika kembali ke mari, kau sudah mencoreng nama keluarga, sudahlah kau tidak akan mengerti, urungkan saja niatmu sehingga kami bisa dengan cepat menikahkannya dengan orang lain, sudah, menyarah saja," kata Bibi Ceyasa lagi dengan entengnya,  dia masih berusaha menggertak Archie.


"Pangeran, aku rasa kita lebih baik menyerah dan tidak berurusan dengan mereka, wanita ini dari tampangnya saja sudah sangat licik, jika kau membantu wanita ini, aku yakin mereka akan terus mengejarmu dan parahnya lagi mereka akan memerasmu, apa lagi mereka tahu apa statusmu, itu akan mencoreng nama baikmu, pihak kerajaan akan memberimu hukuman, lebih baik kita mundur saja, itu sudah nasibnya jika dia harus menikah dengan pria tua itu, Archie, aku sekali lagi tegaskan, jangan berurusan dengan hal seperti ini," Bisik gerald pada Archie yang merasa hal ini sangat tidak menguntungkan bagi mereka. Archie melihat ke arah Ceyasa, Ceyasa hanya menggeleng padanya, berusaha untuk mengatakan jangan ikuti kemauan bibinya. Archie tampak berpikir panjang, dikepalanya tiba-tiba muncul sebuah pemikiran gila.


"Baiklah, aku akan menikahinya dan memberikan uang yang kau minta, " kata Archie langsung.


"Ha?" kata Ceyasa kaget, Nadia pun kaget mendengar kata-kata Archie, keduanya membalalakkan mata mereka, benar-benar kaget akan perkataan Archie.


"Apa?"  Gerald kaget setengah mati,  dia berusaha untuk membuat Archie jangan terlibat dengan hal ini, tapi kenapa pangerannya malah memilih mengikuti kemauan wanita yang dari wajahnya saja sudah terlihat sangat licik ini.


"Kau serius?" kata bibi Ceyasa yang awalnya hanya menggertak, dia sudah sangat yakin Archie tidak akan mau menikah Ceyasa, tapi kenapa dia malah menyutujuinya, ah ini pasti hanya akal-akalan anak muda ini saja, pikir bibi Ceyasa yang menatap Archie dengan wajah yang curiga.

__ADS_1


"Hai, kalau aku menikah dengannya, semua yang berurusan tentangnya akan menjadi hakku kan?, mereka tidak akan memiliki kekuasaan apapun pada dirinya kan?" tanya Archie pada petugas pencatatan sipil itu.


"Menurut undang-undang memang begitu, jika sudah menikah, yang bertanggung jawab dan memiliki hak atas dirinya adalah suaminya," kata petugas sipil itu menjelaskan.


"Baiklah, ayo menikah," kata Archie memandang Ceyasa yang masih syok.


"Eh, kau pikir aku bodoh, serahkan dulu uang lima ratus juta itu, aku tidak akan membiarkan kau menikah dengannya begitu saja," kata bibi Ceyasa yang takut Archie hanya membual, uang sebesar itu tidak mungkin bisa diserahkannya.


"Urus semuanya," kata Archie pada Gerald yang juga masih syok dengan keputusan atasannya ini, namun dia tidak berani untuk membantah, dia hanya segera mendekati bibi dan paman Ceyasa untuk mengurusi perpindahan uang itu sambil sesekali melihat ke arah Archie, kepala Gerald tiba-tiba kosong gara-gara keputusan pangerannya ini.


Ceyasa yang dari tadi mendengar perkataan Archie itu ingin memukul kepala Archie , seenteng itu dia berbicara menikah, dengan bantuan Nadia Ceyasa berjalan mendekati Archie yang tampak berpikir.


"Kau tenang saja, apa kau mau terus ditindas dan dijual oleh bibi dan pamanmu itu? kau pernah menolongku, jadi aku akan menolongmu," kata Archie juga berbisik, seolah mereka sedang berkompromi.


"Bodoh," kata Ceyasa memukul  kepala Archie sedikit, Archie langsung kaget dan memegangi kepalanya yang sakit, baru kali ini ada yang berani memukul kepalanya, Archie langsung menatap Ceyasa kesal, Ceyasa pun balik menatap Archie dengan tatapan tak percaya dan kesal,  Gerald yang melihat hal itu membesarkan matanya, Nadia pun kaget, Ceyasa belum tahu siapa Archie ini sebenarnya.


"Apa sih masalahmu dengan ku?" bisik Archie memegang kepalanya yang cukup terasa sakit.


"Ceyasa lebih baik kau tidak melakukan hal itu," kata Nadia yang merasa temannya ini bisa kena masalah kalau tahu siapa yang baru saja dia pukul itu.

__ADS_1


"Kenapa? dia harus disadarkan, kau pikir ini hanya main-main?" kata Ceyasa lagi menatap Archie kesal.


"Aku sudah memikirkannya, kau tidak perlu takut, setelah ini kita akan langsung bercerai, kalau kau bercerai kau akan menjadi orang yang bebas, bagaimana?" bisik Archie sambil menatap Ceyasa serius, Ceyasa mendengarkan Archie dengan seksama, benar juga, kalau dia menikah dan bercerai, statusnya adalah seseorang yang sudah pernah menikah, dia tidak perlu lagi wali dan hanya bertanggung jawab untuk dirinya sendiri.


"Kau berjanji akan segera bercerai setelah semua ini selesai?" bisik Ceyasa menatap Archie dengan sungguh-sungguh.


"Tentu, jadi kau mau tidak? cepat putuskan," bisik Archie lagi sambil berkompromi tentang pernikahan mereka.


"Baiklah, tapi awas kau melanggar janjimu, Nadia kau jadi saksi kami akan bercerai," kata Ceyasa lagi.


"Ha? aku?" kata Nadia, Ceyasa menatap ke arah Nadia dengan sangat tajam, semua masalah ini juga gara-gara dia yang menyuruh Ceyasa menjaga Archie, karena itu Nadia mau tak mau jadi saksinya, "baiklah, aku jadi saksinya."


"Ok, lakukan," kata Ceyasa lagi menatap Archie yang berwajah serius melihat Ceyasa dan Nadia dengan serius.


"Baiklah, apakah sudah selesai? kami sudah siap menikah," kata Archie mantap pada semua orang di sana, Gerald semakin syok mendengarnya, dia segera mendekati Archie, berbisik padanya, berusaha sekali lagi untuk membuat pangerannya ini sadar.


"Apa kau yakin? Seorang pangeran tidak boleh menikah dengan sembarang wanita, kau tahu peraturannya kan?" tanya Gerald lagi yang sekarang kepalanya cukup pusing, dia bisa dieksekusi jika ada yang tahu dia sudah membuat pangeran dipenjara dan tiba-tiba menikah dengan wanita sembarangan, Gerald malah merasa menyesal mengirim Archie kemari.


"Aku akan menikah dengan nama samaranku jadi pernikahan ini tidak akan legal dan tidak akan ada hubungan dengan kerajaan," kata Archie lagi yang sudah memikirkan semua hal itu, dia tidak akan menggunakan nama aslinya, jadi yang menikah dengan Ceyasa adalah Cendro, bukan Archie. Dan tidak akan ada yang bisa menuntutnya dengan pernikahan ini.

__ADS_1


__ADS_2