
"Sabar dong, kenapa harus marah? kau bisa bertanya dengan baikkan, dasar pria menyebalkan, aku mengantar barang ke rumahnya, ternyata rumahnya sedang terjadi kebakaran, ibunya pingsan di dalam, aku menolongnya hingga ke rumah sakit, jadi dia meminta nomor ponselku tadi agar nanti ibunya siuman dia bisa mengucapkan terima kasih, sudah! puas?" kata Ceyasa tak mau kalah dengan Archie, dia kesal, yang menyuruhnya ikut ke mobil ini adalah Archie, saat datang tanpa ada apa-apa dia malah dimarahi, siapa yang tidak kesal coba.
Ceyasa melirik sinis pada Archie yang menganalisa perkataan dan wajah Ceyasa yang kesal melihatnya, ada perasaan senang melihat wajah kesal itu.
"Benar Tuan, ada berita tentang kebakaran di kediaman Tuan Jofan, " ujar Gerald yang langsung mengecek semua kebenaran kata-kata Ceyasa.
"Tuh, bener kan! Dasar cowok menyebalkan," kata Ceyasa yang memasang wajah kesal sekaligus masamnya,bertemu Archie benar-benar menyebalkan.
"Baiklah aku percaya padamu," ujar Archie menyipitkan kembali matanya melihat ke arah Ceyasa, melihat tatapan itu, mengerutkan dahi, apa lagi?
"Apa lagi yang ingin kau tanyakan?" kata Ceyasa.
"Sekarang aku ingin bertanya, apa hubunganmu dengan Rain?" kata Archie dengan tatapan curiga.
Mendengar itu Ceyasa kembali terdiam, sepertinya benar, orang-orang kaya ini di kota ini kenal satu sama lainnya.
"Kenapa kau bisa kenal dengan Rain?" tanya Ceyasa dengan nada begitu penasaran, apakah Archie juga tahu bagaimana seramnya Rain?
"Kau tidak berhak bertanya di sini, " ujar Archie enteng, seolah kesalnya tadi hilang berganti rasa penasaran dan keangkuhan. Membuat Ceyasa memanyunkan bibirnya, pelit sekali tak ingin memberitahu.
"Kalau begitu aku tidak ingin menjawab,0" kata Ceyasa menyenderkan tubuhnya yang sudah cukup lelah di sandaran kursi mobil yang ternyata sangat nyaman.
Archie menyipitkan matanya, sekarang dia yang menegakkan punggungnya agar bisa mengamati Ceyasa dengan seksama, wanita ini dari dulu memang menyebalkan.
__ADS_1
"Baiklah, Rain adalah rekan bisnisku di perusahaan, namun aku merasa dia bukan orang yang baik, karena itu saat tahu kau punya hubugan dengan Rain, aku sedikit khawatir dia menggunakanmu untuk menjatuhkan bisnisku, karena jika ada yang tahu tentang status hubungan kita sekarang, aku akan dalam bahaya besar, dan asal kau tahu, dia ingin mencari tahu tentang dirimu hingga mengirim orang ke desa Giovert, karena itu aku ingin tahu apa hubungan mu dengan dirinya?" kata Archie mencoba mengalah pada Ceyasa, kalau tidak, yang ada mereka bertengkar terus menerus sepanjang perjalanan ini.
Mendengar penjelasan Archie, Ceyasa tampak kaget dan tak percaya, dia bahkan menegakkan lagi tubuhnya sampai membuat Archie sedikit memundurkan tubuhnya.
"Benarkah?" kata Ceyasa tak percaya, Rain sampai melakukan hal itu? Ceyasa melihat ke arah Gerald, Gerald langsung mengangguk pelan, mengiyakan apa yang dikatakan oleh Archie.
Ceyasa dengan cepat dan dengan tingkahnya yang ‘grasak-grusuk’ mengambil ponselnya, dia langsung menghubungi seseorang, membuat Archie dan Gerald saling melempar pandangan.
"Halo? Halo Nadia, ini aku, Ceyasa," ujar Ceyasa langsung ketika panggilan itu diangkat, dia ingat betul nomor ponsel Nadia, dan mereka memang beberapa kali sudah berhubungan.
"Ya? ada apa?" kata Nadia kaget, dia baru saja bangun tidur.
"Ingat tentang masalah pria menyebalkan dan pria seram yang aku ceritakan," kata Ceyasa sedikit berbisik sambil menutupi mulutnya dengan tangannya, berusaha menutupi apa yang dibicarakannya.
"Iya, pangeran dan hujan, terserahlah, Pria seram itu mengirimkan orang untuk mencari tahu tentang aku ke desa, jadi jika ada orang yang mencari tahu tentang aku, katakan saja bahwa aku pergi ke ibu kota karena ingin bekerja, pokoknya jangan ada yang kau beritahu tentang hubunganku dengan pangeran," kata Ceyasa.
"Oh, ok, memangnya kenapa?" kata Nadia sedikit bingung.
"Pokoknya jangan, ini sangat rumit, kapan-kapan aku akan mengatakannya padamu, ok! Berjanjilah dengan hatimu, kalau tidak aku tidak akan menganggapmu sahabat lagi," Ancam Ceyasa.
"Baiklah, baik, aku akan berjanji, tapi jika aku ke sana, kau harus membawaku jalan-jalan ya dan bertemu dengan pangeran," kata Nadia lagi.
"He? Untuk apa bertemu dengan pria menyebalkan itu," kata Ceyasa melirik Archie yang duduk tenang memperhatikannya, mendengar itu Archie memiringkan sedikit kepalanya, seolah bertanya apa maksud wanita ini.
__ADS_1
"Pokoknya bawa aku bertemu dengannya," kata Nadia manja.
"Ah, sudah, awas jika kau ingkar janji," kata Ceyasa lagi.
"Iya, baik, kirim salam dengan pangeran ya," kata Nadia lagi, Ceyasa langsung mematikan panggilan itu. Archie hanya menatap dengan sabar pada Ceyasa, mencoba menahan diri walau kesalnya sudah di ubun-ubun, melihat Archie, Ceyasa sedikit tersenyum kikuk.
"Jadi, sudah ingin mengatakan apa hubunganmu dengan Rain?" ujar Archie pada Ceyasa, Ceyasa yang mendengar itu menjadi merasa bersalah, kalau benar gara-gara dia, Archie akan dalam bahaya besar, dia tidak akan bisa memaafkan dirinya, walaupun Archie orang yang sangat menyebalkan, namun bagaimana pun dia sudah menyelamatkan Ceyasa dari bibi dan pamannya.
"Dia mengatakan bahwa pria yang menolongku waktu itu dan memberikan gelang ini padaku adalah dia," kata Ceyasa menggunakan nada bersalahnya pada Archie, Archie yang mendengar itu hanya menatap Ceyasa, sedikit kaget dengan apa yang di dengarnya.
"Lalu?" kata Archie yang mencoba tenang, dia merasa ada yang tak beres setelah ini.
"Jadi dia ingin aku membalas budi padanya, katanya jika dia bisa menyelamatkan aku, dia juga bisa mengambil nyawaku kembali," adu Ceyasa yang mengingat kata-kata Rain yang kala itu sangat menakutkan untuknya. Archie dan Gerald yang mendengar hal itu langsung tak percaya, kembali saling melempar tatapan, Rain mengatakan hal itu pada Ceyasa, "Aku ragu dia tahu tentangmu, karena dia tidak menyinggung apapun tentang hal itu," ujar Ceyasa masih dengan nada bersalahnya.
"Lalu apa yang terjadi padamu beberapa hari yang lalu, kau ada bersamanya semalaman kan?" kata Archie lagi, tak bisa menahan rasa penasarannya.
"Oh, itu malam ulang tahunnya, jadi dia mau aku menemaninya, sudah seperti itu saja, kami tidak melakukan apa pun," kata Ceyasa enteng, karena memang itu yang dia lakukan.
"Kau menurut begitu saja padanya? Kenapa padaku kau begitu keras kepala tapi padanya kau benar-benar patuh? Dasar, wanita penggoda!" kata Archie kesal, padanya wanita ini begitu emosian, bahkan sedikit saja dia bisa membantah dan marah pada Archie, tapi hanya karena Rain sedang berulang tahun dan dia langsung dengan suka rela menemaninya semalaman? Apa jangan-jangan Ceyasa menyukai Rain, bukankah yang Ceyasa sukai adalah pria yang menyelamatkannya waktu itu, dan pria itu adalah Rain.
"Ha? Apa katamu! Kau pikir aku mau saja, dia mengancamku dan menculikku, aku sudah ingin kabur! Kalau tidak karena dia punya anjing begitu banyak dan 2 singa, aku sudah akan lari, kau ingin aku jadi makanan singa-singanya?" ujar Ceyasa lagi kesal, masa dia disamakan dengan wanita penggoda.
Archie terdiam mendengar kata-kata Ceyasa, membayangkan malam itu, pasti Ceyasa cukup takut mengingat peragai Rain yang sangat menyeramkan, apalagi melihat singa, benarkah pria itu punya singa? Archie merasa sedikit bersalah karna sudah mengatakan Ceyasa wanita penggoda.
__ADS_1
Gerald yang ada di samping mereka hanya berharap dia punya alat penyumbat telinga sekarang, karena adu suara ini mulai membuat telinganya sakit.