
Suri duduk di depan kanvas kosong di sebuah tempat yang biasanya dia gunakan sebagai studio lukisnya, biasanya dia bisa dengan mudah menuangkan semua imajinasinya di atas kanvas itu, membubuhkan warna-warna indah di atas warna putih yang kosong, namun hari ini dia hanya bisa menatapnya dengan matanya yang kosong.
Matanya yang indah sebenarnya menerawang jauh, dia sudah menunggu terus menunggu namun tak ada kabar sama sekali dari Archie, Suri semakin ragu tentang apa yang menjadi alasan Archie pergi dari sini, sepertinya bukan karena dia tidak siap untuk menjadi CEO perusahaan ayahnya, tapi apa? apa yang salah hingga membuat Archie harus pergi meninggalkannya? Dia terus mencari alasan dan alasan, tapi tak menemukannya, hal ini membuatnya semakin emosi meninggi dan frusatasi.
Palet cat yang ada di tangannya dilemparkannya ke lantai. Dia mengambil kanvas kosong dari easel (papan penjepit kanvas yang memiliki tiang) dan melemparkan kanvas itu hingga jauh tersobek dan terlempar jauh.
Dia benar-benar tak tahu apa yang merasukinya, namun dia benar-benar merasa frustasi dan butuh tempat untuk melampiaskannya karena menangis bukan lagi hal yang bisa membuatnya tenang.
"Bukankah seorang putri tak boleh melakukan hal seperti itu di sini?" Suara seorang pria mengema di ruang yang cukup besar dan kosong itu, Suri langung melihat ke asal suara, dia melihat Jared yang sedang berjalan ke arahnya dengan gayanya.
Suri langsung sadar dengan apa yang di lakukannya, dia buru-buru mengambil palet cat yang tadi di buangnya, kanvas yang sobek itu lalu diambil oleh Jared, Jared segera berjalan ke arah Suri dan meletakkannya kembali ke easel.
"Tidak perlu panik, ini hanya kita berdua, aku juga tidak akan melaporkanmu pada Ayah atau Ibumu tentang ini," kata Jared lagi dengan sorot matanya yang serius itu.
"Oh, terima kasih," kata Suri.
"Ehm, bagaimana jika kita keluar sebentar, di sini terlalu banyak aturan," kata Jared pada Suri.
"Ingin ke mana?" tanya Suri.
"Entahlah, kau ingin ke mana? aku akan menemaninya," kata Jared lagi.
"Aku sedang tidak ingin ke mana-mana," ujar Suri duduk di depan easelnya lagi, wajahnya yang biasanya terlihat ceria, sudah seminggu lebih terlihat muram, tanpa senyuman hanya mata sayu yang membengkak.
__ADS_1
"Sebenarnya aku diperintahkan Ayahmu untuk menghiburmu," kata Jared yang berdiri di samping Suri yang tampak diam.
"Benarkah?" kata Suri tak percaya.
"Ya, mungkin dia khawatir melihat keadaanmu yang begitu terpukul atas kepergian Archie," suara Jared yang berat itu mengaung diruangan itu.
"Apa aku terlihat semenyedihkan itu?" tanya Suri lagi.
"Sedikit, lebih banyak terlihat patah hati.”
Suri mendengar itu sedikit terkejut, jadi benar bahwa Jared sudah tahu hubungan Suri dengan Archie seperti halnya William, namun Jared sepertinya bukan orang yang akan memberitahukan hubugan ini kepada orang tuanya, atau jangan-jangan Archie pergi karena memang hubungan mereka sudah di ketahui.
"Apa kau tahu hubungan kami?" Suri mencoba untuk memastikan hal itu.
Suri yang tadi melirik Jared kembali membuang wajahnya, dia kira mungkin Jared melaporkan hal itu sehingga Archie melarikan diri.
"Dia meninggalkanku," kata Suri pelan dan lemah. Jared memperhatikan Suri yang hanya menunduk.
"Aku kira aku sudah mengatakannya tadi di sini terlalu banyak peraturan, jika ingin, ayo pergi keluar," kata Jared.
Suri melihat Jared lagi, ternyata maksud dari Jared mengajaknya keluar agar dia lebih leluasa untuk mengatakan semuanya.
"Baiklah," kata Suri.
__ADS_1
Jared mempersilakan Suri untuk berjalan duluan, sedangkan dia segera berjalan di belakangnya, Suri yang memperhatikan Jared yang berjalan di belakangnya hanya bisa terdiam, terasa sangat kaku karena dari dulu Suri tahu Jared adalah pria yang pendiam, selama mengenalnya Suri jarang sekali berbicara padanya, Suri bahkan masih tidak mengetahui sifat Jared, padahal mereka dari kecil sudah saling mengenal.
Mereka mengarah ke pintu utama, sebuah mobil Mercedes-AMG GT berwarna marun sudah terparkir di depan pintu utama itu, Suri berhenti dan Jared mendahuluinya, dia membukakan pintu mobil itu untuk Suri, Suri sedikit tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya. Jared menutup pintunya perlahan, setelah itu dia segera masuk dan mobil mereka keluar dari istana.
Suri dan Jared terlihat canggung, Suri tak tahu harus mengatakan apa pada Jared yang terlihat kaku, perjalanan ini terasa kaku.
"Kau ingin ke mana? " tanya Jared saat mobil mereka mulai masuk kawasan perkotaan.
"Entahlah, aku tidak tahu, aku hanya ingin ketempat yang sepi dan tenang," kata Suri.
"Baiklah, perjalanannya akan sedikit lama, kau boleh istirahat jika kau mau, lingkar matanya sangat cekung, pasti tidurmu tidak lelap," jelas Jared masih dengan nada datar.
Suri terdiam, dibalik sikapnya yang dingin bahkan tidak melihat Suri sedikit pun dari tadi, Jared ternyata tetap saja memperhatikannya, bahkan dia tahu lingkar matanya yang cekung dan benar, karena menunggu Archie memberikan kabar, Suri jadi tak bisa tidur tenang, dia takut jika Archie meneleponnya, dia malah tertidur.
"Tenang saja, aku akan membangunkanmu jika ada apa-apa, tidur lah," kata Jared menghidupkan audio di mobilnya lalu memasangkan lagu-lagu lembut pengantar tidur, Suri yang mendengar hal itu semakin mengerutkan dahinya, pria di sampingnya ini sekarang sebenarnya seperti apa sifatnya.
"Baiklah, terima kasih," kata Suri memposisikan tempat duduknya sedikit lebih rendah agar dia bisa lebih nyaman tidur, Jared hanya menaikkan sedikit sudut bibirnya sambil tetap fokus dengan jalan yang ada di depannya.
Mobil yang melaju dengan senjuknya udara di dalam mobil itu dan alunan suara yang begitu menenangkan langsung membuat Suri nyaman dan tak lama jatuh dalam tidurnya, saat Jared melihat Suri sudah tertidur, dia lalu memberhentikan sebentar mobilnya, mengambil sebuah selimut yang memang dia sediakan dan segera menyelimuti tubuh Suri, Jared menatap wajah Suri yang tampak lebih tenang, dia hanya bisa tersenyum sambil melajukan mobilnya.
Suri meringkuk mencari kehangatan pada tubuhnya sendiri, sedikit cahaya matahari menyilaukan matanya, dia membuka matanya perlahan yang terasa kesat, melihat ke arah jendela mobil yang sudah tidak bergerak lagi.
Suri melihat selimut putih yang melingkar di tubuhnya, terasa hangat di dalam mobil yang sangat dingin, semerbak wangi maskulin yang khas tercium dari selimut itu, dia segera terbangun melihat ke sekeliling mobil itu, Jared sudah tidak ada di kursi kemudinya. Suri duduk tegak, memperhatikan keadaan luar dengan seksama.
__ADS_1