Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
120 - Aku Ingin Dia Bekerja Untukku!


__ADS_3

Archie duduk di meja kerjanya, merasa kesal karena pagi ini dia sudah melihat Rain yang mulai beraktifitas di depan kantornya. Kenapa pamannya harus membuatnya ada di sana? Kalau begini bisa-bisa dia akan selalu kesal setiap paginya.


"Selamat pagi Bos!" ujar Gerald kembali menyapa Archie dengan semangatnya.


Gerald kembali melihat wajah Archie yang tak enak dilihat, dia mengendurkan bahunya, seolah sudah tahu bosnya akan menyambutnya dengan wajah seperti itu.


"Ada apa? masalah Suri lagi?" kata Gerald duduk di sofa depan meja Archie, ternyata walaupun berstatus pangeran, dengan wajah tampan bak artis, tak membuat orang terlepas dari kata ‘galau’ jika patah hati. Jika saya Gerald punya status seperti Archie dan wajahnya juga sesempurna pria ini, dia pasti akan mencari banyak wanita untuk mengobati rasa patah hatinya.


"Jangan merusak pagiku, Gerald," kata Archie menandatangani sesuatu yang di sodorkan Gerald tadi.


"Lalu kenapa?" kata Gerald lagi.


"Suasana di kantor ini sangat tidak nyaman sekarang, kapan perusahaan milik Rain selesai?" tanya Archie lagi.


"Aku melihat progresnya cukup baik, mungkin beberapa minggu dia sudah bisa pindah dari sini," ujar Gerald lagi.


"Aku ingin secepatnya dia pergi dari sini," kata Archie dengan wajah masamnya.


"Kenapa kau membencinya? Kita kolega, bukan saingan, oh, jangan-jangan karena dia juga tertarik dengan Ceyasa," canda Gerald menggoda Archie.


Archie menatap sahabatnya dengan tajam, Gerald yang melihat hal itu hanya senyum-senyum saja.


"Sudah ku bilang, kalau kau suka padanya, dekati saja dia, aku tak tertarik dengan wanita semacam itu," ujar Archie lagi, mulai merasa Gerald cukup menyebalkan, setiap bertemu dengannya, hanya mengatakan tetang Ceyasa.

__ADS_1


"Benarkah? jangan menyesal jika tiba-tiba ada orang lain yang akan mengambilnya darimu," ujar Gerald lagi melirik bosnya dengan tajam.


"Iya," ujar Archie seadanya, tak punya minat melanjutkannya, dan mulai sibuk membaca beberapa kontrak kerja sama perusahaan mereka.


"Baiklah, rapat sebentar lagi, ayo, kita ke sana duluan," ujar Gerald mengajak Archie, cukup santai jika mereka hanya berdua.


"Ok, sebentar," kata Archie menutup dokumen dan laptopnya, dia segera bangkit, memakai jasnya dan keluar dari kantronya.


Archie segera berjalan menuju ke arah lift khusus yang ada di sebelah ruangan pamannya, Gerald segera menekan tombol lift itu, dan menunggu lift itu untuk menuju ruangan rapat yang ada 2 lantai di bewah mereka.


Saat pintu lift itu terbuka, Archie sedikit terkejut, melihat Rain yang ada di dalam lift itu, Gerald yang melihat itu juga sedikit kaget, Archie menatap Rain yang segera keluar dari lift itu dengan senyuman ciri khasnya, tampak angkuh, ini bukannya lift khusus milik pamannya, bukanya ini hanya untuk keluarga?


"Oh, ingin bertanya kenapa aku menggunakan lift khusus ini?"ujar Rain yang seperti menangkap hal itu dalam wajah Archie.


Archie tak menjawab, cukup terkejut Rain punya kemampuan membaca pikirannya.


Dengan wajah dinginnya dan tanpa mengatakan apa pun pada Rain, Archie masuk ke dalam lift yang dari tadi ditahan oleh Gerald agar tetap terbuka, Rain yang melihat hal seperti itu hanya menunjukkan senyum sinisnya.


Archie terus menggertakkan giginya, merasa sangat kesal, kenapa pamannya begitu baik pada Rain, apa karena sekarang Rain adalah investor besar untuk perusahannya, tapi memberikan segalanya yang ada di kantor ini untuk Rain, rasanya terlalu berlebihan.


"Tuan, pesawat ke desa Giovert baru ada besok," ucap Asisten Qie yang tak sadar bahwa lift yang ditumpangi oleh Archie dan Gerald belum tertutup sempurna, mendengar itu Archie yang tadinya menahan kesal jadi kaget, dia segera menekan tombol lift untuk membuka pintu lebih lama.


"Baiklah, kabari aku segera, malam ini aku mau Ceyasa datang lagi, dan keluarkan dia dari pekerjaan itu, aku mau dia hanya bekerja untukku," ujar Rain yang juga tak sadar Archie masih di sana.

__ADS_1


"Baik Tuan," ujar Asisten Qie, setelah itu Rain dan Asisten Qie pergi meninggalkan tempat itu.


Archie masih terdiam, terus menekan tombol pintu itu dan mencoba menganalisa apa kata-kata Rain.


"Apa maksudnya dia ingin Ceyasa datang padanya malam ini lagi?" ujar Archie melepas tangannya dari tombol itu, lalu menatap ke arah Gerald yang juga cukup kaget mendengarkan kata-kata Asisten Qie dan Rain.


"Kemungkinan Ceyasa pernah datang padanya malam hari," ujar Gerald, Archie juga merasa itulah arti kata-katanya, namun dia butuh orang untuk menegaskan hal itu.


"Bagaimana bisa? Apa kata pera penjaga? kenapa tidak ada yang melaporkan tentang hal ini padaku?" kata Archie sedikit dengan nada tinggi pada Gerald, Gerald yang melihat tatapan mata Archie yang tajam dan serius langsung mengambil ponselnya.


"Tidak ada laporan sama sekali," ujar Gerald memerikasa ponselnya.


"Hubungi mereka sekarang juga, aku ingin tahu apa yang mereka kerjakan selama ini?" ujar Archie yang juga mengambil ponselnya.


Gerald segera menghubungi 2 penjaga yang sengaja dia kirimkan untuk menjaga Ceyasa, namun nomor telepon mereka tidak aktif, Gerald semakin cemas karenanya, ada apa ini sebenarnya, jika Archie tahu, dia pasti sangat marah.


Archie segera memeriksa tentang CCTV di rumah Ceyasa, memeriksa kapan kira-kira ada malam yang mencurigakan? Karena kesibukan dan juga beberapa hal, dia tak pernah memeriksa CCTV rumah Ceyasa lagi, dia memutar rekaman CCTV beberapa hari yang lalu, dan mendapatkan bahwa ada perkelahian di depan rumah Ceyasa, Archie kembali mengertakkan giginya.


"Apa ini penjaga kita?" kata Archie menunjukkan pada Gerald.


Gerald melihat rekaman itu dan matanya langsung membesar, melihat para penjaga yang dia kirim disetrum hingga pingsan dan segera dibawa menggunakan sebuah mobil van hitam pada malam hari, jadi ini alasannya kenapa beberapa hari ini para penjaganya tak melapor sama sekali.


Gerald pikir keadaan memang sudah membaik, karena mereka melapor bahwa semuanya aman terkendali, bahkan orang-orang yang menjaga dan mencurigakan pun sudah tak terlihat lagi, Gerald terkecoh oleh itu.

__ADS_1


"Ya, mereka penjaga kita," ujar Gerald sedikit tak enak melihat Archie yang matanya sudah memerah marah.


"Aku ingin kau menyelediki semuanya secepatnya, cari di mana Ceyasa sekarang, aku mau semua sudah ada saat aku selesai rapat ini dan kosongkan jadwalku setelahnya," ujar Archie menatap tajam dan serius pada Gerald, Gerald yang melihat hal itu langsung mengangguk, tak bisa main-main jika Archie sudah mengeluarkan tatapannya yang mengerikan itu.


__ADS_2