Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
96 - Benarkah Seperti Itu?


__ADS_3

Mobil Jared memasuki wilayah parkir rumah sakit paling dekat dari rumah mereka, Jared kembali turun duluan dan membukakan pintu untuk bibinya, lalu berputar dan membukakan pintu untuk Siena, Siena yang awalnya memang ingin membukakan pintu langsung sedikit terkejut melihat Jared, Jared sedikit menaikkan sudut bibirnya, memberikan sedikit salam hangat untuk sepupu barunya.


Setelah itu mereka segera berjalan masuk ke dalam rumah sakit, Jared segera berjalan ke tempat informasi.


"Saya ingin tahu pasien atas nama Sania, dia baru saja di bawa ke sini dengan ambulans," ujar Jared.


"Baik Tuan, kami akan mencarinya dulu," ujar petugas di sana.


"Terima kasih, " ujar Jared lagi sambil melihat petugas itu mencari daftar pasien yang baru masuk.


"Nona Sania sudah dimasukkan ke ruangan VVIP permata 3, Anda tinggal masuk lurus ke arah lift,  ruangan VVIP permata 3 ada di lantai 6," ujar Petugas itu menunjukkan jalannya.


"Terima kasih," ujar Jared lagi, dia lalu melihat ke arah bibinya dan Siena, dia mengangguk agar membuat keduanya mengikutinya.


Mereka segera menuju ke arah yang di tujukan oleh petugas tadi, setelah masuk ke dalam lift, mereka langsung menuju ke ruang lantai 6. Siena tampak sedikit tegang, hal itu terlihat dari caranya mengenggam tangannya sendiri, terlihat begitu erat.


Pintu lift itu terbuka, menujukkan ruangan yang luas dan sepi, bau cairan disinfektan menyeruak di antara lorong-lorong ruangan-ruangan di rumah sakit itu, kesejukkannya juga seolah menyambut mereka, Jared mengamati keadaan lantai itu, dia lalu menemukan sosok pamannya yang berdiri di sana sendirian. Aurora yang melihat suaminya langsung berjalan menuju ke sana.


"Ayo, itu ayahmu, " ujar Jared ramah, melihat Siena yang masih tegang,


"Iya, " kata Siena meleparkan senyuman sungkan seolah mengatakan terima kasih, Jared membalasnya seadannya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanya?" tanya Aurora saat dia sudah mendekat ke arah Jofan, membuat Jofan langsung mengalihkan pandangannya ke arah Aurora, Jofan yang terlihat bersender di dinding langsung menegakkan tubuhnya.


"Dia baru saja dipindahkan ke dalam,  keadaannya masih harus dipantau secara intensif, Dokter Elly sedang memantau keadaannya sebentar," kata Jofan tampak lebih tenang dari pada yang tadi, dia lalu melirik ke arah anaknya yang mendekatinya perlahan.


"Apa mereka katakan ibu akan baik-baik saja?" tanya Siena lagi dengan wajah khawatir.


Jofan terdiam sebentar, dia tak tahu keadaan Sania akan baik-baik saja atau tidak, apakah dengan kembali seperti semula adalah tanda Sania baik-baik saja?


"Ibu akan baik-baik saja, ayah akan pastikan itu," kata Jofan begitu tegas, mencoba menenangkan hati anaknya, Siena hanya diam, tidak merespon kata-kata ayahnya.


Tak lama Dokter Elly keluar dari ruangan Sania, Jofan langsung menatapnya dengan tatapan menuntut jawaban, Aurora dan Siena pun begitu.


"Bagaimana keadaannya? " tanya Jofan langsung


"Terima kasih," kata Jofan. Dia lalu membuka pintu kamar Sania, mempersilakan kedua wanita yang sekarang ada di hatinya untuk masuk duluan, Jared pun masuk ke dalam, Jofan yang terakhir ingin masuk, namun Dokter Elly langsung menegurnya.


"Tuan Jofan," tegur Dokter Elly dengan suara sedikit lemah.


Jofan yang awalnya hendak ingin masuk langsung menghentikan langkahnya, dia lalu menatap ke arah Dokter Elly, dari amatan wajahnya, seperti ada yang ingin dikatakan oleh Dokter Elly pada Jofan, juga ada keraguan dan keseganan.


"Ya? ada apa?" tanya Jofan dengan suara yang mengeluarkan kharismanya.

__ADS_1


"Ada yang harus aku bicarakan, bisakah kita bicara sebentar," kata Dokter Elly terlihat sungkan.


"Baiklah, " ujar Jofan yang mengerutkan dahinya.


Dokter Elly memulai langkahnya, Jofan mengikutinya di samping, Dokter Elly tampak bingung harus memulai dari mana, namun dia sudah lama sekali ingin mengatakan hal ini, selama 5 tahun dia sudah merawat Sania, dia yang menyambung napas demi napas Sania, tapi semakin lama dia merawat Sania, dia semakin kasihan melihat keadaannya, dia merasa bersalah jika terus saja melakukan hal ini.


"Ada apa dokter Elly? Anda bisa mengatakannya pada saya," ujar Jofan lagi, mencoba membuka informasi yang ingin di sampaikan oleh dokter Elly.


"Tuan, Nona Sania sudah dalam keadaan koma selama 23 tahun, selama itu pula Nona Sania tidak bisa melakukan apapun, yang tertinggal dari tubuhnya hanya napas dan detak jantung, selainnya tidak ada lagi, " ujar Dokter Elly, Jofan mencoba mendengarkan dengan seksama, tak ingin kehilangan apa pun yang dikatakan oleh Dokter Elly.


"Lalu?" kata Jofan lagi.


"Itu waktu yang sudah terlalu lama, Anda bisa lihat, bahkan seluruh tubuhnya sudah tidak berbentuk normal, Tuan …." ujar Dokter Elly menghentikan langkahnya, mencoba menatap ke arah Jofan, Jofan yang melihat Dokter Elly berhenti juga segera menghentikan langkahnya, "aku rasa ini saatnya kita membiarkan Nona Sania menentukan takdirnya," Harap Dokter Elly pada Jofan.


Jofan sedikit menunjukkan wajah kagetnya mendengar permintaan Dokter Elly, apa maksudnya ini?


"Apa maksud Anda?" tanya Jofan sedikit meninggi suaranya.


"Aku tidak bermaksud apa-apa, sebagai dokter itu memang sudah tugas saya membuat Nona Sania tetap hidup, tapi apakah Anda tidak kasihan melihatnya, 23 tahun sudah tak terhitung berapa banyak dia mengalami kolaps, kembali dipertahankan untuk hidup, berapa kali sudah dadanya harus di pompa, apakah Anda yakin, dia masih ingin hidup?" tanya Dokter Elly, tak peduli lagi, dia hanya tak tahan melihat penderitaan Sania.


"Dia pasti ingin hidup, Anda tak berhak mengatakan hal itu, dia masih punya aku dan anaknya, suatu hari dia akan sadar, jika Anda tidak sanggup lagi melakukan tugas Anda, Anda boleh berhenti," ujar Jofan, dari matanya tampak kemarahan namun mencoba untuk menahan diri karena dia tahu Dokter Elly sudah begitu lama merawat Sania, tapi perkataan Dokter Elly benar-benar menusuk hatinya.

__ADS_1


"Jika pun Nona Sania berhasil bangun, seperti yang aku katakan pada Anda, tak ada lagi di tubuhnya yang bisa berfungsi normal, semua anggota geraknya sudah mengecil, bahkan ototnya sudah lemah, jika Nona Sania bangun, dia bahkan akan kesusahan untuk menggerakkan tangannya, apakah Anda tega melihatnya bangun namun juga hanya bisa berbaring?" tanya Dokter Elly lagi menatap wajah Jofan dengan sedikit wajah tegas, mencoba mengatakan yang sebenarnya.


Jofan terdiam mendengar penjelasan Dokter Elly, apakah benar akan seperti itu?


__ADS_2