Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
84 - Kenapa tidak boleh?


__ADS_3

Angga baru saja turun dari mobilnya, tiupan angin yang cukup kencang langsung menyambut dirinya, para penjaga gerbang istana utama segera memberikan salam padanya, Asisten Lin segera memberikan pengumuman atas kepulangannya setelah pintu gerbang itu mulai terbuka.


Angga segera bisa melihat sosok istrinya yang berdiri dengan anggun menyambutnya, namun kali ini senyumnnya tak selepas biasanya, Angga sedikit mengerutkan dahinya, berhenti di depan Bella.


"Selamat datang, apakah kau lelah?" tanya Bella segera.


"Tidak, ada apa? kenapa terlihat cemas?" ujar Angga dengan lembut, setelah puluhan tahun menikah, kehangatan cintanya tak pernah berubah.


"Aku memang sangat mengerti diriku," ujar Bella yang membantu suaminya membuka jasnya.


"Jangan menggoda, katakan saja, ada apa?" ujar Angga lagi.


"Tentang Suri," kata Bella lagi, Angga melirik istrinya, sepertinya di otaknya sudah tahu apa yang terjadi.


"Kenapa lagi dengannya?"


"Dia sudah menunggumu dari tadi siang, sepertinya kau akan menerima kemarahan anakmu, " ujar Bella melirik suaminya dengan wajah cemas.


"Baiklah, dimana dia sekarang?" tanya Angga lembut, dia hanya bisa tahluk dengan dua wanita ini.


"Di ruang kerjamu, dia terus memaksa untuk menyuruhmu pulang, anakmu itu keras kepala sekali," ujar Bella memegangi kepalanya.

__ADS_1


"Bukannya itu keturunan langsung dari ibunya? " ujar Angga menggoda istrinya yang terlihat begitu pusing. Bella melirik suaminya yang tersenyum manis, memperlihatkan lesung pipinya, masih semanis saat pertama Bella melihatnya.


"Yang Mulia, jangan coba-coba merayuku ya," ujar Bella sambil sedikit tersenyum kecil, tetap saja suka dengan godaan garing dari suaminya setelah sekian lama. Melihat itu Angga sedikit gemas, dia melingkarkan tangannya ke pundak istrinya, menariknya masuk dalam pelukkannya sambil mereka berjalan berdua menuju ruang kerja Angga.


"Aku rasa kita harus memberitahu Suri tentang yang sebenarnya, tadi siang Archie memintaku untuk melakukannya," ujar Angga melihat wajah cantik istrinya yang tertimpa cahaya lampu kuning yang ada di istana itu.


"Benarkah? dia memintamu seperti itu? jadi kau akan menjelaskannya pada Suri," tanya Bella yang kaget, masih banyak bicara seperti dulu. Angga hanya mengangguk.


"Tapi, bagaimana jika Suri tidak menerimanya dan dia marah pada kita," ujar Bella terlihat cukup cemas.


"Itu sudah menjadi konsekuensi kita, Archie benar, dia berhak tahu yang sebenarnya, dan aku rasa seharusnya kita mengatakannya dari awal, mudah-mudahan dia mengerti," ujar Angga yang cukup terdengar bijak. Bella menggigit bibirnya sejenak, mencoba untuk menerimanya, walaupun belum siap.


"Selamat malam Tuan Putri," ujar Angga sedikit memberikan salam pada anaknya yang masih memandanganya dengan tatapan marah.


"Papa! Aku tidak ingin bermain-main," ujar Suri pada ayahnya, semarah apapun, terdengar sangat manja bagi Angga. Suri segera mendatangi ayahnya, menatap Angga dengan sorot mata tajam, tapi malah menggemaskan.


"Baiklah, Papa akan mendengar apa yang ingin kau katakan? Mama bilang kau sudah menunggu Papa seharian," ujar Angga duduk di salah satu sofa di sana,


"Benar! Papa, kenapa aku tidak boleh pergi ke istana pangeran, kata penjaga Papa membuat peraturan, aku tidak boleh kesana, mereka menahanku, semua akses ke istana pangeran di tutup! Papa harus menjelaskan padaku kenapa? aku tidak suka Papa melarang aku melakukan hal seperti itu, apa salahnya jika aku pergi kesana! Papa jahat!" ujar Suri meluapkan kemarahannya, Angga tampak menanggapi kata-kata anaknya, memandang Suri agar dia merasa marahnya diterima.


"Sudah?" tanya Angga.

__ADS_1


"Sudah," ujar Suri melipat tangannya di depan Angga. Bella hanya diam saja pertengkaran ini, sebenarnya lebih tepatnya kemarahan Suri, karena Angga begitu tahu cara menangani anaknya yang sedang marah, sama seperti menanganinya jika marah.


"Papa memang membuat peraturan bahwa kau tidak boleh ke istana pangeran, begitu juga Archie, dia dilarang untuk datang ke istana utama, dan alasannya cuma satu, Papa tidak ingin kau bertemu dengan Archie, " ujar Angga perlahan agar anaknya bisa dengan jelas mengerti apa maksudnya. Angga belajar bagaimana harus menangani kemarahan seorang wanita, tak boleh menggunakan nada keras, karena akhirnya mereka tidak akan mengerti juga.


Suri seketika mengerutkan dahinya, matanya membesar mendengar perkataan ayahnya, ayahnya melarang dia bertemu dengan Archie?


"Kenapa?" tanya Suri yang tidak ingin lagi bertingkah manja pada ayahnya.


"Karena, Papa sudah tahu yang sebenarnya tentang hubungan kalian, dan Papa ingin mengatakan bahwa, Papa tidak bisa membiarkan kau dan Archie memiliki hubungan seperti itu," kata Angga lembut namun juga memiliki kesan tegas.


Suri semakin kaget, dia tidak percaya apa yang didengarkan olehnya, ayahnya sudah mengetahui hubungannya dengan Archie? Suri yang awalnya menatap Angga dengan tidak percaya, lalu menatap kepada Bella, Bella yang ditatap anaknya yang seolah dia menuntut jawab pun hanya bisa mengangguk pelan.


"Apa Papa dan Mama sudah tahu semuanya? Apa Kak Archie juga pergi karena ini? Kalian menyuruhnya pergi?" tanya Suri dengan nada antara tak percaya, bingung, kaget dan sedikit histeris, dia bahkan mundur beberapa langkah menjauhi orang tuanya. Sekarang seolah semuanya masuk akal.


Dia hanya tak bisa menyangka, kenapa orang tuanya tega melakukan hal ini padanya, kenapa tidak mengatakannya dari dulu saja? membuat Suri harus menderita, ditinggal saat semuanya berjalan dengan sangat indah itu sangat menyakitkan, menebak-nebak apa alasan Archie pergi membuat setiap kali dia membuka mata rasanya dia ingin jadi gila, mencari seluruh hal yang mungkin namun tak ada yang benar-bener bisa membuat Archie pergi darinya, dan sekarang dia tahu, pasti kedua orang tuanya yang membuatnya seperti itu.


"Bukan, tentang kepergian Archie, kami juga sama kagetnya dengan dirimu, tapi memang dia sudah tahu semua hal ini, Ibu yang mengatakan pada Archie sebelumnya, bahwa kalian tidak mungkin bisa melanjutkan hubungan kalian berdua?" kata Bella selembut mungkin, sekali lagi mencoba menjadi penengah antara suaminya dan anaknya.


Mata Suri sudah berkaca-kaca, hidungnya yang mulai memerah menandakan dia mencoba menahan tangisnya, pandangannya yang awalnya kosong, kembali menatap Bella, dia sedikit menggelengkan kepalanya, kenyataan ini membuatnya serasa seperti mimpi, apakah dia bermimipi?


"Tidak? kenapa tidak boleh? aku dan Kak Archie begitu mencintai, sama seperti Mama dan Papa, Mama sering bercerita betapa sulitnya hidup tanpa Papa, apa Mama tidak akan merasa aku juga akan seperti itu?" tanya Suri, suaranya meninggi membuat gema di ruangan kerja Angga, Bella sedikit kaget dengan nada suara anaknya, Suri tak pernah begitu emosional seperti ini selain saat tahu Archie pergi dari sini, Angga mencoba menahan diri, bukan saatnya untuk dia yang menjawab.

__ADS_1


__ADS_2