
"Ayahku, menikahi Ratu Bella?" kata Archie tak menyangka.
"Ya, Ratu Bella adalah Putri Alexandrite dari ayahmu, mereka menikah, namun Putri Bella dinyatakan meninggal dimalam pernikahan mereka karena tenggelam, dan tiba-tiba dia muncul dan menikah dengan Raja Angga dengan nama Mika," kata Gerald memberitahukan apa yang dia baca semalam, dia bahkan sampai syok mengetahuinya.
"Mika?" kata Archie bertambah kaget, "Mika, bukankah dia ibuku?" kata Archie yang beberapa kali diberitahu oleh Papa dan Ibu angkatnya bahwa ibu kandungnya bernama Mika.
"Benar, Ibu kandungmu dulu adalah tunangan Raja Angga, jadi dengan kata lain, sepertinya mereka bertukar pasangan," kata Gerald lagi.
"Ayahku menghamili ibuku yang adalah tunangan Paman Angga, dan Paman Angga menikahi mantan istri ayahku?" kata Archie menganalisa semua yang diberitahukan oleh Gerald.
"Benar, jadi saat itu sepertinya ayahmu ingin mengambil kembali Ratu Bella dari Raja Angga, sehingga dia beberapa kali menculik dan juga hampir membunuh Raja Angga, di sini di katakan hampir 3 kali dia ingin membunuh Raja Angga, dan sebelum dia meninggal, dia hampir menyebabkan kematian Suri, bahkan dia pernah menculikmu dari Papa dan Ibumu," kata Gerald memberikan berkas yang menunjukkan hal itu.
"Bagaimana Ayahku bisa meninggal?" kata Archie melihat ke arah berkas yang cukup tebal itu.
"Tidak ada catatan tentang hal itu, hanya saja Jendral Indra adalah kolega paling dekat dengan Presiden Jofan, dia bahkan lebih aktif dari pada wakil presiden Tuan Jofan, bisa di bilang dia adalah orang kepercayaan keluarga mereka, dan sepertinya ini bisa menjelaskan kenapa Tuan Jofan tidak pernah bisa baik padamu," kata Gerald memperlihatkan berkas yang menunjukkan hal itu.
Archie membacanya sesaat, melihatnya dengan kerutan yang dalam, melihat semua dengan seksama, tiba-tiiba kepalanya menjadi sangat berat.
"Siapa Sania?" tanya Archie melihat ke arah Gerald, melihat sebuah foto wanita di sebuah ranjang rumah sakit dengan luka parah di kepalanya, dan luka yang begitu banyak di seluruh tubuhnya, bahkan melihatnya saja miris.
"Dia kekasih ayahmu," kata Gerald. Archie memandang Gerald dengan tak percaya, dia bahkan meleparkan berkas itu kembali ke atas meja.
"Jangan katakan dia …. " kata Archie melihat Gerald.
"Ya, ayahmu yang melakukan itu semua padanya, dia dituduh melakukan rencana pembunuhan pada pangeran, hukumannya adalah hukum mati, namun sebelum dibunuh dia di siksa dan sepertinya Tuan Jofan menolongnya dan aku rasa mereka memiliki hubungan, tapi setelah itu sepertinya beberapa berkas hilang, aku tidak tahu kelanjutannya," kata Gerald menatap Archie yang tampak syok.
__ADS_1
Archie menatap semua tulisan yang berjejer penuh, membuat kepalanya pun seketika pusing melihatnya, pantas saja kenapa mereka begitu membenci ayahnya bahkan berimbas kepada dirinya, perlakuan ayahnya begitu kejam, dulu dia pikir perlakuan ayahnya yang paling parah adalah menghamili ibunya dan menyebabkannya hingga bunuh diri, tapi ternyata pria itu benar-benar hina, karena dirinya lah sekarang hidupnya benar-benar harus penuh perjuangan. Dan pantaslah Jofan tak pernah bisa menerimannya, ayahnya sudah menyiksa wanitanya sebegitu parahnya.
"Lalu apa hubungannya dengan Ceyasa?" kata Archie.
"Aku tidak tahu, aku sudah menggunakan lencana itu untuk mendapatkan semua catatan tentang Jendral Indra, namun tak satu pun tentang penyelamatan Ceyasa atau gadis kecil, aku rasa jika memang dia yang melakukannya, maka itu misi yang sangat rahasia atau bisa saja dibilang tidak pernah terjadi," kata Gerald.
"Kenapa bisa begitu? Lalu di mana Jendral Indra?" kata Archie mengerutkan dahinya, kenapa malah bagian intinya tidak ada sama sekali.
"Entahlah, mungkin menjaga rahasia yang sangat rahasia, sayangnya Jendral Indra sekarang sudah meninggal dunia," kata Gerald dengan wajah yang tampak tak puas.
"Dia sudah meninggal?" kata Archie yang tak habis pikir, jalan mereka buntu kembali.
"Dia diserang oleh kelompok pembunuh bayaran saat dia pulang ke rumah, padahal dia sudah pensiun," kata Gerald lagi memegang kepalanya, terasa sangat rumit.
"Jendral Indra tak punya keluarga hingga ujung hayatnya, tidak ada laporan pernikahan atau memiliki keturuanan," kata Gerald.
"Anak diluar nikah?" kata Archie.
"Kalau itu tidak mungkin tercatat, kita harus berbicara dengan seseorang yang paling dekat dengan dirinya selama dia masih hidup," kata Gerald yang sebenarnya asal keluar saja tapi langsung membuat Archie langsung membuka mata lebar-lebar.
"Ajudannya, lihat siapa ajudannya selama ini, jendral sepertinya pasti memiliki ajudan pribadi yang paling dekat dengannya," kata Archie.
"Benar! Kenapa tak terpikirkan olehku, Ajudannya yang paling lama dengannya dan selalu bersama adalah Ya, Ferdinan," kata Gerald menunjukkan sebuah berkas pada Archie.
"Aku ingin kau mencarinya sekarang dan segera laporkan apapun tentang hal itu, aku ingin tahu sebenarnya, kenapa Jendral Indra hingga turun tangan hanya untuk menyelamatkan Ceyasa dan apa masalahnya dengan ibu Rain?" kata Archie lagi dengan wajah yang tampak sangat keras berpikir, dia benar-benar penasaran siapa istrinya sebenarnya?
__ADS_1
"Baiklah, aku juga sedang mencari waktu untuk menyerahkan video hipnosis Ceyasa pada Yang Mulia Raja," kata Gerald yang bertambah lagi pekerjaannya.
"Ehm, kirimkan padaku videonya, aku ingin melihatnya juga nanti," kata Archie pada Gerald.
"Baiklah," kata Gerald segera membereskan semua berkas yang ada di atas menja Archie, Archie yang tadinya ingin mulai berpikir tentang semua hal ini, tiba-tiba terusik dengan panggilan teleponnya, nomor pamannya terpampang di sana, Archie segera mengerutkan dahinya, tidak biasanya Angga meneleponnya langsung.
"Halo, paman," kata Archie segera mengangkat teleponnya.
"Archie, aku ingin kau datang kemari rumah sakit secepatnya," kata Angga terasa buru-buru.
"Apa Suri kembali kumat?" tanya Archie mengerutkan dahinya, bukankah kemarin dia sudah menyerahkan cukup darahnya untuk Suri?
"Tidak, namun masih ada kaitananya dengan Suri dan penyakitnya, bisakah kau datang sekarang?" pinta Angga lagi, tumben sekali pamannya ini berbicara cukup banyak padanya, apalagi sampai seperti ini, ini pasti hal yang sangat mengkhawatirkan.
"Baiklah," kata Archie segera berdiri, dia menyambar jas yang tergantung di dekatnya, panggilan itu dimatikan oleh Angga.
"Ada apa?" kata Gerald yang bingung Archie tampak buru-buru.
"Siapkan mobil, kita harus kembali ke rumah sakit lagi," kata Archie sambil memakai jasnya dan membetulkannya.
"Suri kritis lagi?" tanya Gerald bingung, banyak sekali masalah akhir-akhir ini.
"Tidak, tapi paman ingin berbicara, jadi siapkan mobilnya cepat," kata Archie.
"Ok," kata Gerald segera, dia mendahului Archie untuk keluar, dan Archie segera keluar dari sana, segera menuju ke rumah sakit dengan bertanya-tanya apalagi yang terjadi.
__ADS_1