Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
150 - (C-G) Aku Ingin Tahu Tentang Hidupmu


__ADS_3

"Duduklah," kata Gerald yang sudah mendahului duduk di salah satu sofa di sana.


"Oh, iya," kata Ceyasa yang masih terpaku, Ceyasa segera duduk di depan Gerald.


"Ceyasa, maaf jika aku lancang tentang ini, tapi bolehkah aku tahu, bagaimana dengan kehidupanmu" tanya Gerald yang merasa sangat penasaran, dia sudah mencari tahu tentang kehidupan Ceyasa, namun semuanya tampak sangat biasa saja, tapi kenapa? seorang Rain begitu terobsesi dengannya.


"Aku?" kata Ceyasa bingung, kenapa malah dia? Bukannya Gerald menyuruhnya ke sini untuk bicara tentang Archie.


"Ya," kata Gerald singkat, wajahnya tampak sangat serius, membuat Ceyasa tak berani untuk menolak.


"Kehidupanku biasa saja, aku lahir di desa itu tumbuh besar juga di sana, ibuku meninggal setelah melahirkanku, sedangkan ayahku meninggal sebelum aku lahir, aku di besarkan oleh paman bibiku, sudah seperti itu saja," kata Ceyasa mengingat-ingat masa kecilnya, sepertinya memang seperti itu saja, tak ada yang aneh apalagi spesial.


"Tidak ada sesuatu, misalnya ayahmu adalah seorang yang penting, atau ibumu adalah putri dari seseorang yang punya kedudukan, atau bagaimana begitu?"  tanya Gerald seolah sedang menginterview Ceyasa, Gerald merasa tak puas, dia merasa apa yang dia cari dengan apa yang diceritakan oleh Ceyasa tadi sama saja.


"Tidak, ayahku seorang nelayan, ibuku juga ibu rumah tangga, mereka bilang ayahku tewas karena kecelakaan saat bekerja, saat itu ibuku sedang mengandungku 7 bulan, ibu menjadi stress karena kematian ayah, dan saat melahirkan aku, dia menjadi lemah dan meninggal, itu semua yang aku tahu," kata Ceyasa lagi seolah menjelaskan hal itu bukan hal yang menyedihkan, lagi pula untuk apa dia sedih, bagaimana pun dia sedih, hal itu sudah menjadi takdirnya.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana kau bisa bertemu dengan Tuan Rain dan apa hubungan kalian?" tanya Gerald lagi, mencoba mencari informasi lebih.


"Ehm, saat itu aku sendiri, aku hampir mati karena terserang penyakit yang bahkan dokter tak tahu kenapa, tak ada yang menolongku saat itu hingaa aku jatuh pingsan dan tiba-tiba saat aku bangun, aku sudah ada di rumah sakit, dan saat itu, ditanganku ada sebuah gelang, aku awalnya berpikir Nathan yang menolongku, karena saat aku bangun Nathanlah yang ada di sana, tapi saat bertemu dengan Rain, dia mengatakan bahwa gelang ini adalah milik ibunya, dan dia yang menolongku, aku juga tidak tahu bagaimana dia menolongku, aku bahkan terlalu lemah untuk mengetahui siapa yang menolongku, tapi sepertinya dia tidak tulus, buktinya dia ingin aku bekerja untuknya agar membalas budi padanya," kata Ceyasa sedikit menerawang, wajahnya berubah sedikit takut namun juga kesal karena tingkah Rain.


Gerald mendengarkan itu hanya mengerutkan dahi, tak ada yang spesial, kenapa Rain begitu terobsesi, satu-satunya hal yang terlintas pada pikiran Gerald adalah pasti Rain punya perasaan tertentu pada Ceyasa, mungkin dia terlalu mencintai Ceyasa hingga ingin memiliki wanita ini, dan dia ingin Ceyasa hanya padanya, namun heran juga, seseorang seperti Rain yang sangat perfeksionis dan angkuh, ternyata memiliki tipe wanita seperti Ceyasa ini. Saat memikirkan hal itu, Gerald memandang Ceyasa dari atas sampai bawah, membuat Ceyasa langsung risih karenanya.


"Memangnya kenapa?" tanya Ceyasa yang makin penasaran, kenapa Gerald harus tahu tentang dirinya, dia semakin yakin, jangan-jangan masalah Archie ada hubungannya antara dia dan Rain.


Gerald yang sedang menganalisa dan mencari-cari alasan yang tepat tentang alasan yang masuk akal untuk Rain menginginkan Ceyasa langsung segera kembali fokus pada Ceyasa yang bertanya padanya, Gerald memandang wajah Ceyasa yang tampak sangat penasaran.


"Tadi pagi seharusnya Rain menandatangi surat kontrak untuk memberikan investasi pada perusahaan yang sekarang dipimpin oleh Archie, namun saat dia ingin menandatanginya, Rain menaikkan investasinya dengan jumlah yang fantastis, tapi dia memiliki syarat," kata Gerald mulai bercerita, Ceyasa yang mendengar itu hanya memandang Gerald dengan sangat serius, bahkan berkedip pun dia enggan.


"Dia akan memberikan uang sebesar 3 Trilliun ke perusahaan Archie, tapi dengan satu syarat, dia ingin Archie menyerahkan dirimu pada Rain, Rain juga memastikan untuk tidak mengusik Archie dan membeberkan hubungan kalian, " kata Gerald lagi, sedikit pusing kepalanya ketika mengingat kejadian tadi pagi.


Ceyasa kaget, 3 Trilliun? hanya untuk menyerahkan dirinya? Ada apa dengan Rain itu? kenapa Rain sangat menginginkan dirinya?

__ADS_1


"Lalu?" kata Ceyasa, dalam hatinya sudah timbul rasa tak enak.


"Archie menolak tawaran itu, dia menolak investasi besar demi menjagamu, karena hal itu dia tadi dipanggil oleh Raja Angga, aku tidak tahu apa yang mereka katakan, namun Raja Angga mengatakan agar Archie tidak perlu ke perusahaan hari ini," kata Gerald lagi sedikit kesal, kenapa harus seperti ini, tak menyangka pula Raja Angga bisa tak sepengertian ini pada Archie.


"Apakah itu tandanya?" tanya Ceyasa yang merasa sangat tak enak.


"Ya, kemungkinan besar Raja Angga kecewa dan pelarangan ini menandakan Archie sudah tidak dipercaya untuk meneruskan perusahaan Hexan Corp." ujar Gerald lagi bertambah kesal.


Ceyasa terdiam, mulutnya seketika terkatup terkunci, tak tahu harus mengatakan apa, untuk dia Archie sampai melakukan hal itu dan hasilnya adalah dia tak lagi dipercaya, bagaimana bisa Archie melakukan hal seperti itu untuknya, bahkan dia tak pantas untuk disandingkan dengan uang 3 Trilliun, apa lagi harus mempertaruhkan kedudukannya di perusahaan, apa yang sudah dilakukan oleh Archie untuknya, dia … Pria itu berkorban begitu banyak untuknya, Ceyasa merasa benar-benar tak enak untuknya. Entah kenapa perasaan Ceyasa menjadi sakit karenanya.


"Jadi  bagaimana keadaannya?" kata Ceyasa lagi dengan wajah yang khawatir namun nada suaranya tampak bersalah dan sedih.


"Dia tampak kacau, dia selalu melakukan hal itu jika dia merasa sangat tertekan, menahan diri di kamar," kata Gerald lagi.


Ceyasa kembali terdiam, dia tak tahu harus apa, namun saat ini, yang ada di dalam pikirannya adalah membuat Archie tak lagi merasa sedih, selanjutnya dia harus apa, akan dipikirannya lagi nanti.

__ADS_1


"Gerald, aku punya satu ide, kau harus membantuku, ok," kata Ceyasa langsung berdiri, tidak tahu idenya akan bagus atau tidak, setidaknya harus berusaha bukan?


Gerald menggerutkan dahi melihat Ceyasa yang sepertinya sudah punya ide gila di kepalanya, sebelum Gerald mengatakan iya atau tidak, Ceyasa segera keluar dari ruang baca itu, dan dia langsung berlari turun ke bawah, Gerald yang melihat tingkah Ceyasa hanya bisa menerka-nerka, hal konyol apa lagi yang akan dilakukan gadis itu, pikirnya. Namun dia tak ambil pusing, ya biarlah dia melakukan hal yang dia mau, selama tak menganggu Archie, itu tak masalah.


__ADS_2