
Archie terus duduk di dalam selnya, dia hanya bisa memandangi dinding putih yang kosong, ruangan itu sempit, untungnya sirkulasi udaranya baik, kalau tidak bisa-bisa Archie semakin stress ada di sana.
Jam berganti namun herannya saat ini terasa sangat lambat, Archie benar-benar bosan ada di sana, Ah kenapa Gerald lama sekali datangnya? Pikir Archie yang sudah mulai tak tahan ada di dalam sana. apalagi sekarang perutnya sangat perih, dia belum makan dari pagi tadi dan sekarang sudah hampir malam.
Archie yang awalnya hanya menatap dinding kosong itu, tiba-tiba perhatiannya teralihkan karena melihat Nadia dan seorang sipir datang. Archie langsung berdiri.
"Bukakan, aku ingin memberikan makan untuknya, tega sekali membiarkan pria setampan ini tidak makan," gerutu Nadia pada sipir itu, sipir itu hanya mengangguk patuh, kalau bukan anak kepala polisi di situ, pasti sipir ini tidak akan semenurut itu.
Saat pintu itu di buka, Nadia langsung menyerahkan makanan itu pada Archie, Archie yang sudah sangat kelaparan mau tak mau menerima makanan itu, lagi pula dia sudah terbiasa makan ala kadarnya di rumah Ceyasa, dia segera memakan makanan yang dibawa oleh Nadia, Nadia segera menarik salah satu kursi yang ada di sana dan lagi-lagi duduk di depan sel Archie, hanya memandangi Archie makan, bahkan saat dia makan juga tampak begitu elegan, pikir Nadia yang sudah tergila-gila dengan sosok Archie.
Archie segera menyelesaikan makanannya, pantang baginya makan sambil berbicara, mengeluarkan suara saja tidak boleh, jadi dia hanya makan dengan hening.
"Apakah enak?" tanya Nadia setelah Archie menyelesaikan makanannya, melihat Archie sedang meneguk minuman yang dibawanya juga.
"Ya, terima kasih," sejujurnya Archie sudah tidak peduli apakah makanan itu enak atau tidak, dia hanya butuh makanan karena perutnya sudah berulang kali terasa sakit, jika di ingat-ingat dia bahkan tidak makan dari semalam.
"Wah, senangnya, tapi pasti tidak seenak makanan buatan Ceyasa ya kan? Dia sangat pintar memasak," kata Nadia merasa sangat senang dipuji oleh Archie, Archie hanya memberikan senyuman, tak ingin terlalu banyak berbicara pada Nadia, dia sedang ingin lebih banyak diam.
Senyap sejenak, namun Nadia segera membuka pembicaraan lagi.
__ADS_1
"Aku tidak percaya Nathan bisa melakukan hal seperti ini, padahal aku kira dia baik," kata Nadia.
"Ya, Ceyasa salah menyukai seseorang," kata Archie asal saja, merasa sungkan tidak membalas kata-kata Nadia, setidaknya wanita ini sudah membantunya.
"Entahlah, dulu Nathan menolong Ceyasa saat dia hampir mati karena dia sakit namun tak ada yang perduli, saat Ceyasa bangun diklinik desa, Nathan yang ada di sana, Nathan juga memberikan Ceyasa sebuah gelang yang sampai sekarang dipakainya, dari sana Ceyasa menyukai sosok Nathan, entah kenapa dia malah jadi seperti ini, malah menuduhmu yang tidak-tidak, aku tidak habis pikir ternyata orang bisa berubah begitu jauh," kata Nadia menjabarkan hal itu pada Archie, Archie yang mendengar itu hanya mengangguk-angguk, sebenarnya tidak ingin tahu tentang kisah Ceyasa dan Nathan.
"Pangeran Archie!" teriak seseorang dengan lantang, mengoyak keheningan kantor polisi itu.
Archie dan Nadia yang mendengar itu kaget, Archie langsung berdiri, begitu pun Nadia, Archie langsung tampak senang dan bersemangat mendengarkan suara itu, akhirnya dia akan keluar dari tempat itu segera.
Dari arah pintu depan tiba-tiba masuk beberapa orang dengan pakaian jas rapi, Gerald berjalan dengan sangat berwibawa di depan semuanya. Matanya tidak percaya ketika melihat Archie yang ada di dalam sel itu, Archie hanya menatapnya dengan tajam.
"Maafkan kami datang sangat terlambat Pangeran," Gerald memberikan penghormatan membungkuk ½ badan, tanda dia sangat menyesal, para sipil yang melihatnya juga kaget, mereka mengikuti Gerald, Nadia pun tak kalah kaget, jadi pria ini pangeran? Benar benar pangeran? Jadi dia tidak berbohong.
Archie melirik ke arah Nadia dengan matanya yang tajam, Nadia refleks langsung mengikuti membungkuk di depan Archie, Archie yang melihat itu hanya tersenyum tipis.
"Bangkitlah," kata Archie yang tahu jika tidak dipersilakan untuk bangkit, selamanya mereka akan memberikan penghormatan itu.
Gerald dan para penjaga segera bangkit, para sipil dan Nadia yang mengintip Gerald juga langsung membangkitkan tubuhnya.
__ADS_1
"Pangeran, semua sudah siap, Anda sudah bisa pulang," kata Gerald formal, sedang tak ingin membuat pangerannya ini semakin marah padanya.
"Baiklah," kata Archie, lalu dia melihat ke arah Nadia yang wajahnya tampak berharap, namun tak bisa berkata apa pun, dia tidak mungkin berkata seenaknya lagi ketika tahu siapa sebenarnya pria ini sekarang, "Kalian ikut aku, ada masalah yang harus aku selesaikan sebelum aku pergi dari sini.”
Nadia yang mendengarnya tersenyum puas, Archie segera keluar dari kantor polisi itu diikuti oleh para penjaga dan Asistennya, Nadia juga tak ingin ketinggalan jadi dia mengikuti Archie yang berjalan dengan tegas. Berjalan di belakang Archie.
Di luar kantor polisi terlihat banyak orang berkumpul di sana, mereka sengaja berkumpul karena melihat helikopter dan orang-orang asing yang terlihat sangat mencolok masuk ke dalam kantor polisi, namun saat Archie keluar dari penjara, mereka bertambah kaget, bagaimana pria itu bisa keluar dan siapa pria-pria tadi yang sekarang malah ada di belakangnya? mereka hanya bisa menatap Archie dengan wajah bertanya-tanya.
"Hei, bagaimana bisa kau keluar? " tanya Nathan yang sudah mulai bisa berbicara normal, tapi wajahnya masih hancur lebur, Carla pun ada di sampingnya, ayah Nathan tak lama bergabung dengan anaknya, mencegat jalan Archie, Archie menggertakkan giginya kesal, dia harus cepat-cepat datang ke rumah Ceyasa, dia tak punya waktu meladeni orang-orang ini.
"Gerald, urus mereka, mereka yang memasukkanku ke dalam penjara," kata Archie enteng.
"Baik Pangeran," kata Gerald langsung memberikan gestur untuk para penjaga Archie mengurus orang-orang itu.
Nathan, Carla dan ayahnya kaget dengan apa yang dikatakan oleh Gerald, Pangeran? Jadi dia benar-benar Pangeran? Mata mereka membesar kaget, apa lagi mereka segera ditangani oleh para penjaga Archie yang tubuhnya besar-besar.
Archie tak membuang waktu, segera berjalan kembali saat para penjaganya sudah menyingkirkan mereka, Nadia yang ada di belakang Archie melihat ke arah Carla yang tampak syok tak percaya, Nadia menjulurkan lidahnya, tanda mengejek, membuat Carla kesal setengah mati.
Archie mempercepat langkahnya, ini sudah malam, mudah-mudahan dia tidak terlambat untuk menyelamatkan Ceyasa.
__ADS_1