
Hujan tinggal meninggalkan rintiknya, semilir angin menusuk kulit, suara langkah Ceyasa dan Archie terdengar menghancurkan keheningan malam, Ceyasa berjalan cepat sekali bahkan terlihat terburu-buru, Archie mengikutinya cukup jauh, dia tidak ingin berjalan seperti dikejar setan, seperti yang sekarang dilakukan oleh Ceyasa.
"Hei, bisakah kau lebih cepat?" teriak Ceyasa menegur Archie.
"Aku tidak punya kepentingan jadi aku ingin menikmati suasana malam di sini," kata Archie asal saja, mendengar itu Ceyasa jadi makin tidak suka melihat Archie, biar saja, kalau dia kehilangan Ceyasa dan dia tersesat, itu bukannya bagus? jadi jika dia ingin menuntut Ceyasa lagi itu bukan salahnya, pria menyebalkan itu yang tidak ingin jalan cepat, baiklah, biarkan saja dia melakukan apa maunya.
Ceyasa lalu mengambil ancang-ancang, dia segera berjalan lebih cepat, bahkan sesekali berlari kecil, dia segera menjauh dari Archie, Archie yang melihat gelagat Ceyasa segera kaget.
"Hei, wanita aneh!" panggil Archie, dia segera berlari mengejar Ceyasa, namun saat tiba dibelokan, Archie tidak bisa menemukan Ceyasa, dia sudah menghilang, Archie bingung melihat ke arah kanan dan kiri, kemana wanita itu? apa dia benar-benar meninggalkannya di sini? jalan ini gelap dan tidak ada penerangann, lalu ke mana arah ke desa? apa dia harus kembali, dia dari tadi tidak memperhatikan jalan, kalau pun dia kembali dia kan lupa dengan jalannya.
Ah! sial! wanita aneh itu! pikir Archie.
Ceyasa yang berjalan cepat, sebenarnya bersembunyi ke salah satu pohon besar yang ada di dekat belokan itu, dia tahu benar apa saja yang ada di sana karena ini adalah jalan yang dia lalui setiap hari. Dia memperhatikan Archie yang tampak panik dan mencarinya ke mana-mana, melihat pemandangan itu membuat Ceyasa puas dan tertawa.
Rasakan! lagi pula siapa yang menyuruhnya membuat aku kesal, pikir Ceyasa.
Dia lalu keluar dari sana ketika melihat Archie berjalan ke arah rumahnya, dia segera berjalan dengan wajah dan senyuman yang sangat senang, akhirnya dia akan lepas dari pria menyebalkan itu.
Namun semakin dia melangkah, semakin tak enak perasaannya, benarkah dia setega itu membiarkan pria yang bahkan tak ingat namanya sendiri mencarinya kalang kabut di tengah lereng bukit yang kosong dan ditemani hujan?
__ADS_1
Ceyasa memang buruk dalam mengatur emosi, tidak sopan dan terkadang ceroboh, namun dia bukan wanita yang tak punya perasaan dan jahat, jadi walau pun tadi dia merasa sangat lega, sekarang dia malah merasa bersalah, dia lalu segera kembali dan mencoba mencari Archie.
Dia berjalan kembali, berbelok dan melihat ke arah jalanan yang gelap, di antara hujan rintik dia tak bisa menemukan Archie, kemana pria itu? apa dia sudah kembali? memang dia tahu ke mana jalan menuju rumah Ceyasa? bagaimana jika dia terpeleset dan jatuh ke danau? jam segini air danau rasanya bagaikan pedang
Pria itu! ah! menyusahkan sekali.
"Hei! aduh siapa namamu! kau dimana?" teriak Ceyasa mengoyak keheningan malam.
Jika terjadi apa-apa dengan pria itu dan tubuhnya ditemukan, maka dia akan menjadi tersangka utama karena terakhir kali pria itu terlihat hidup waktu bersama dengannya, ah ini benar-benar membuat Ceyasa frustasi, kenapa dia tidak bisa jadi wanita yang tegaan saja? kenapa harus memikirkan pria itu?
Kalau dia meninggal itu juga bukan salah aku kan? Mereka pasti menemukan penyebab kematiannya kan? pikir Ceyasa sambil terus mencari ke segala arah untuk mencari Archie.
"Kau mencariku?" kata Archie yang tiba-tiba muncul di belakang Ceyasa.
"Dari mana saja kau!” kata Ceyasa kesal.
"Seharusnya yang bertanya itu aku, dari mana saja kau?” kata Archie menatap Ceyasa dengan tatapan curiga.
"Aku? eh … aku tadi jalan saja, tapi waktu aku melihat kebelakang, kau sudah tidak ada, siapa suruh kau jalan begitu santai, aku sudah terlambat, ayo pergi," kata Ceyasa yang sedikit salah tingkah karena ditatap sinis oleh Archie, dia langsung berjalan melewati Archie. Archie yang melihat tingkah Ceyasa hanya bisa tersenyum tipis, melihat wajah Ceyasa yang gugup tadi dia merasa itu lucu.
__ADS_1
"Ayo lah! nanti kau bilang aku meninggalkanmu lagi, aku sudah sangat terlambat!" teriak Ceyasa.
"Aku tidak pernah mengatakan kau meninggalkan ku," jawab Archie.
"Oh, benarkah? ya sudahlah, ayo," kata Ceyasa mencari alasan, dia keceplosan, ah, semua jadi kacau lagi sekarang.
Tak lama mereka sampai juga di suatu tempat di tepian danau, tempat yang terlihat paling ramai di desa itu, banyak orang duduk dan minum di sana, Archie mengamati tempat itu, semacam bar, mungkin ini yang dikatakan oleh Gerald, tempat itu terbuat dari kayu bergaya retro, terlihat sederhana namun juga menarik sedikit kontras dengan keadaan desa ini jika siang hari.
"Tunggu di sini," kata Ceyasa segera berjalan ingin masuk, namun saat dia ingin masuk dia di hadang seorang pria, pria itu seperti orang asing.
"Ceyasa, kau sudah terlambat 30 menit, aku harus memotong gajimu," kata pria itu menatap Ceyasa.
"Charles, jangan potong gajiku, hari ini aku akan lembur 1 jam setelahnya, membersihkan semaunya, bagaimana?” rayu Ceyasa pada Charles, Charles segera mengamati wajah Ceyasa, dia lalu mengangguk.
"Baiklah, cepat ganti bajumu, musim liburan sebentar lagi akan datang, kita sudah punya tambahan pelanggan," kata Charles lalu masuk ke dalam barnya.
Archie mengamati itu dan diam-diam mendengarkan percakapan Ceyasa dengan pria itu, saat pria itu pergi, Ceyasa mendatangi Archie lagi.
"Aku akan bekerja 3 jam, tapi karena kau telat, aku harus menambah 1 jam lagi, kalau kau ingin kau bisa menunggu di dalam, duduk saja di ujung sana tempat pelayan beristirahat, jangan duduk di tempat lain karena kau akan dilayani jika ditempat lain, aku dapat 1 jatah minuman yang tidak pernah aku ambil jadi nanti aku akan memberikannya padamu, tapi jika ingin pulang, kau tinggal ikuti jalan itu lurus saja, kau akan sampai rumah tapi lebih jauh," kata Cayasa lagi menunjukkan sebuah jalan yang berbeda dengan mereka datangi.
__ADS_1
"Kenapa kau harus bekerja lebih lama?" tanya Archie.
"Ya tentu agar gajiku tidak di potong, gajiku saja tidak cukup membiayai keperluanku apa lagi ditambah denganmu, sudah jangan banyak tanya, aku bekerja dulu," kata Ceyasa dengan wajah kesal, lalu segera meninggalkan Archie dan masuk ke dalam, dia segera menghilang saat dia masuk ke dalam sebuah ruangan.