Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
268 - Ke Istana Sekarang.


__ADS_3

Ceyasa baru saja selesai makan malam, Hana kali ini akhirnya bisa ia bujuk untuk makan bersamanya, Ceyasa sebenarnya sama sekali tidak bisa menelan makannya, bagaimana pun dia benar-benar tak bisa behenti memikirkan keadaan Archie, apa dia sudah siuman atau tidak? apakah keadaannya berbahaya atau tidak, karena itu walau hanya baru makan 3 suapan, dia sudah merasa perutnya sudah sangat penuh.


Hana yang melihat hal itu hanya bisa diam, walaupun fisiknya lebih ke pria, namun hatinya tetaplah wanita, dia tahu bagaimana perasaan Ceyasa, memikirkan suaminya yang sedang bertaruh nyawa karena dirinya, mana mungkin ada wanita yang masih punya selera makan.


"Aku sudah selesai makan," kata Ceyasa melihat ke arah Hana yang juga baru saja meletakkan sendok dan garpunya.


"Baiklah Nona, saya akan membereskannya, Anda silakan untuk beristirahat jika Anda ingin," kata Hana lagi dengan senyuman yang cukup manis, mencoba membuat hati Ceyasa sedikit membaik walaupun dia tahu sepertinya itu sama sekali tidak berpengaruh.


"Terima kasih Hana, aku akan menunggu di ruang tengah," kata Ceyasa membalas dengan senyuman tipis sambil berdiri dan melenggang pergi menuju ruang tengah, mungkin ada siaran TV yang akan membuatnya sedikit membaik.


Saat Hana sedang membawa piring yang kotor, sekali lagi keheningan rumah itu terpecah dengan suara telepon yang nyaring, membuat Ceyasa dan Hana kaget, Hana kembali meletakkan piring kotor itu, melewati sofa yang sedang di duduki oleh Ceyasa, Ceyasa hanya bisa mengikuti pergerakan dari Hana, memutar kepalanya melihat Hana yang langsung mengangkat teleponnya, sekali lagi tak ada kata-kata apapun yang keluar dari mulut Hana, namun sepertinya dia sudah mendengar apa perintah yang di berikan, dia melirik ke arah Ceyasa yang dari tadi tak bisa mengalihkan wajahnya, berharap yang datang itu adalah Gerald, atau yang paling dia harapkan, Archie.


"Baik," kata Hana seraya mengangguk, seolah ada orang yang memberikannya perintah, tak lama dia langsung menutup kembali teleponnya.


"Ada apa?" tanya Ceyasa yang berharap-harap cemas.


"Beberapa orang dari kerajaan menjemput Anda untuk pulang ke kerajaan, Yang Mulia Raja yang meminta Anda kembali," kata Hana tegas.


"Benarkah?" tanya Ceyasa yang mengerutkan dahi, dia tak tahu harus senang atau bagaimana, apa mungkin Gerald sudah berhasil merayu Yang Mulia Raja agar dia bisa bertemu Archie, mungkin juga Archie sudah sadar namun keadaannya masih lemah hingga dia dibawa ke istana, mungkin Archie ingin melihatnya.


"Iya Nona, lebih baik Anda segera bersiap-siap, pakailah baju yang lebih hangat, di luar sedang dingin," kata Hana lagi, sudah 2 hari ini di pulau kecil ini selalu turun hujan yang sangat deras hingga seperti badai.

__ADS_1


"Baiklah, ya, aku akan memakai pakaian yang hangat," kata Ceyasa dengan senyuman, wajah antara senang namun juga bingung, seperti itulah hatinya, senang namun ada keraguan, entah apa yang dia ragukan.


Ceyasa keluar dari rumah itu, disambut terpaan basah yang membuat udara lembab, hujan menghujam tanah seolah sedang menghukum tanah-tanah yang gersang, gelap dan kelam  namun sesekali terlihat abu-abu karena kilat yang menjalar-jalar keluar masuk awan yang menggumpal.


Ceyasa menaikkan bahunya, sesekali menahan suara guntur yang cukup membuat kaget, 3 tentara menyambangi mereka, masing-masing membawa payung hitam besar yang seluruhnya digunakan untuk menaungi Ceyasa yang menarik jaket yang dia hanya diletakkan di bahunya, tak dikenakan oleh dirinya.


Kakinya sedikit basah, terkena air dingin yang menggenangi, mereka memayunginya hingga dia mencapai gedung yang bisa menaungi mereka.


"Silakan Nona," kata prajurit-prajurit yang tadi memayunginya, Ceyasa mengangguk saja mengikuti apa yang mereka inginkan, berjalan dengan perlahan membuat jejak di lantai lorong itu. Hana pun mengikuti mereka.


"Selamat malam Nona Ceyasa, Yang Mulia Raja meminta Anda kembali," kata Asisten Ken dengan senyuman ramah menipu. Ceyasa memandang pria ini, tak pernah melihatnya walaupun di istana, tapi ada  begitu banyak orang di sana, tak mungkin Ceyasa menghapal semua wajah orang yang ada di sana.


"Surat Resmi penjemputannya?" tanya Letjen Henry menatap Asisten Ken, Asisten memberikan senyuman percaya dirinya, dia memberikan surat itu, Letjen Henry melihatnya, dia awalnya juga curiga dan tak percaya dengan pria ini, namun setelah dia datang dan membawa tanda kerajaan, mau tak mau dia percaya, sehingga mereka diperbolehkan masuk ke dalam markas militer, sebenarnya mereka tak punya hubungan sama sekali dengan istana, namun mereka punya hubungan baik dengan Yang Mulia Raja Angga, dan Jendral yang memimpin tempat ini juga punya hubungan yang bisa dibilang khusus dengan Angga dan Jofan


"Terima kasih, Anda melakukan tugas Anda dengan baik menjaga Nona Ceyasa," kata Asisten Ken dengan wajah begitu ramah, memupuskan segala ragu yang sempat menaungi mereka. Asisten  Ken lalu melihat ke arah Ceyasa.


"Silakan Nona, perjalan kita masih panjang, pangeran sudah menunggu Anda di istana," kata Asisten Ken membukakan pintu untuk Ceyasa, Ceyasa yang melihat hal itu segera buru-buru masuk ke dalam mobil karena hujan cukup lebat, Asisten Ken segera menutupnya dan segera membuka pintu bagian depan dan segera masuk.


Ceyasa menatap dari jendela wajah Hana yang hanya memandangi kaca jendela mobil itu, Ceyasa lupa untuk mengucapkan terima kasih untuknya, dia ingin membuka jendela mobil itu, namun karena hujan dan juga mobil itu segera berjalan, jadi dia tak sempat untuk mengucapkannya.


Jalanan dari markas militer itu gelap, hujan benar-benar sangat mengganggu perjalanan, bahkan mobil itu sama susah sekali untuk berjalan, Ceyasa mengusap lengannya yang masih terasa basah karena rintik hujan, AC di mobil itu membuat udara serasa membeku.

__ADS_1


Ceyasa kembali menatap air yang mengalir dari jendela itu, berharap cemas menerka bagaimana keadaan Archie sekarang, dia berharap keadaannya baik-baik saja.


"Nona, Anda ingin minum? " tanya Asisten menyerahkan sebotol air mineral dari depan.


"Tidak, di sini dingin," kata Ceyasa seadanya saja, dia memang tak ingin minum sekarang.


"Lebih baik Anda minum Nona, udara seperti ini tidak bagus, Anda harus punya fisik yang kuat untuk menjaga pangeran," kata Asisten Ken sok perhatian.


"Ehm …. " gumam Ceyasa yang hanya mengambil air minum itu, tidak ingin meminumnya sekarang, Asisten memposisikan spion tengahnya melihat Ceyasa yang tampak tak nyaman ada di belakang.


"Nona, jika ingin istirahat, istirahatlah, karena perjalanan kita akan lama," kata Asisten Ken lagi.


"Iya, Terima kasih," kata Ceyasa yang tak ingin melanjutkan perjalanan, suara guntur dan hujan benar-benar berisik terasa.


Ceyasa yang hanya diam menatap jalanan yang terus saja gelap itu  perlahan lama-lama cukup mengantuk juga tapi dia harus menahannya, dia tak ingin tertidur saat tiba di Istana karena dia ingin langsung melihat keadaan Archie, dia lalu melihat ke jalan yang sudah mulai memasuki daerah yang lebih ramai.


"Apakah masih lama?" kata Ceyasa, memecah keheningan yang dari tadi tercipta, bahkan hujan tinggal meninggalkan rintiknya saja.


"Kita masih setengah jalan Nona, istirahat lah Nona, kami akan membangunkan Anda jika sudah sampai di Istana," kata Asisten Ken lagi.


"Oh," kata Ceyasa, melirik air minum yang tadi diberikan oleh Asisten Ken, dia lalu membukanya dan meminumnya, setelah meminum minuman itu, entah kenapa rasa kantuknya naik beribu kali lipat, bahkan dia tak bisa mengangkat lagi kelopak matanya, dan tiba-tiba saja sudah terlelap.

__ADS_1


Asisten Ken yang memperhatikan itu tersenyum sedikit, akhirnya Ceyasa tertidur juga, dia sudah cukup sabar untuk tidak memaksa Ceyasa secepatnya meminum minuman itu karena Rain mengatakan untuk tidak menyentuh Ceyasa sedikit pun, mereka bahkan harus berputar-putar agar membuat Ceyasa tertidur, jika tidak, saat dia sampai ke istana, dia pasti akan berontak melihat Rain.


"Ke Istana sekarang," kata Asisten Ken.


__ADS_2