Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
234 - Pernikahan Suri.


__ADS_3

"Tadikan aku sudah mengatakan terima kasih," kata Ceyasa senang melihat wajah suaminya yang kesal itu, setampan apapun dia dengan gaya wibawanya, tapi Ceyasa paling suka wajah kesalnya itu.


"Dasar, lalu apa yang kau pelajari hari ini?" tanya Archie


"Oh, sebentar," kata Ceyasa langsung menegapkan duduknya dengan sikap sempurna, kakinya disejajarkannya dan diposisikan miring seperti duduk para wanita bangsawan, Ceyasa lalu mengambil cangkir teh dengan gayanya yang sangat lucu, jari kelingkingnya naik, dia lalu menyerumput sedikit teh yang sudah dingin karena tak berani sama sekali dia minum saat di depan Ibunda Ratu Ayana, sambil menyerumputnya dia melirik ke arah Archie yang hanya tertawa kecil melihat tingkah laku istrinya ini.


Ceyasa meletakkan gelas itu dengan gayanya, dia lalu mengambil sapu tangan putih dan menepuk bibirnya perlahan, semua itu dilakukannya sambil melihat ke arah Archie yang benar-benar geli melihatnya, tak menyangka Ceyasa bisa melakukannya.


"Bagaimana? oh ya, aku juga belajar duduk seperti ini 1 jam penuh," kata Ceyasa selesai memperagakan apa yang dia pelajari hari ini, Archie menahan tawanya, mencoba untuk memasang wajah seriusnya.


"Jadi kau mengejek apa yang diajarkan nenekku?" kata Archie memandang wajah konyol istrinya itu.


"Tidak, siapa yang bilang, itu prestasi bisa duduk dengan gaya seperti ini satu jam, coba saja kalau pinggangmu tidak ingin patah," kata Ceyasa langsung menyenderkan tubuhnya kembali, sedikit melirik ke arah Archie, masa dia dituduh mengejek Ibunda Ratu.


"Tetap saja itu namanya mengejek, aku akan melaporkanmu pada nenekku! Nenek! Menantumu mengejekmu!" teriak Archie cukup besar, membuat Ceyasa langsung membesarkan matanya, kenapa Archie tiba-tiba berteriak begitu, bagaimana jika Ibunda Ratu mendengarkannya, dia bisa habis, bagaimana sih Archie ini.


Ceyasa langsung berdiri, dengan cepat menutup mulut suaminya, dia lalu memasang wajah marahnya, matanya melotot memandang Archie, Archie yang melihat itu sekali lagi menahan tawanya, senang sekali bisa mengerjain Ceyasa.

__ADS_1


"Awas jika kau teriak lagi, aku akan menutup mulutmu selamanya," ancam Ceyasa dengan nada suara marahnya, Archie terdengar bergumam karena mulutnya di tutupi oleh Ceyasa. Ceyasa yang tak mengerti lalu membuka bekapan itu.


"Kau tahu mengancam seorang pangeran itu adalah pelanggaran yang berat, karena itu! Nenek! Menantumu mengancamku!" kata Archie kali ini teriakkan benar-benar keras, seolah benar-benar serius ingin melaporkan Ceyasa, Ceyasa yang panik segara menarik dasi yang digunakan oleh Archie, sehingga tubuh Archie condong ke arah Ceyasa, dan dengan cepat bibirnya dibekap oleh bibir Ceyasa, kali ini Archie yang tak bisa berkutik mendapatkan ciuman dari Ceyasa. Sedikit kaget tak percaya Ceyasa sudah berani memberikannya ciuman seperti ini, kalau dipikir-pikir baru kali ini Archie di cium oleh wanita, apalagi dengan paksaan seperti ini.


Ciuman itu tak berlangsung lama, Ceyasa segera melepaskan bibirnya bersamaan dengan genggamannya pada dasi Archie, Archie yang melihat Ceyasa melepaskan ciumannya tampak sedikit ternganga.


"Tak ada hukuman untuk mencium pangeran kan?" kata Ceyasa melihat wajah Archie.


"Ada, ciumannya harus lebih lama," kata Archie berdiri lalu segera memegang kedua sisi kepala Ceyasa dan menarik wanitu itu ke arahnya dan menciumnya dengan sedikit kasar, membuat Ceyasa kaget karenanya.


"Pangeran, ups!" kata Gerald yang baru saja keluar, melihat pemandangan di depannya dia langsung membalikkan tubuhnya, sangat tidak mengenakkan menganggu orang yang sedang berciuman seperti itu.


"Ada apa?" kata Archie mengelap bibirnya yang basah.


"Semua orang sudah menunggu Anda di ruang pertemuan, Ibunda Ratu menyuruh saya memanggil Anda," kata Gerald yang hanya berdiri membelakangi sepasang suami istri yang sedang di mabuk cinta itu.


"Ishh… " kata Archie kesal sambil membenarkan dasinya yang tadi di tarik oleh Ceyasa, Ceyasa yang melihat wajah kesal Archie jadi tertawa kecil, mencoba membantu Archie merapikan dasinya. Archie melihat ke arah Ceyasa yang tersenyum manis, "Senang ya melihat aku kesal?" kata Archie lagi.

__ADS_1


"Tidak, pergilah, mereka sudah menunggumu," kata Ceyasa masih senyum-senyum kecil.


"Kau juga harus ikut, ayo," kata Archie mengandeng tangan istrinya, Ceyasa mengerutkan dahinya, untuk apa dia ikut? Namun dia mengurungkan niatnya bertanya, karena Archie terus membawanya ke arah istana utama.


Archie duduk di kursi tengah tempat biasa Angga duduk, di ruangan pertemuan non-formal ini mereka sudah berkumpul, beberapa kepala pelayan dengan tugas masing-masing pun ada di sana, Ceyasa duduk tegap kembali, dia duduk di samping Archie, sedangkan di sisi lain Ibunda Ratu Ayana ada di sana.


"Kita tahu bahwa seharusnya malam ini kita mengadakan pesta untuk pertunangan Suri dan Jared, tapi sepertinya pesta itu tidak akan jadi diselenggarakan di sini," kata Archie memimpin pertemuan itu. Mendengar itu wajah semua orang sedikit mengerut.


"Apa maksudmu? apakah pesti itu akan tetap dilangsungkan? Dan kenapa tidak di sini?" tanya Ibunda Ratu Ayana yang tidak paham dengan maksud Archie.


"Pestanya akan tetap dilaksanakan karena keadaan Suri sudah normal, tapi kita tidak akan mempersiapkan pesta pertunganan Putri Suri melainkan pernikahannya," kata Archie.


"Apa?" Kata Ibunda Ratu Ayana yang syok mendengarkannya, bukan hanya dia, Nakesha dan Ceyasa pun saling berpandangan, bagaimana bisa tiba-tiba melakukan pernikahan? Para kepala pelayan pun bingung mendapatkan kabar itu. Namun Archie tak ingin menjawab pertanyaan neneknya dulu.


"Suri selalu mengatakan dia ingin menikah di taman tempat Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu bertemu, itu di taman kota, dia ingin menikah dengan konsep yang sederhana namun manis, kalian pasti tahu bagaimana kesukaan Suri bukan? jadi aku ingin kalian untuk melakukan persiapannya secepat mungkin, sebisa mungkin, sehingga acara itu akan terlaksana, bagaimana pun caranya, buatlah sesuai dengan keinginannya, kalian mengerti?" kata Archie lagi pada para kepala pelayan di sana, mereka saling melempar pandang sejenak. "Asistenku akan memimpin dan mengarahkan kalian, jika ada yang ditanyakan, tanyakan padanya, jika sudah mengerti kalian sudah boleh mengerjakannya sekarang," kata Archie dengan tegas, tak membiarkan para kepala pelayan itu untuk bertanya karena menuruntnya mereka benar-benar sudah dikejar oleh waktu.


Para kepala pelayan itu berdiri, memberikan salam pada anggota kerajaan yang lain, Gerald yang ada di sana memberikan salam sebelum dia memimpin pada kepala pelayan itu untuk keluar dari ruangan itu, setelah pintu tertutup, Ibunda Ratu Ayana langsung melihat ke arah Archie dengan wajah yang sangat kaget.

__ADS_1


"Apa maksud semua ini?" tanya Ibunda Ratu Ayana, dia tidak mengerti kenapa Suri harus tiba-tiba menikah bahkan pertunangan mereka saja belum diumumkan, apa yang akan dikatakan orang jika tiba-tiba saja mengumumkan pernikahan, pernikahan seorang putri tidak bisa melanggar peraturan seperti itu.


__ADS_2