Shameless Prince : Our Incomplete Love Story

Shameless Prince : Our Incomplete Love Story
164 - Aku Sudah Menyuruhmu Untuk Tidur!


__ADS_3

"Maaf, membuatmu menunggu lama," suara Jared terdengar buru-buru berjalan ke arah Suri, senyuman Jared sedikit pudar melihat Archie yang berdiri di depan Suri.


Suri yang mendengar suara Jared langsung tersenyum memalingkan wajahnya ke arah Jared, Jared mendekati Suri, meletakkan tangannya pada pundak kecil Suri, membawanya lebih dekat pada tubuhnya. Hanya ingin menegaskan statusnya sekarang.


Archie menatap itu dengan tajam, emosinya terpancing dan mulai membakar dirinya dari dalam, melihat hal itu sungguh membuat hatinya tercabik, entahlah, setelah berusaha begitu keras, ternyata perasaan ini sama sekali tidak berubah, tetap nyeri melihat tangan Jared yang sekarang melingkar di tubuh Suri, sialnya, Suri tampak bahagia.


Ceyasa yang melihat pria yang ada di samping Suri sedikit kaget, itu pria yang kemarin rumahnya kebakaran bukan? kalau dia tahu Ceyasa mengenal Archie, Archie pasti merasa sangat malu, dimana pria itu juga tahu bahwa pekerjaan Ceyasa hanya seorang pengantar makanan, hal ini akan menjadi masalah baru pada Archie, Ceyasa cepat-cepat memalingkan wajahnya menatap ke arah Archie.


Ceyasa menatap wajah Archie yang tampak terpaku melihat mereka, dari matanya tersirat kesedihan dan amarah yang dalam, entah kenapa perasaannya juga jadi tidak enak melihat tatapan kesedihan dari wajah Archie itu.  Ceyasa bisa tahu bahwa pantas saja Gerald mengatakan hubungan Archie dan Jared tak baik, mungkin ada hubungannya dengan wanita yang dicintai oleh Archie ini.


Seketika suasana begitu cangung, semua saling menatap dan melempar kesinisan masing-masing, Ceyasa merasa sekarang ada di tempat dan waktu yang salah, dia ingin kembali namun lift sudah lama tertutup, kalau dia berbalik bisa-bisa dia dikenali oleh pria itu.


"Oh, Tuan, tadi aku melihat kau menjatuhkan ponsel Anda, ini saya bawakan," kata   Ceyasa dengan nada Ceria, memecahkan keheningan dan segera bergerak menuju ke Archie, dia segera berjalan, menyodorkan ponsel Archie ke arah Archie sambil berjalan, Archie mengalihkan pandangannya menatap Ceyasa yang berjalan menujunya, senyuman Ceyasa tampak tak seceria yang tadi, terlihat sedikit menguratkan kekecewaan.


Ceyasa berhenti di depan Archie, dia memberikan ponsel itu, Ceyasa mengubah ekspresinya seperti menyuruh mengambil ponsel itu cepat dari tangannya, matanya berulang kali melihat Archie juga melihat ponsel itu, Archie yang mengerti apa yang diinginkan oleh Ceyasa, hanya menatapnya dengan wajah sendu, mengambil ponsel itu dari tangan Archie.


"Terima kasih," kata Archie seadanya, namun masih mengamati wajah Ceyasa sejenak, dan kembali melihat wajah Suri.


"Ya, baiklah, aku akan kembali," kata Ceyasa lagi segera ingin berjalan ke arah lift yang ada di belakang Archie, kalau dia menggunakan lift yang tadi saat dia datang, bisa-bisa pria itu mengenalinya.


Suri dan Jared hanya mengamati yang terjadi, melihat mereka dengan tatapan sedikit canggung, Jared merasa sedikit mengenali postur wanita itu, karena itu dia mempehatikannya dengan seksama.

__ADS_1


Saat Ceyasa ingin melewati Archie, tiba-tiba saja Archie langsung menggenggam tangan Ceyasa, membuat Ceyasa kaget apa yang dilakukan oleh Archie? padahal Ceyasa sudah berusaha untuk pura-pura tak mengenal Archie.


Bukan hanya Ceyasa, Suri pun kaget melihat tangan Archie yang memegang tangan wanita itu, dia tahu betul Archie selama ini tak punya teman wanita sama sekali, tapi, siapa wanita itu? Suri menekuk wajahnya, Jared memperhatikan perubahan wajah Suri, membuatnya sedikit terusik.


Ceyasa melihat ke arah Archie yang sekarang berwajah begitu serius, tampak sedikit kemarahan dari matanya, Ceyasa merasa dia tidak membuat kesalahan, tapi kenapa Archie harus tampak marah seperti itu?


"Kau tidak perlu berpura-pura seperti kau tidak mengenalku," kata Archie dengan suara geram, dia lalu segera menarik Ceyasa dengan sedikit kasar, menggenggam tangan Ceyasa dengan sangat erat, membuat Ceyasa sedikit ke sakitan, saat pintu lift itu terbuka, Archie segera menarik Ceyasa untuk masuk ke dalamnya, Ceyasa sampai kebingungan dan kesusahan untuk masuk ke dalam sana.


Jared yang dari tadi mengamati Ceyasa langsung mengenalinya sesaat sebelum Ceyasa masuk ke dalam lift, karena Ceyasa sempat melihat ke arah Suri yang berwajah kaget, juga melihat ke arah Jared.


"Ceyasa?" kata Jared sedikit memanggil Ceyasa, namun pintu lift itu sudah tertutup, Suri mengalihkan pandangannya pada Jared.


"Kau kenal wanita itu juga?" tanya Suri yang kaget, kenapa Jared dan Archie mengenal wanita itu? siapa dia? bagaimana dia tak tahu wanita itu?


"Ceyasa? kau juga tahu dia kenal dengan kakak Archie?" tanya Suri lagi.


"Tidak, kenapa? kau masih cemburu pada Archie?" tanya Jared sedikit mencari tahu.


Suri menatap Jared yang tampak bertanya serius pada Suri, Suri mengulas sedikit senyuman, tidak, dia sama sekali tidak merasa cemburu melihat Archie dengan wanita itu, tidak seperti saat tadi dia cemburu pada Jared, Suri pun kaget, ternyata perasaannya begitu cepat bisa berubah.


"Menurutmu?" ujar Suri yang sedikit menggoda Jared dengan senyum manisnya, Jared sedikit kaget, mengerutkan dahinya, menganalisa wajah wanitanya yang sangat cantik ini dan dia mulai tersenyum kecil.

__ADS_1


"Ingin membalas dendam ya?" tanya Jared dengan tawa kecilnya yang begitu menarik.


"Biar kau tahu rasanya bagaimana ditanya namun jaawabannya begitu," kata Suri sedikit dengan wajah ngambeknya.


"Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi," kata Jared


"Lagian bagaimana aku bisa cemburu dengan dua orang, aku hanya sedikit kaget bahwa kak Archie mengenal wanita itu, bukannya kalau tidak salah dia hanya seorang pengantar belanjaan" kata Suri lagi, menerka-nerka dimana kakaknya itu bisa bertemu dengan Ceyasa.


"Ya, benar, setauku dia hanya pengantar belanjaan, baiklah, jangan dipikirkan sudah malam, ayo kita bertemu bibi, aku tidak enak dengan orang tuamu nanti," kata Jared lagi dengan senyumannya, setidaknya tahu Suri sekarang seutuhnya miliknya.


"Ya baiklah," kata Suri.


Jared langsung memegang tangan Suri dengan lembut, membuat Suri tersenyum manis penuh cinta, mereka segera melangkah ke lift dan pergi ke tempat Aurora.


---***---


Suasana di dalam lift itu terasa tegang, tangan Archie terus saja mengenggam tangan Ceyasa, diam, kaku, Archie hanya berdiri bagaikan sebuah patung, hanya tangannya yang semakin lama semakin meremas pergelangan tangan Ceyasa, Ceyasa sampai meringis ngilu merasakan sakit yang semakin lama semakin terasa.


"Archie, bisa kau melepaskan tanganku sekarang," pinta Ceyasa yang merasa remasan Archie sudah tidak bisa lagi ditolerir olehnya, semakin lama semakin terasa ingin meremukkan tulangnya.


"Siapa yang menyuruhmu untuk keluar?" ketus Archie dengan segala emosinya. Ceyasa melirik ke arah Archie.

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengembalikan ponselmu, itu saja," kata Ceyasa yang merasa kesalahannya bukanlah kesalahan fatal yang harus mendapatkan hukuman seperti ini, dan untuk apa Archie semarah itu? dia marah pada Ceyasa? atau dia marah karena wanita itu bersama Jared? sangat tak adil jika dia marah pada Suri namun melampiaskannya pada Ceyasa sekarang.


"Aku sudah menyuruhmu untuk tidur," kata Archie lagi, dingin dan tetap bernada marah.


__ADS_2